Pendalaman Alkitab "TABERNAKEL"

#02: Intro

9 Maret 2012

 

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Bersama istri kami sampaikan “Salam Sejahtera Dalam Kasih-Nya Tuhan Yesus Kristus” kepada kita semua yang hadir, besar kecil, tua muda, pria dan wanita.

Shalom!

Mula pertama terimakasih kepada Tuhan dan kepada saudara-saudara untuk doa dan kehadirannya.Apabila kita ingin menjadi berkat bagi orang lainmaka kita mau belajar ‘berkomitmen’ dalam mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk Seminar Tabernakel mendatang,walaupun masih akan diselenggarakan pada tahun depan.

Sudara baru saja menerima lembaran dari Pendalaman Alkitab, tulisan yang dibagikan itu adalah seluruh khotbah saya, yang isinya tidak dikurangi namun dilakukan sedikit perbaikan-perbaikan terhadap beberapa kesalahan, contoh: seharusnya saya katakan “perkataan perbantahan Ayub ada 513 kali” tapi kemudian terjadi salah pengucapan sehingga saya mengatakan “315 kali.”Hal itulah yang diperbaiki, juga ada beberapa tata bahasa saya yang masih kacau balau karena latar belakang saya adalah bahasa Mandarin yang tata bahasanya berbeda dengan bahasa Indonesia,sehingga saya ditolong rekan-rekan untuk melakukan perbaikan.

Jadi pada setiap penerbitan adalah merupakan seluruh khotbah saya dengan maksud agar kita yang sudah ‘berkomitmen’ untuk belajar bersama-sama, dapat membaca dan meneliti kembali apa yang sudah kita dengar, itulah kerinduan hati saya.Sebelum kotbah ini dicetak, saya dan istri telah lebih dahulu membacanya dan sekarang setelah menerima hasil cetakan, saya membaca lagi. Untuk apa? Supaya kita belajar untuk meneliti apa yang telah kita dengar, apakah betul demikian? Jadi saatmembaca, kita juga membuka Alkitab untuk mengkonfirmasi, memeriksa ulang supaya jelas. Andaikata di dalam pembacaan itu saudara menemukan hal-hal yang membingungkan atau kurang jelas, saudara dapatmenulis pertanyaan tetapi hanya sebatas apa yang ada di dalam pelajaran Pendalaman Alkitab minggu laluyang telah dibagikan cetakannya.Jangan bertanya yang tidak ada disini, itu tidak akan dijawab tetapi tulislah pertanyaan yangterkait dengan pelajaran itu sendiri. Maksudnya kita belajar pelan-pelan menjadi tertib.Kalau memang perluditanyakan karena benar-benar saudara tidak mengerti dan ingin mengetahuinya silahkan menulis pertanyaannya, tetapi yang tidak perlu (karena sudah mengetahui, hanya sengaja bertanya untuk mencobai) janganlah dilakukan. Saya tidak sendiri mengerjakannya tetapi dibantu oleh para penatua dan tim guru untuk sungguh-sungguh dapat mengevaluasi dan menemukan kebenaran-kebenaran yang mungkin kita ragukan.Semuanya dapat ditemukan di dalam Alkitabkarena saya pribadi sangat yakin tidak ada satu masalah yang tidak dapat dijawab oleh Alkitab. Oleh sebab itu kita harus kembali kepada Alkitab.

Namun kita harus mengakui bahwa Alkitab ini, baik dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Mandarin merupakan terjemahan dari bahasa Yunani dan bahasa Ibrani, dimana kita tidak mengetahui kebenarannya karena tidak menguasai bahasa tersebut. Itu sebabnya di dalam sekolah Theologi kita ada dosen-dosen yang ahli dalam bahasa Yunani dan Ibrani, dapat menolong memberikan masukan sehingga penjelasan dan tafsiran yang saya sampaikantidak keluar dari apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis dari kitab itu sendiri. Tidak boleh sembarangan, pokoknya kita sendiri menganggap benar lalu langsung kita terjemahkan.

Oleh karena itu kami mengharapkan saudara-saudara bisa menyimpannya dengan baik karena apa yang kita dengar pada Jumat ini dan pada Jumat yang akan datang, saudaraakan menerima lagi lembaran seperti ini. Jadi berarti setiap Jumat saudara akan menerima dan kemudian membacanya, menjadi suatu pembelajaran bagi kita - karena ini merupakan PA (Pendalaman Alkitab atau Pengajaran Alkitab) - supaya kita mengetahui dengan sungguh-sungguh. Terimakasih, inilah sekilas yang saya sampaikan supaya saudara tidak bingung “kenapa kok menerima ini, biasanya menerimanya pada hari Minggu.”Pada hari Minggu tidak ada cetakan lembaran ini, hanya untuk hari Jumat, maksudnya supaya kita betul-betul sedikit ditekan, di force untuk mencintai Firman Tuhan dalam bentuk PA.Kalau ada yang tidak berminat, memang tidak bisa dipaksa,tetapi kalau saudara digerakkan Tuhan, baik hamba-hamba Tuhan dari Surabaya danberbagai daerah,juga kita semua yang hadir disini akan setia mengikuti PA, saya memberikan dorongan positif untuk kita semua.

Jangan kita merasa sudah terbiasa bahwa hari Jumat adalah PA,tetapi sekarang harus merubah paradigma untuk menuju kepada pendewasaan rohani bahwa setiap kali masuk dalam PA kita rindu memperoleh sesuatu yang membuat kita dapat bertumbuh. Seorang anak TK tidak mengetahui untuk apa sekolah, yang ia tahu pokoknya setiap pagi ayah ibu membangunkan mereka kemudian pergi ke sekolah. Anak SD pun belum mengertitetapi jika ia sudah mulai duduk di bangku SMP, SMA bahkan Universitas maka ia mulai mengertimaksud sekolah atau kuliah. Sehingga biasanya anak yang mulai masuk SMP sudah mempunyai suatu cita-cita - ingin menjadi apa. Bila sudah masuk SMA, cita-citanya sudah menjadi lebih pasti.Saat masuk Universitas sudah ada kepastian sesuai dengan jurusan yang diambil,misalnya jurusan Kedokteran atau jurusan Hukum. Biarlah kita di dalam mengikuti PA ini ada suatu kepastian, khususnya dalam hal mempelajari Tabernakel.

Malam ini kita sedikit me-review kembali apa yg sudah kita pelajari pada Jumat yang lalu, yaitu kita melihat tayangan gambar seorang Lewi sedang meniup sebuah‘tanduk, saya mengatakan “tanduk domba” namun istri saya berkata “Itu bukan tanduk domba karena tanduk domba itu bentuknya melengkung,” lalu saya katakan “tidak tahu” mungkin tanduk rusa atau tanduk kambing, tetapi ini memang sebuah tanduk yang dipakai oleh bangsa Israel khususnya orang Lewi, pada tahun 2010 yang lalu, ditiup saat mereka memulai acara pesta Tabernakel.Mereka memang melakukan secara lahiriah, masih mempertahankan tata caranya.Walaupun sekarang ada banyak terompet bagus yang harganya mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta tetapi mereka tidak menggunakan itu, mereka tetapmenggunakan yang sederhana karena mereka ingin kembali seperti semula. Saudara, kita mau memperhatikan bahwa ini untuk event yang akan datang, kita harus mempersiapkan suara dan meniupkannya dengan baik.

Kita sudah belajar bagaimana suatu kerjasama yang baik seperti yang dapat dilihat dari gambar ini.Mereka merupakan suatu timyangmembentuk suatu kerjasama, terlihat di gambar bahwamereka berada di tempatnya masing-masing sambil memegang puzzle, dan mereka memiliki tujuan yang sama yaitu terciptanya bentuk puzzlesehingga mereka salingmenggabungkan antara puzzle yang satu dengan lainnya terciptalah kerjasama sebuah tim.Karena itu kita sekarang juga mau belajar, jangan merasa diri ini sudah baik tetapi dengan bekerjasama kita dapat menemukan apa yang tercantum di dalam Alkitab.Dibantu dengan teknologi yang adamereka dapat menemukan dan menayangkan gambar kartun ini, supaya dengan cara visualisasi inikita mudah mengingat makna kerjasama yang sebenarnya.

Tayangan :

  1. I.KERJA SAMA: SIAPA?
  2. 1.Pembicara
  3. 2.Para Hamba Tuhan pendukung sesi
  4. 3.Jemaat GPT Kristus Gembala dan Kristus Ajaib

Siapa bekerjasama? Antara siapa dengan siapa? Kita sudah belajarsiapa saja yang bekerja sama.Pertama adalah Pembicara.Pada Jumat yang lalu saya katakan, misalkan oleh kemurahan Tuhan mungkin kali ini, tahun 2013, saya masih menjadi pembicara utama tetapi bukan saya sendiri harus ada tim pendukung. Siapa tim itu?

Kedua adalah para hamba Tuhan pendukung sesi-sesi. Ini perlu sekali!Saya tidak malu mengatakan bahwa hamba-hamba Tuhan yang ada, katakanlah yang dapat saya lihat dan hubungi baik di Surabaya, di Jawa Timur, saya rindu kalian semua dapat menjadi bagian pendukung sesi-sesi yang akan diadakan pada tahun mendatang. Namun apakah itu sudah cukup? Hanya hamba-hamba Tuhan saja? “Ini kan PA, jadi untuk hamba-hamba Tuhan saja, sedangkan kita hanya jemaat, jadi yang begitu-begitu sajalah, mungkin cukup berkorban keuangan, bantu berdoa.”

Tidak demikian!Sekarang jemaat harus maju, saya telah katakan pada Jumat yang lalu bahwa Alkitab ditulis untuk jemaat, bukan untuk pendeta saja. Untuk semua!!Pada jamandahulu -jaman imam-imam, memang para imam diwajibkan untuk membaca, menghafal, mengajar dan melakukan Taurat tetapi merekamendengar bukan dari imam-imam.Bagaimanapara imam harus mengajar jemaat Israel yang berjumlah jutaan jiwa, terdiri dari 12 suku, besar kecil, tua muda, pria wanita?Jadi artinya mereka juga melakukan kerja sama yang baik. Sama seperti kita sekarang, harus ada kerjasama dari ketigabagian di atas, di mana bagian ketiga adalah jemaat -   khususnya jemaat di Gereja Kristus Gembala dan Kristus Ajaib karena saya mengajar di sini. Sekali lagi saya katakan supaya kita tidak lupa bahwa jemaat juga merupakan bagian yang sangat penting.

Sekarang kita telahmengetahui ada 3 bagian yaitu saya, rekan-rekan hamba Tuhan dan seluruh sidang jemaat.Tentunya kami juga sangat terbuka bagi jemaat-jemaat lain yang tidak tergabung dalam jemaat Lemah Putro dan Johor, tetap sebagai anggota Tubuh Kristus, kami sangat terbuka, kita harus bekerjasama dengan baik.

 

 

Bagaimana bentuk kerjasama itu? Dapat dilihat melalui gambar: secara fisik orang-orang yang berdiri dalam bentuk kartun itu saling bergandengan tangan dan ada juga tangan-tangan yang saling menopang dan saling berdoa. Hal ini banyak dikerjakan oleh beberapa aliran saat mereka beribadah. Itu tidak salah, saya tidak memvonis bahwa itu salah, tetapi bukan itu tanda mutlak adanya kesatuan hati atau kerjasama. Belum! Oleh sebab itu kami tidak memaksakan secara ekstrim untuk bergandengan tangan secara fisiktetapi kemudian sembarangan saja,lebih daribergandengan tangan secara fisik adalah bergandengan tangan dari hati kita masing-masing yang rindu untuk satu kesatuan.

Ini hanya suatu gambaran salah satu bentuk kerjasama, supaya kita mengerti bahwa kerjasama secara fisik, tangan si A dipegang oleh si B, maka di antara si A – B ada suatu perasaan“oh ya, tangan saya dipegang - disentuh.”Demikian pula di dalam pekerjaan Tuhan – secara rohani, bekerjasama berarti ada sentuhanyang kita rasakan. Misalnya saya menyampaikan Firman Tuhan, saya menyiapkan diri khususnya beberapa waktu untuk PA Jumat ini lebih gencar, maka hamba-hamba Tuhan yang hadir pada malam - petang ini ikut merasakan bahwa Pdt. Paulus Budiono sedang membutuhkan penopangan. Merasakan secara iman. Maka saudara hamba-hamba Tuhan berdoa untuk saya dansaya pun juga merasakan ada suatu topangan. Itu pasti dapat dirasakan, sekalipun secara fisik tidak saling sentuh – menyentuh, tetapi merasakan!!

Demikian pula dengan sidang jemaat yang dididik ini, pelan-pelan tetapi pasti juga akan teringat, apabila sudah mendekati hari Jumatmaka sidang jemaat sudah mulai menambahkan porsi doanya yang salah satunya adalah mendoakangembala yang sedang mempersiapkan pelajaran Tabernakel ini. Itulahnamanya suatu kerjasama yang indah! Tentunya ini dapat juga diterapkan di dalam kebaktian kaum wanita, kebaktian doa, dsb. Saya mengatakan bahwa ini tidaklah gampang dan mudah!Seringkali kita sudah terbiasa “Pokoknya kita datang, menjadi jemaat yang jujur, hamba Tuhan yang setia, sudah….!!!”Bagaimana hamba Tuhan–pembicara itu – sedang dalam persiapan,kita tidak mau tahu! Sekarang tidak ya?? Kita mau belajar! Saya sangat membutuhkan saudara untuk menolong.

Tetapi jangan seperti ini (yang satunya), kelihatan bekerjasama mengangkat batang besi, huruf – H ini. Berat sekali!!! Yang di depan, di belakang sudah berkeringat bukan maintetapi yang di tengah ada 2 orang yang berwarna putih itu ‘lenggang kangkung’. Ini bukan kerjasama, sekalipun 2 orang itu berada dalam barisan untuk membawa batang besi yang besar (mungkin untuk rel kereta api) tetapi ternyata 2 orang itu menjadi bos yang hanya memerintah “Kamu kerja sana.”Memang tampaknya mereka masuk di dalam team itutetapi tidak ikut mengangkat. Kerjasama bukan seperti itu!Dari gambar karikatur ini cukup jelas untuk membuat kita dapat terbuka - mengerti, “Oh iya ya, seringkali kita gampang mencela orang lain,kamu tidak jalan begini – begitu.” Coba jika kita ikut mengambil bebannya, kita dapat merasakan betapa beratnya beban itu. Jadi, kerjasama yang baik bukan seperti gambar yang ini tetapi diharapkan seperti ini.

Jika kita berdoa, marilah berdoa bersama-sama.

Apabila kita hendak menyusun sesuatu yang semakin lama semakin tinggi, dibutuhkan adanya suatu kerjasama yang baik.Makapasti akan tercapai!! Karena itu bila kita ikut dalam kerjasama untuk mengatur susunan balok ini semua, saya yakin tidak akan terjadi omelan, kritikan, cemoohan; sebab kita ikut. Saat seseorang ikut mengangkat sesuatu yang beratkemudian dia merasa kelelahan dan meletakkannya, maka yang lain tidak akan mengomel “Mengapa kamu tidak bekerja? Kamu malas!!!” Tidak!!!Karena saat dia mencoba untuk menolong mengangkat beban itu, dia akan merasakan betapa beratnyasehingga dia dapat berkata“Oh ya, kamu sangat memerlukan bantuan.”

Saya teringat suatu peristiwasaat saya mengajar Progsus. Saya meminta Bapak Tjipto untuk membuat 2 buah alas Tabernakel yaitu alas papan-papan jenang yang masing-masing beratnya 1 talenta atau diperkirakan 34,5 kg. Kemudian pak Tjipto membuat 2 buah, dicat warna perak persis seperti aslinya.Alas yang sesungguhnya memang dari peraktetapi tentunya kita tidak mampu untuk membuatnya dalam jumlah banyaksehingga kita hanya membuat yang sesuai bentuknya.

Pada suatu hari, saat saya mengajar Progsus, sebelum mulai pelajaransaya meminta bantuan beberapa siswa untuk memasukkan alas tersebut ke dalam kelas.Setelah selesai mengajar, saya berkata “Mari tolong membawa kembali alas ini.”Kemudian datanglah seorang hamba Tuhan tanpa banyak bicaraataupun bertanya karenamungkin dia berpikir ini adalah mainan, dia langsung mengangkat satu. Begitu diangkat, ia tidak dapatmenurunkannyakembalikarena beratnya bukan main, mukanya menjadi pucat, benar-benar pucat. Langsung teman-temannya datang menolong menurunkan alas yang 1 talenta itu.

Kita dapat melihat betapa pentingnya kerjasama. Empat puluh tahun imam-imam itu mengerjakan, membongkar – pasang, dan mengangkut begitu banyak benda-benda Tabernakel. Ada yang berat sekali. Saudara boleh membayangkan 1 alas beratnya 34,5 kg,harus diangkut, dibawa dalam perjalanan dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Apabila tiba pada suatu tempat, harus cepat-cepat dibangun,karena sebelum Peti Perjanjian tiba maka tabernakel harus sudah dibangun. Betapa cepatnya merekaharus bekerjadan itu membutuhkan suatu kerjasama yang sangat rapi, saling mengerti.

Di dalam Alkitab kita tidak pernah menemukan adanya omelan, atau saling mencemooh saat mereka mendirikan tabernakel, karena bila hal itu terjadimaka Tabernakel tidak akan terbangun. Kita dapat membaca di dalamkitab Keluaran pasal 25 sampai 40, bahwa di dalam perjalanan, sampai masuk ke Tanah Kanaan, tidak pernah ada 1 kisah yang menceritakan bagaimana imam-imam itu berkelahi sehingga Tabernakel tidak dapat dibangun. Tidak ada!! Namun setiap kali mereka berangkat, BONGKAR!! Setiap kali mereka tiba, PASANG!! Tidak pernah tercatat ada imam-imam yang mengomel dan tidak mau bekerjasama. Ini membuat saya sangat rindu untuk kita semua belajar bekerjasama. Saya tidak mengatakan bahwa saya ini hebat sudah dapat bekerjasama. Tidak!!! Masing-masing mempunyai latar belakang sendiri, tetapi jangan lupa kita mempunyai Firman yang satu.Itu sebabnya saya merindukan supaya kita dapat menjadi apa yang Tuhankehendaki.

  1. II.STRATEGI: BAGAIMANA?
    1. 1.Penyelidikan Alkitab secara utuh baik pribadi maupun kelompok
    2. 2.Diskusi dengan para hamba Tuhan pendukung sesi-sesi
    3. 3.Diadakan PA khusus Tabernakel

Sekarang kita harus mengatur strategi bagaimana caranya. Poin yang kedua adalah bagaimana caranya? Yaitu menyelidiki Alkitab secara utuh, baik pribadi maupun kelompok. Pribadi harus membaca, karena jika pribadi tidak pernah membacamakajika masuk ke dalam suatu kelompok untuk berkomunikasi dan berinteraksi, bagi yang tidak suka membaca akan menjadi kendala. Diajak berbicara tidak tahu, “Sudah pernah membaca? Tidak pernah. Ini yang menyulitkan. Itu sebabnyasaya katakan kita harus belajar, caranya yaitu menyelidiki Alkitab secara utuh baik pribadi maupun kelompok.

Kedua, diskusi dengan para hamba Tuhan pendukung sesi-sesi. Ini yang sedang kami lakukan. Setiap hari Seninpagi kami berkumpul, tentunya saya ingin supaya nantinya berkembang lebih jauh,tetapi sementara ini kami mendiskusikan dengan beberapa saudara pendukung. Mendiskusikan tentang Jumat yang lalu, saat saya menyampaikan PA, apa ada kekurangan, apa ada yang lolos, apa ada yang mungkin tidak begitu tepat bahasanya, kita terus belajar. Saya mengatakan ini adalah suatu terobosan-terobosan yang berbeda. Kalau dulu pokoknya saudara mendengarkan saya. Apa yang saya katakan A, saudara juga ikut mengatakan A; apa yang saya katakan B, saudara juga mengatakan B. Namun sekarang kita harus belajarkarena kita semua di sini adalah murid-murid, hamba-hamba Tuhan, anggota tubuh, antara satu dengan yang lain saling membutuhkan. Mungkin saat saya menyampaikan ada bagian yang terlupakanmaka hamba-hamba Tuhan - pendukung sesi-sesi ini menolong saya.

Dan kemudian yang ketiga adalah diadakan PA khusus Tabernakel seperti sekarang ini. Sebab itu saya memulaikan dengan “Andaikata saudara pernah belajar Tabernakel, dan mau mendukung saya; maka saya rindu untuk duduk belajar bersama-sama.” Saya tidak mauapa yang saya sampaikan ini adalah absolut(mutlak, -red.) dari saya. Dalamupaya menyampaikan PA ini, saya sangat membutuhkan dukungan doa saudara sehingga terjadi suatu kerjasama yang baikuntuk persiapan seminar mendatang, agar merupakan penyampaian yang tepat. Jangan sampai terjadi, misalkan: iluminasi pencerahan – menurut kehendak sendiri.Pelan-pelan kita akan mempelajarinya.

Karena itu jika diadakan PA seperti ini, kita mempunyai ‘goal’ - tujuan yang sudah saya sampaikan pada Jumat yang lalu.

III. GOAL PA TABERNAKEL: APA?

Loving God with all your Head – Heart – Hands

Agar jemaat GPT Kristus Gembala dan Kristus Ajaib :

-         Memahami dan menerima Pengajaran Tabernakel dan Alkitab sebagai satu kesatuan yang utuh.

-         Lebih mengasihi Tuhan Yesus Kristus, Firman yang telah menjadi manusia dan bertabernakel diantara manusia dan nyata kemuliaan-Nya

-         Siap melayani Tuhan dalam Seminar Tabernakel th 2013.

Pada malam ini ditayangkan secara sederhana yaitu supaya kita mencintai Allah Tuhan kita dengan akal budi (Head), hati kita (Heart), dengan kekuatan kita (Hands / tangan). Ini perlu!! Dan ketiganya tidak dapat dipisahkan, merupakan satu kesatuan. Tuhan mengatakan “CintailahTuhan Allah-mu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu, dengan segenap akal budimu.” Dan keempatnya ini tidak dapat dipisah - dipotong. Tadi saya sharing dengan anak saya, saya berkata: “Van..Tuhan mengatakan “Cintailah Tuhan Allah-mu dengan 1 – 2 – 3 – 4”, kalau saya berkata “Tuhan, saya mencintai dengan segenap hatiku,” tetapi saya tidak mau melayani dengan tanganmaka saya tidak mencintai Tuhan dengan segenap hati. Tidak ada cinta, hanya omong kosong belaka!

Tuhan mengatakan“Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu, kekuatanmu, dan akal budimu.” Nah..ini berarti kita harus belajar!Saya tidak perlu mengatakan sudah hebat. Tidak!! Melalui membaca, seringkali dalam keseharian bersama dengan istri, saya terus merenungkan. Terus terang saja, saya harus mencintai istri saya,tetapi bagaimana saya dapat mencintai dia jika saya tidak mencintai Tuhan Allah dengan segenap hati, kekuatan. Seringkali saya masih sangat lemah dalam hal ini, tetapi tidak apa-apa. Bukan berarti saya merasa tidak layak kemudian ‘ngambek’. Itu berarti kita tidak mau dikoreksi. Saya mau terus belajar. Ini yang menjadi ‘goal’ dari PA kita.

Berikutnya goal PA Tabernakel adalah agar Jemaat dan Gembala Kristus Gembala – Ajaib khususnya, memahami dan menerima Pengajaran Tabernakel dalam Alkitab sebagai satu kesatuan utuh.

Saya garis bawahi ini dibantu oleh rekan-rekan untuk memperbaiki bahasanya. Maksudnya jika kita melihat gambar Tabernakel ini(terpampang di dinding dalam Lemah Putro, -red.), walaupun ada gambar perempuan dan gambar laki-laki, saya tidak mau mengatakan bahwa ini gambar Yesus karena Yesus bukan seperti ini. Jadi saya tidak mau, jangan mengatakan saya ekstrim. Tetapi ini bukan!! Hanya sekadar gambar.Nanti jika Tuhan mengijinkan, ini merupakan kerinduan saya, di sini akan dipasang suatu gambar Tabernakel yang cukup besar. Sekarang sangat mudah, tinggal dicetak saja di komputer kemudian dicetak dan langsung diperbesar supaya dapat terlihat dengan jelas Tabernakel itu sendiri. Ini utuh!!Seringkali saya katakan, waktu mereka mau membangun itu, Allah memberikan rancang bangun-nya secara lengkap dan utuh.

Kemudianpada saat Musa memulai pembangunan yang dibantu oleh Aholiab, Bezaliel dan lainnya, juga merupakan kesatuan yang ‘utuh’(baca di dalam kitab Keluaran 25 dan seterusnya). Kemudian setelah semua bahan-bahandipersiapkan, dalam hal ini belum didirikan maka Musa memeriksa lagi dan menemukan secara utuh, lengkap. Perhatikan! Setelah semua itu terjadi maka Allah memerintahkan Musa untuk mendirikannya dan tidak ada satu alatpun yang sudah dibuat tetapi tidak dimasukkanke dalamnya. Apa saja yang dibuat? Apakah itu seutas tali atau sebuah pasak, tembaga atau kaitannya, semuanya lengkap. Setelah semua terpasang secara rapi maka di dalam Keluaran 40dikatakan bahwa waktu Musa menggantungkan kain tirai pintu gerbang, selesailah semua pembangunan itu, tidak ada yang kurang, maka Tuhan hadir.

Kita sekarang ini harus meningkat lebih jauh, memahami pengajaran Tabernakel dalam ‘keutuhan’nya. Sekalipun saat kita belajar, mungkin bagian per bagian, alat per alat tetapi jika kita melihat Tabernakel, kita harus melihat secara ‘utuh’ seperti kita yakin Alkitab ini utuh sekalipun terbagi dalam enam puluh enam kitab. Oleh sebab itu saya katakan, kita harus konsekuen, tidak boleh menyukai satu kitab lebih dari kitab yang lain. Aduh kitab ini saya ‘sangat’ senang tapi jika kitab yang lain, saya ‘kurang’ senang.”Tidak boleh! Alkitab ini Firman Allah dan firman itu menjadi daging, itulah Yesus maka itu berarti satu keutuhan dan Dia bertabernakel di tengah kita!

Jadi untuk memahaminya, melalui waktu ke waktu, kita akan terus belajar dengan dorongan, dukungan saudara melalui doa, dan kita akan lebih mengasihi Tuhan Yesus Kristus, firman yang sudah menjadi manusia dan bertabernakel di antara manusia dan nyata kemuliaan-Nya. Akhirnya kita semua siap untuk melayani Tuhan dalam seminar Tabernakel tahun 2013.

Sekali lagi, ini bagian ketiga, tetapi saya tidak mau mencantumkan satu, dua dan tiga sebab jikaterdapat beberapa poinmaka kita cenderung memilih, “Wah saya suka nomor tiga, saya senang nomor dua, saya senang nomor satu.”Namun jika hanya tanda bulatan maka penyebutannya menjadi tidak terpisahtetapi satu kesatuan.

Memahami dan menerima pengajaran Tabernakel ini sampai kita mengasihi Tuhankarena pengertianmenjadi Tabernakel adalah siap melayani, menjadi satu. Jangan sampai di tahun 2013 ternyata ada satu diantara kita yang tidak masuk dalam pelayanan! Ini bukan suatu pemaksaan karena saya tidak memberi honor kepada saudaratetapi pembangunan tubuh Kristus menuntut pengertian, pemahaman sepenuhnya dari kita. Semakin kita bertumbuh makapengetahuan menjadi semakin baik.

Tadi telah kita tayangkan rencana Pendalaman Alkitab ada52 kali. Saya diingatkan, jika sekarang sudah memasuki bulan ke tiga maka jumlah Jumat sampai dengan akhir tahun tidak mungkin memenuhi kuota 52 kali, pasti sudah berkurang. Kalau satu bulan empat kali Jumat, berarti sudah berkurang delapan kali. 52 kali ini dapat diteruskan pada tahun 2013. Sebelum seminar diadakan, jika Tuhan izinkan, kita sudah dapat memenuhi kuota ini untuk mempelajari Tabernakel.

Ini baru intro dan malam ini-pun masih intro. Kita nanti dapat mencapai kitab Yohanes dan yang lainnya, saudara sudah membaca pada tayangan yang lalu, saya tidak menayangkan lagi. Nah begitu banyak pelajaran yang akankita pelajari.Tadi saya sudah menayangkan melalui buku ini. Jika misalnya ada pertanyaan-pertanyaan, nanti akan ada sesi tanya jawab. Hari ini,kita akan mulai masuk pada pelajaran berikutnya, kita mempersiapkan diritetapi kita sedikit me- “review” kembali.

Mengapa perlu mandiri?Saya telah mengemukakan dua pribadi, yaitu Ayub dan perempuan Samaria dan orang-orang Samaria. Saya sedikit mengajak saudara untuk “review” kembali supaya saudara tahu.

Pertama Ayub, dulu ia hanyamendengartetapi sekarang melihat.’Kita akan memegang landasan dari pengalaman pribadi Ayub. Selama dia tidak mengetahui Allah yang sebenarnya maka muncullah banyak masalah sampai terjadi keretakan diantara sahabat yang sangat karib. Secara pribadisaya diingatkanTuhanbahwa‘siapakah saya?’ Ayub sendiri yang sangat mengerti Alkitab tetapi tidak mengenal Tuhandapat membuat suatu persekutuan menjadi renggang karena dia terus memposisikan diri ‘lebih benar’ dari teman-temannya.Hal ini mengakibatkan teman-temannya juga berdosa karena jengkel dan marah kepada pribadi Ayub yang tidak pernah mau mengakuidirinya kalah, bersalah.Namun pada pada saat dia mengenal Allah, ia menyesal dan berkata, “Dulu aku mendengar orang berkata tentang Engkau tetapi sekarang aku sendiri melihat-Nya. Aku menyesal, aku mencabut semua perkataanku.

Saya ingin sedikit menambahkan, setelah dia berubah karena telah mengenal Tuhan maka Tuhan menambahkan umurnya seratus empat puluh tahun. Saya pernah mengatakan, seandainya Ayub menikah pada usia40 tahun kemudian dalam kurun waktu 10 tahun dia mendapat sepuluh anak, dan anak-anak itu menjadi dewasa sampai usiaminimal 20 tahun, maka saat berusia tujuh puluh tahundia menerima ujian berat ituyang pada akhirnya dia tidak mampu untuk menahan diri karena dia tidak mengenal Tuhan. Namun sejak dia mengenal Tuhan maka kondisinya pulih kembali, teman-teman dan famili-familinya yang sudahmenjauh menjadi dekat kembali. Dan dalam 140 tahun dia hidup dalam kondisi yang sangat mengenal Tuhan dan berkatnya dua kali lipat. Anak-anaknya lengkap, istrinya menyatu kembali bahkan lebih erat dari sebelumnya.

Pada waktu Ayub belum mengenal Tuhan, sekalipun dia tidak berbuat salah tetapi istrinya sempat mengomel bahkan mengutuki “Bapa Ayub kalau mungkinengkau mati saja.”Jika suami istri tidak mengenal Tuhan, lama kelamaan berpikir untuk mati saja. Ayub mengatakan, “Mengapa aku hidup, lebih baik aku mati saja. Mengapa ada ibu yang mengandung dan melahirkan aku?” Mengapa dan mengapa, sementara istrinya mengatakan “Mati sajalah engkau!” Sudah tidak cinta suaminya, karena suaminya sudah mulai jelek. Keduanya tidak mengenal Tuhan. Apakahmengenal Alkitab? Kenal betul, bukan main, Ayub bisa menyampaikan ayat-ayat yang saya tidak bisa menyampaikan seperti itu tetapi kondisi rumah tangganya cukup parah, tegang dan retak. Namun setelah Ayub mengenal Tuhan, setelah suami mengenal Tuhan, mudah bagi istri untuk menyatu. Melahirkan sepuluh anak, katakanlah 10 tahun, eratnya bukan main sampai 140 tahun. Luar biasa bukan? Itu terjadi jika kita mengenal Tuhan!!

Kita harus mengenal Tuhan di dalam Pendalaman Alkitab ini. Saya katakan hal ini agar kita dapat memeriksa hari-hari ini, apakah kita sudah mengenal Tuhan? Kita harus mengatakan, “Tuhan tolong saya untuk mengenal Engkau, melalui kisah Ayub.”

Kedua, mengenai orang-orang Samaria.Saya hanya sampaikan sekilas supaya kita semua mengetahui bahwa mereka tidak begitu saja percaya kepadaperkataan perempuan Samariatetapi mereka masih ingin untuk bertemu Tuhan Yesus secara pribadi dan menjadi percaya. Saudara boleh bayangkan jika orang-orang Samaria itu berkata, Memang semula kami percaya akan kesaksianmu, perempuan Samaria,tetapi sekarang kami percaya bukan karena kesaksianmu lagi tetapi karena kami telah mendengar, melihat dan mengetahui sendiri bahwa Yesus adalah ‘juruselamat’ dunia.” Bayangkan! Orang Samaria ini percayanya menjadi “dobel, mereka percayakarena kesaksian perempuan Samariakemudianketika bertemu Yesus sendiri, iman – percaya mereka makin bertambah lagi. Dan itu memang demikian.

Saat kita membaca Alkitab maka Firman Kristusmembuat iman saya dan saudara bertambah. Kalau kita tambah lagi dua hari berkumpul, apakah iman kita tidak semakin bertambah lagi? Pertama-tama mereka bertemu dengan perempuan Samaria, menjadi percaya Yesus. Kemudian mereka tidak tinggal diam, mereka mau bertemu Yesus sendiri. Pada saat mereka bertemu Yesus, mereka makin percaya kepada Yesuslalu meminta Yesus untuk tinggal dua hari lagi.

Saudara boleh bayangkan, percaya, tambah percaya dan tambah percaya lagi. Mengapa orang Kristen seringkali mengatakan, “Iman saya telah gugur, lemah.”? Mungkinkah hari Jumatengkau membaca Alkitab, hari Sabtu tidak membacanya lagi? Mungkinkah hari Minggu kita membaca Alkitab, iman kita diteguhkan, hari Senin tidak membacanya lagi sehinggaimannya turun, hari Selasa tidak membaca lagi, imannya tambah turun lagi. Kemudian hari Jumat membaca lagi, imannya naik lagi. Berarti imannya naik turun, naik turun. Waktu imannya naik, gembira, waktu imannya turun, mengomel. Gembira mengomel, gembira mengomel, lama-lama menjadi begini (miring – gila). Betul bukan? Sebab itu kita harus membuktikan, kita percaya. Mengapa? Saya percaya karena bertemu Yesus, persilakan supaya persekutuan itu bukan hanya dua hari tapi sepanjang hidup kita. Dengan pembelajaran Pendalaman Alkitab ini, Tuhan mau menolong saya dan saudara. Tentunya saya tidak dapat memvonis atau bersikap otoriter Jika kamu tidak datang, tidak boleh ikut lagi, jika kamu tidak datang, kamu tidak boleh mendapatkan lembar cetakan ini.” Saya sungguh mendorong saudara, supaya kita semua dapat lebih mengerti dan memahaminya.

Mari kita mempelajari secara logika, mengapa kita dapat mengetahui sikap Ayub yang mengenal Tuhan? Atau mengapa kita dapat mengetahui sikap orang-orang Samaria yang imannya semakin bertambah karena mengenal Tuhan? Itu semua bukankah kita telah membaca dari kitab Ayub atau dari Injil Yohanes? Tentang kisah Ayub dan orang Samaria, semua terdapat di dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Inilah gunanya kita membaca Alkitab. Kalau kita memiliki Alkitab, perlu diperhatikan, bagaimana sikap dan respon kita terhadap Alkitab? Malam ini kita mempelajari “Sikap kita.”Jika betul mengenal Tuhan maka terlihat dari sikap kita.

Saat Ayub bertemu Tuhan belum ada Alkitab. Saya juga tidak mengetahui bagaimana caranya Ayub bisa menyuarakan kalimat kalimat yang sangat banyak sementara saat itu belum ada Alkitab. Pada waktu orang-orang Samaria mengenal Yesus, kitab-kitab Perjanjian Baru juga belum ada. Sekarang kita sudah mendapat Firman Allah - Alkitab yang lengkap, bagaimana respon kita terhadap Alkitab? Mengapa Alkitab ini perlu ditulis? Mengapa sekarang ada Alkitab Perjanjian Lama-39 kitab dan Perjanjian baru-27 kitab? Apakah tidak cukup berbicara saja? Apakah tidak cukup Pendeta saja yang berkhotbah dan kita mengingat-ingatnya saja? Apakah tidak cukup kita hanya mengangguk-angguk saja? Apakah tidak cukup? Jelas tidak cukup!! Karena Allah menyadari bahwa manusia sangat pelupa,maka Roh Kudus menggerakkan penulis-penulis Alkitab dengan urapan-Nya menuliskan kitab-kitab di dalam Alkitab dan kita mengakui sebagai Firman Allah.

Kalau saya lupa, saya sering bertanya kepada istri saya dimana ayat itu? Andaikata saya ingat ayat-ayat itutetapi tidak memiliki Alkitab, atauseandainya saya mempunyai masalah dan membutuhkan Firman Allah untuk menopang, apa jadinya jikatidak memiliki Alkitab?Karena hanya Alkitab yang dapat memberikan way out - jalan keluar solusi. Maka celakalah hubungan saya dengan istri, begitu mengerikan jika saya tidak memiliki Alkitab. Saya harus mengambil keputusan yang betul, jika salah maka nikah saya akan berantakan. Untung ada Alkitab, sehingga saya bisa mencari. Di mana Tuhan ayatnya tentang nikah? Saya mencari. Ada ayat Firman Allah yang saya pegang, dikatakan, “suami istri satu dan tidak pernah dipisahkan!”Titik! Itu benar. Kami bersyukur kita masih bersatu karena ada Alkitab.

Sekarang bagaimana sikap kita saat membaca Alkitab? Bagaimana sikap kita saat mempelajari Tabernakel yang dapat menumbuhkan rohani? Kita sangat membutuhkan Alkitab yang tanpa salah ini. Ini penting supaya kita merenungkan kembali. Kita mengetahui bahwa Alkitab merupakan ilham Roh Allah. Walaupun ditulis oleh manusia tetapi bukan kehendak, rancangan, ide manusia, hobby atau sesuatu yang dari manusia, tetapi dari Allah sendiri.

            Itu sebabnya Rasul Petrus mengatakan, Alkitab tidak boleh ditafsirkan atau diuraikan menurut kehendak sendiri. Kalau tidak boleh diuraikan dengan kemauan sendiribagaimana kita dapat menguraikan ayat ini? Terutama Yohanes 1:14 yang akan kita pelajari,“Firman itu telah menjadi manusia.” Bagaimana kita membaca dan menelusurinyakarena ini dari Tuhan, bukan dari manusia?Jika kita dapat menghargai tulisan atau karangan orang yang tersohor, terlebih lagi terhadap Alkitab, Firman Allah ini. Kita diingatkan dan diberi semangat kembaliakan sikap kita dalam membaca Alkitab, jika ada sikap main-main, maka mulai malam ini kita dikoreksi dan diperbaiki.

Bukan sikap secara fisik, “jika kita membaca harus pelan-pelan, tidak boleh digoyang.” Bukan begitu! Tuhan melihat hati kita. Saat kita membaca,Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah sendiri.” Bagaimana hati kita? Bagaimana respon kita? Bagaimana sikap kita terhadap Firman Allah yang sanggup menolong, mengubah karakter kita menjadi seperti karakter Tuhan?Jika kita bermain-main dengan Alkitab, kita juga akan meniliki karakter suka main-main di dalam nikah dan semua persoalan. Saya katakan ini karena saya mau belajar lagi.Kita belum sempurna, itu sebabnya kita harus belajar dan bersikap hormat saat kita mendengar Firman.

Yesus pernah mengatakan, “Itu sebabnya waspadalah, perhatikan bagaimana engkau mendengar.” Saya masih mau belajar banyak. Mengapa seringkali kita melihat sikap yang berbeda saat membaca Alkitab ini? Siapakah yang menulis Alkitab ini? Saya akan tunjukan kepada saudara penulis Alkitab. Saya mencoba untuk mengelompokan dari empat puluh lebih penulis Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menjadi dua kelompok.

Bagaimana seharusnya sikap / respon kita terhadap Alkitab?

 

Pertama, kelompok terpelajar. Kedua, kelompok tidak terpelajar. Ini terkait jenjang pendidikan formal. Saya ingin mengajak saudara untuk memperhatikan Alkitab kita masing-masing. Di dalamnya ada pribadi yang terpelajar seperti Salomo yang sangat hebat,juga Musa tetapi ada yang tidak terpelajar seperti Petrus, Yohanes dan lain-lainnya.

Secara logika saudara enggan untuk membaca buku-buku karangan orang yang tidak ternama– terkenal. “Buku karangan siapa ini? oh tidak ternama, pasti karangannya tidak bagus.”Sebaliknya, siapa yang mengarang? Wah Shakespeare – pujangga yang hebat. “Aduh bukan main, bukunya harus saya baca.” Entah benar atau tidak isinya, pokoknya apa yang ditulis pasti benar karena kita telah terpengaruh oleh nama besar si penulis.Saat kita membaca kitab Amsal Solaiman, wah sungguh luar biasa. Tulisan raja Salomo yang paling berhikmat,sayamembacanya berulang-ulang.Namun saat saya membaca surat Petrus, eh siapa Petrus itu, nelayan – tidak terpelajar – lalu kita baca surat 1 dan 2 Petrus begitu saja. Semoga tidak demikian, ini saya hanya mengira-ngira saja.

Amos mengatakan, “Aku seorang gembala, aku bukan apa-apa.”tetapi dia tulis kitab Amos dan beberapa yang lain. Kita perhatikan baik-baik. Saya ingin mengajak saudara untuk belajar. Jika kita mengetahui Alkitab ini ditulis oleh dua golongan, orang yang tidak terpelajar dan terpelajar karena sekolah,marilah kita simak lebih jauh.

Petrus – seorang yang tidak terpelajartetapi bukan karena dia kurang berpendidikan formal sehingga berarti dia tidak suka dan tidak mau membaca. Kita tahu ceritanya dia bukan orang terpelajar tetapi bukan karena dia kurang terpelajar secara formal lalu dia tidak mau membaca.Kita mengetahuimemang Petrus adalah sosok pribadi yang tidak terpelajar, baik kata orang Yahudi, orang Roma, maupun pemimpin-pemimpin pada waktu itu. Petrus hanyalah seorang nelayan, pekerjaan dan kesukaannya adalah menangkap ikan, setiap hari tangannya berlumuran lumpur dan bau amisnya ikan. Saat dia belum mengenal dan mengetahui Yesus yang mati itu sudah bangkit, dia mengajak teman-temannya untuk kembali mencari dan memancing ikan lagi.Namun saat dia dipenuhkan dengan Roh Kudus, justru Petrus sangat mengetahui tulisan-tulisanRasul Paulus. Bayangkan, dia bukan seorang doktor yang suka membacatetapi sekarang diaselalu membaca surat-surat dari Rasul Paulus. Percaya tidak? Dia juga baca surat-surat dari teman-temannya yang lain. Coba kita membaca di dalam 2 Petrus pasal terakhir.

 

II Petrus 3:14-16“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.”

 

            Selain tulisan Rasul Paulus, tulisan-tulisan teman yang lain juga dibacanya. Inilahperkataan Petrus di dalam pasal 3 ayat 1, coba sedikit ditambahkan.

 

II Petrus 3:1“Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, …”

Di sini Petrus menulis surat yang kedua, berarti sudah ada surat yang pertama. Kemudian dia juga mengetahui surat-surat Paulus. Darimana dia mengetahuinya? Seorang pendeta tidak boleh berbohong,jadi jika dia belum membaca tidak mungkin kemudian dia mengatakansudah membaca. Dia mengetahuinya. Dia menulis surat: “surat-surat dari Paulus yang datang kepada kamu, diantaranya—didalamnya terdapat beberapa ungkapan yang sulit.”Mengapa diadapat mengetahui bahwa adabagian-bagian dari tulisan Rasul Paulus yang sulit, entah di surat Roma, atau di surat Galatia, atau di surat Efesus dan sebagainya? Bagaimana dia mengetahui, jika tidak membaca?

Siapakah Petrus? Bukan orang besar. Siapakah Petrus? Bukan orang yang suka membaca. Namun mengapa sekarang dia suka membaca? Karena dia telah bertemu Yesus. Apakah saudara sudah bertemu Yesus? Hamba-hamba Tuhan mungkin mengatakan, Ah saya tidak sekolah teologia.” Mungkin pula anak-anak sekolah teologia dipaksa untuk membaca, membaca, membaca. Semoga setelah membaca dan terus membaca, terutama Alkitab, Firman Allah, kita tidak boleh mengatakan, Oh, saya tidak perlu sekolah Alkitab. Petrus saja tidak sekolah, Yohanes juga tidak sekolah Alkitab.” Siapa bilang? Mereka langsung dididik oleh Guru Besar, Mahabesar, tiga setengah tahun.Itu yang membuat Petrus suka membaca, membaca dan membaca.

Nanti kita akan menyelidiki apakah tulisan Petrus ada kaitannya dengan tulisan Yohanes,apakah ada kaitannya dengan Tabernakel? Ini sangat penting. Saya akan menjelaskannya, walau hanya ‘sekelumit’saja.

Saya sangat kagum. Orang dapat saja mengatakan bahwa Petrus dan Yohanes adalah orang yang tidak terpelajar, tetapi Allah melihat, “rasul-Ku ini terpelajar, sangat terpelajar,” karena bukan sekadar simsalabimlalu tiba-tiba dia dapat mengerti, tetapi dia membaca. Jangan kita simsalabim“saya tidak sekolah Alkitab, tetapi saya dapat khotbah tanpa sekolah.”Petrus belajar!Saya sangat kagum. Dia membaca bukan hanya sekadar membaca lalu menelan, menerima begitu saja.

Mari kita bandingkan, surat dari Petrus tidak belajar—artinya tidak sekolah formal – dengan surat rasul Paulus. Rasul Paulus adalah benar-benar seorang cendikiawan, teolog, doktor – profesor. Umumnya, kita yang kurang sekolahtidak mempunyai gelar S.Th., atau sarjana, kita akan sangat kagum kepada tulisan orang yang ber-title - bergelar. Itu umum, kita tidak bisa membohongi atau menyangkalnyakarena memang suatu kebenaran. Namun Petrus waktu membaca surat Paulus, dia teliti.“Oh, kalau rasul Paulus menuliskan ini, pengertiannya kesana. Persis sama dengan apa yang saya tuliskan. Sama!

Namun orang-orang lain yang mendapatkan surat Paulus kemudian membacanya, tidak mengerti, karena tidak mempunyai iman, tidak mengimani tulisan rasul Paulus, tidak mengimani bahwa tulisan rasul Paulus itu adalah Firman Allah sehingga mereka memutarbalik pengajaran rasul Paulus itu. Oleh sebab mereka sudah biasa memutarbalikkan sebuah kitabmaka mereka mudah terpancing untuk memutarbalikkan kitab-kitab yang lain. Ini kata Petrus. Berarti Petrus bukan hanya menulisatau menulis nasihat kepada orang laintetapi dia juga senang membaca tulisan rekan-rekannya. Sukakah saudara membaca khotbahpendeta lain? “Wah, saya tidak mau jika bukan pengajaran Tabernakel, saya tidak mau membaca.”

Saya prihatin dan menangis. Apabila saudara mendengar ini, mohon supaya saudara berdoa. Kita tidak menyalahkan siapa-siapa tetapi ini harus menjadi keprihatinan kita bersama terutama di dalam Kabar Mempelai: Saya mendapatkan telepon langsung juga tulisandari negara kincir angin. Saudara tahu? Dan suara itu mengatakan sekarang di Belanda, tidak ada lagi Kabar Mempelai. Saudara mengetahui apa yang telah terjadi? Tidak ada lagi orang yang senang beribadah – ke gereja. Gereja yang di Amsterdamsekarang kosong, itudari pengakuan penatua.

Saya e-mail kembali dan mengatakan,“saya berdoa supaya dalamrapat besar kalian nanti, Tuhan kiranya mengobarkan kembali karunia-karunia yang pernah kalian terima.” Saya tidak dapat berkata apa-apa, saya hanya sesama anggota tubuh, sesama penyandang pengajaran Mempelai ini. Kita seharusnya prihatin, kita tidak dapat mengatakan “wah, mereka kurang ini, kurang ini, kurang itu…” Apakah kita sudah kelebihan, hebat? Tidak!! Kegagalan merekaadalah kegagalan kita. Satu anggota tubuh sakit, semua ikut merasakan sakit tetapi kita tidak pernah mempraktekkannya. Waktu saya membaca ini saya menangis. Saya katakan kita harus prihatin, kita harus berdoa.

Kita kurang mau membaca, tidak suka membaca yang lain. “Yang penting ini, yang lain tidak boleh dibaca. Semuanya sesat. Hanya milik saya yang benar.” Tidak ada!,yang benar hanyalah Alkitab ini, bukan khotbah-khotbah laintetapi hanya Firman Allah saja.

Firman Allah sudah sangat jelas.Berapa kitab yang ditulis oleh rasul Paulus? Katakanlah 13, ada yang mengatakan 14 termasuk Ibrani, ditulis oleh rasul Paulus. Apakah waktu itu Petrus menyebutkan sudah lengkap, saya tidak mengetahuinya, tetapi setidaknya banyak tulisan-tulisan Rasul Paulus yang dibacakan dan kemudian sudah diputarbalik.

Namun Petrus tidak, walaupunPetrus tidak sekolah tetapi ia tidak gampang diputarbalikkan. Ini bagus. Dan dia tidak sombong. Bukan karena dia tidak sekolah maka dia menjadi sombong,“saya mengetahui hal-hal yang rohani, mengetahui rahasia, mengetahuitulisan ini tidak benar, tulisan ini menyesatkan.” Tidak, dia tidak sombong!Dia hanya menginginkan supaya penerima surat Petrus boleh terus belajar. Dan saya banyak belajar dari-nya,“Petrus suka membaca, maka sayapun juga mau membaca.”

Dahulu saya seringkaliterpengaruh tidak mau membacatetapi sekarang banyak membaca, banyak membaca, sedikit banyak memiliki nilai tambah. “Oh, tulisan ini. Saya bisa bandingkan dengan Alkitab.” Bukan dibandingkan dengan pengajaran saya. Apa yang ditulis, tentunya mengambil ayat-ayat Firman Allah tetapi apakah ayat-ayat itumemang sebenarnya berkaitan atau hanya ditepat-tepatkan atau dipaksa-paksakan? Maka saya perlu mengkonfirmasikan dengan kebenaran Alkitab. Disitu saya banyak belajar dan saya ingin juga mendorong kita semua, hamba-hamba Tuhan untuk suka membaca.

Ini adalah salah satu contoh tentang Petrus. Belum Yohanes, belum Yakobus, belum Yudas yang menulis supaya penerima suratnya dapat terus mempertahankan iman, mempertahankan kebenaran yang luar biasa. Kalau saya harus katakan, masih sangat banyak, tidak cukup waktunya. Namun ini yang menjadi dorongan saya dan saudara yaitu jika kita membaca surat janganlahmembeda-bedakannya. Maksud saya di dalamAlkitab ini,setiap kitab mengandung kehidupan kekal karena Alkitab ini adalah Firman Allah. Saya sangat terdorong, jika nanti pada waktunya kita harus membaca kitab Keluaran 25-40, baca lagi, baca lagi,supaya kita diberkati Tuhan dengan sangat luar biasa.

Saudara, kedua kita mengambil contoh dari jemaat Berea yang sudah seringkali saya sebutkan itu. Kita contoh cara mereka belajar Alkitab. Mereka selidiki, mereka gunakan akal budi untuk memeriksa. Waktu saya membaca ulangdan membaca ulang Kisah rasul 17, saya menemukan kerendahan hati dari orang Yahudi disana, sehingga mereka menggunakan akal budinya untuk menyelidiki.Saya melihat disini, orang yang memakai akal budi belum tentu menjadi sombongtetapi jika dengan akal budinya dia mencari tahu, benar atau tidaknya Alkitab ini, justru akan membuat dia beriman.Namun jika kita menggunakan akal budi ini hanya untukpengetahuan saja, kira-kira ini bagaimana, sekadar untuk suatu teori, itu memang akan membuat orang menjadi sombong. Jemaat Berea - orang Yahudi, justru beriman karena mereka menemukan kebenaran Firman Allah itu sendiri.

TAYANGAN :

-         Yesus : Firman, Tabernakel Sejati.

Tidak perlu jauh-jauh saudara, saya kembali pada waktu mereka semua memeriksa Firman Allah, dan Firman itulah Yesus sendiri. Apa kata Yesus? Coba satu ayat saya tambahkan pada malam ini.

Yohanes 7:14-18 “Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: "Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!" Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada

            Yesus, Firman Allah, diragukan? Alkitab ini masih banyak yang meragukan. Bagaimana dengan saudara dan saya? Tuhan tidak memaksakan diri atau ngototmemaksa orang lain harus dengan Dia, tetapi Dia katakan “kamu sendiri yang memeriksa, kamu sendiri yang menilai.”Waktu saya mendapatkan kisah ini, saya melihat satu sosok Hamba Tuhan yang sungguh benar. Apa benarnya?

            Saat Yesus mengajar, Dia tidak takut untuk dikoreksi, Dia mempersilahkan mereka untuk menyelidiki.Ini saya temukan di dalam diri Yesus, sungguh suatu sikap yang baik. Silahkan kamu memeriksanya sendiri, apakah ajaran saya ini salah atau benar?”Seorang hamba Tuhan haruslah mempunyai sikap seperti Yesus.Andaikata khotbahnya dijelekkan, didiskreditkan atau tulisannya tidak dianggap, tidak apa-apa, silahkan diperiksa. Oleh sebab itu saya katakan, pengajaran tabernakel ini sudah waktunya siap untuk dibeberkan, untuk ditanggapi oleh semua kalangan gereja. Jika dari kalangan protestan atau dari kalangan STTyang seringkali memojokkan pengajaran tabernakel, mengapa sekarang kita tidak mau belajar dengan baik?Itu sebabnya mulai sekarang kita mau belajar lagi tabernakel untuk menghadapi seminar di tahun mendatang. Kami rindu seminar itu akan dihadiri oleh dosen-dosen dan mereka-mereka dari STT yang lain. Jika hanya untukkalangan kita sendiri, tidak perlu diadakan! Namun kami sangat terbebankarena pengajaranini betul-betul sangat jelas di dalam alkitab, sangat lengkap, sangat rapi, sangat kuat.Jika memang mereka tidak mau percaya, mereka anggap pengajaran tabernakel ini adalah rekayasa dari seorang hamba Tuhan, katakanlah almarhum Pendeta Van Gessel, tentunya kita akan belajar lebih jauh nantinya.

            Mengapa kita tidak berani untuk mengatakan, “ayo silahkan periksa.”Jika mereka katakan alegoris yang dipaksakan, buktikan bahwa kita tidak alegoris seperti yang mereka sangka. Jika memang betul alegoris yang dipaksakan, katakan pada Tuhan “minta maaf Tuhan, minta ampun Tuhan, saya ubah, ini dipaksa-paksakan. Kita harus berani jujur! Tuhan Yesus katakan,“coba periksa” dan memang di dalam pengajaran Yesustidak pernah ditemukan suatu kekeliruan.Berlainan dengan apa yang dikatakan oleh Ayub, banyak salahnya, iya kan? Karena itu Ayubmencabut perkataannya, itu jujur. Sayapun juga demikian, apa yang saya katakandapatsalah. Itu sebabnya kita harus jujur mengakuinya,“oh iya saya salahberbicara, salah tafsir, saya salah.” Tidak apa-apa, tidak perlu merasa malu.Jikalau sesuatu terjadi, kita seringkali terbiasa untuk gengsibahwa pengajaran tabernakel ini luar biasa, sehingga tanpa sadar kita sombong.Kita tidak sempurna, kita masih dapat membuatkesalahan, dapat bertindak kelewatan, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu inilah saatnya kita belajar, lewat dukungan doa saudara, sungguh-sungguh saya katakan “dukungan doa saudara”.

            Untuk jumat mendatang, marilah kita akan baca baca dan baca “waduh, pak Paulus, ini salah tidak sesuai dengan firman Allah.” Saya ingin saudara membuktikan dalam Alkitab, “ini salah pak Paulus.” Jangan dikatakan,“pak Paulus ini salah, karena kata orang lain begini”, bukan! Apa kata Alkitab, itulahtolok ukur jawabandari setiap pertanyaan kita. Kita harus belajar seperti Yesus, silahkan periksa! Sehingga kita tidak perlu menjadi takut dan kuatir. Saya katakan. “jika kita memang yakin, pengajaran Tabernakel ini betul-betul dari Tuhan dan terbukti jelas dalam Alkitab yang kita pelajari,kita tidak boleh berpikir bahwa yang penting kamu terima saja, tidak perlu lagi dibantah, tidak perlu diselidiki, tidak perlu didiskusikan.”Ini bukan saatnya!Jika demikian kita akan semakin ditinggalkan. Seperti saya katakan tadi, di Belanda, di dalam mereka, bahkan sudah banyak yang meninggalkan pengajaran ini.

Saudara, saya akan masuk dalam poin yang terakhir, apa kesimpulan yang akan kita ambil pada malam hari inisetelah kita melihatAlkitab itu siapa penulisnya?Kemudian kita melihat bagaimana jemaat Berea yang setiap hari menyelidiki Alkitab,dan Yesus sendiri mengatakan “selidikilah!”Dengan demikian kita akan masuk dalam suatu kesimpulan malam inisupaya kita ingat, karena kesimpulan itu begitu mudahdan kita dapat menemukan banyak hal di dalam kesimpulan.

TAYANGAN: KESIMPULAN

  • Jum’at 2 Maret 2012 à#01: Harus mandiri!
    Kita harus bertemu sendiri secara langsung dengan Tuhan di dalam Firman-Nya.
  • Jum’at 9 Maret 2012 à#02: Sikap terhadap Firman Allah!
    Tuhan Yesus (Firman Tabernakel Sejati)mendidik kita bersikap tepat dalam menyelidiki firman-Nya.

Mudah bukan?Pertama kita mulai dengan mandiri, kita baca danbaca terus, kemudian yang kedua adalah sikap kita terhadap Alkitab.

Setelah ada suatu sikap, jika Tuhan ijinkan, jumat depan apa yang akan kita pelajari? Ada beberapa poin yaitu Yohanes 1:14. Gampang saja, ‘Firman telah menjadi manusia, bertabernakel di tengah kita,’ dalam terjemahan bahasa Indonesia tinggal di tengah kita dan seterusnya, gampang! Memang harusnya gampang, firman Tuhan itu harusnya gampang,tetapi kita harus jujur dan membawa hidup kita ini di dalam kesungguhan.

Saudara dan saya di dalam PA, jadi ada tugas untuk jumat depansupaya saudara dan saya sudah menyiapkan diri dalam membaca dan merenungkan Yohanes 1:14. Jika Tuhan baik mau mendidik kita semuanyamaka saya mau saudara menghafal Yohanes 1:14iniberamai-ramai bersama pada jumat mendatang.Sekarang masih belum, hanyamembaca dan merenungkannya.

TAYANGAN TUGAS JUM’AT DEPAN

-         Membaca dan merenungkan Yohanes 1:14

-         Baca Yohanes 1 seluruhnya

-         Diskusikan dengan teman atau kelompok sel

Kemudian tolong baca Yohanes 1, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah,” tidak perlu dihafaltetapi dibaca, sampai seluruh pasal itu dibacakemudian diskusikan dengan teman atau kelompok sel. Kita sudah mendapatkan suatu pembelajaran yang sangat luar biasa, terobosan yang sangat indah dan saya percaya jika siswa-siswisetiap hari belajar, belajar dan belajar, tentunya mereka akan bertumbuh dalam hal yang rohani. Sekarang ini walaupun seminggu sekalitetapi ada hal baik untuk kita memulainya yaitu sikap mandiri. Bukan berarti tidak mau bergaul dengan yang laintetapi mandiri untuk membaca sendiri lebih banyak, jika tidak mengerti, kita mencari teman untuk saling sharing.

Kemudian yang kedua kita harus lebih sungguh-sungguh, bagaimana sikap kita kepada firman Allah?Saya sendiri yakin dan percaya, jika saya membaca dengan baikmaka saya akan diubah menjadi baik; saya membaca dengan hormat, saya diubah menjadi orang yang dapat menghormati orang lain. Itu sebabnya jangan lupa tugas kita ini, Yohanes 1:14 (7x).

 

Kelihatannya aneh, 7 kali, berarti 7 minggu kita akan membahas satu ayat ini, saya katakan tujuh minggu ini masih sedikitkarena Firman Allah itu tidak dapat selesai. Namun sebagai manusiawi saya dibantu oleh teman-teman lainuntuk mencoba menemukan dalam tujuh kali pertemuan berikutnyatentang Yohanes 1:14. Latar belakang, penulisnya Yohanes itu bagaimana, bagaimana Firman yang menjadi manusia itu satu perikop, Firman kemudian yang bertabernakel, berdiam di tengah kita, itu kita belajar sendiri dan kemudian yang terakhir, kita melihat kemuliaan Firman itu nyata.Itu akan kita pelajari dengan baik.

Saya berterima kasih, saya membaca khotbah seorang hamba Tuhan yang sampai hari ini masih Tuhan pakai, beliau mengatakan,“waktu suatu kitab hampir selesai diadakan dalam PA, rasanya ada sesuatu rasa sayang, sayang kok sudah selesai.” Yang kedua, waktu beliau mau selesaikan itu, selalu intropeksi diri dengan berkata, “Saya takut, saya memeriksanya lagi, mungkinkah ada satu ayat yang saya lupa menyampaikan?Apakah ada ayat yang saya salah menyampaikan, yang tidak sesuai dengan penulis aslinya?” Waktu saya membaca tulisan hamba Tuhan yang sudah tua tetapi masih mempunyai semangat dan rendah hati itu, saya salut, dia tidak bangga dapat menguraikan PA yang begitu panjang, ratusan kali, tetapi dia merasa masih kurang, dia merasa, “jika saya nanti di surga bertemu denganpenulis surat Ibrani, jangan-jangan saya disalahkan, bahwa ayat ini kamu tidak jelaskan, ayat ini kamu sembunyikan, ayat ini kamu tidak berani menyatakan.”

Mari kita saling mendoakansupaya saya juga diberikan suatu keberanian untuk menyampaikan Yohanes 1:14.Jika Tuhan ijinkan kita bertemu jumat yang akan datang. Tuhan memberkati kita semua.

Amin!

Jadwal Ibadah Gereja Kristus Gembala dan Gereja Kristus Ajaib

Hari  Jam   Acara Ibadah Tempat
Minggu 08.30 Ibadah Umum Gereja Kristus Gembala
Minggu 09.00 Ibadah Umum Gereja Kristus Ajaib
Minggu 17.00 Ibadah Sekolah Minggu Gereja Kristus Gembala
Selasa 17.30 Ibadah Doa Penyembahan Gereja Kristus Gembala
Jumat 17.30 Ibadah Pendalaman Alkitab Gereja Kristus Gembala
Sabtu 17.30 Ibadah Kaum Muda & Remaja Gereja Kristus Gembala 
Gereja Kristus Gembala Gereja Kristus Ajaib
Jl. Lemah Putro I / 18, Surabaya Jl. Johor 47, Surabaya

Editorial

Shalom,

Sejak hari Sabtu kemarin, safari kegiatan gereja kita telah dimulai: pembagian sembako bagi 1.500 warga yang membutuhkan telah dilaksanakan. Masih menunggu kegiatan-kegiatan lain seperti retret Kaum Muda juga KKR akbar yang akan dilaksanakan pada tanggal 12-15 Agustus dan masih terus didoakan.

Terima kasih untuk Anda-anda yang telah berpartisipasi, kiranya Tuhan memberkati Anda dengan berlimpah.

Bagi Anda yang belum berpartisipasi kami menghimbau untuk tidak menunda-nunda mengambil bagian yang Anda inginkan seperti: dana, tenaga atau doa sebelum semua kegiatan berlalu sehingga apa yang ingin kita lakukan menjadi mubazir. (Red.)