Menghadapi Pencobaan

MENGHADAPI PENCOBAAN

Yuli terbangun dari tidurnya. Jam di din-ding menunjukkan pkl. 04.00 pagi. Ia segera bangun dan mempersiapkan diri untuk bersaat teduh. Di hatinya yang terdalam ia selalu ingin hidup dekat dengan Tuhan namun ada saja halangan yang menyebabkan dia tidak dapat menuntaskan doa paginya. Saat membuka Alkitab, tiba-tiba ia ingat semalam dia lupa men-charge HP. Segera diambilnya HP tersebut. Ketika HP itu ada di tangannya, ia ingat bahwa ia sedang menunggu kabar dari temannya yang sedang mengalami masalah di luar negeri. "Coba kulihat sebentar", katanya dalam hati, “mungkin dia mengirim berita minta didoakan.” Begitu HP dinyalakan, WA-nya sudah penuh berita yang tampak begitu menarik. Ia mulai membaca dari satu berita ke berita lain yang makin seru ceritanya. Tanpa sadar, jam telah menunjuk pkl. 05.15 berarti dia telah menghabiskan satu jam lebih untuk membaca berita. Padahal seperempat jam lagi ia harus mempersiapkan anak-anak ke sekolah. Cepat-cepat diletakkan HPnya dan dibukanya Alkitab, matanya jatuh pada Yakobus 1:12, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."

Sejenak ia merasa begitu malu pada diri sendiri. Ia kalah lagi. Mengapa ia tidak dapat bertahan dalam pencobaan yg dihadapinya? Ia begitu menyesal. Hari itu ia telah kehilangan momen indah dalam persekutuan dengan Tuhan. "Ya Tuhan, ampunilah aku!" serunya sambil bertekad bahwa esok hari ia harus menang. (vs)