Yeremia

Y E R E M I A

Daya tahan/kesabaran bukanlah kualitas yang umum dimiliki orang. Banyak orang kurang dalam berkomitmen, kepedulian dan kerelaan yang sangat dibutuhkan saat menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan tetapi Yeremia ada-lah nabi yang tahan dalam penderitaan. Panggilan Tuhan kepada Nabi Yeremia mengajar bagaimana Tuhan mengenal kita secara intim. Dia memelihara kita ketika kita masih dalam rahim ibu kita, merencanakan hidup kita sementara tubuh kita masih dibentuk dan menghargai kita lebih tinggi daripada kita menghargai diri sendiri.

Yeremia harus bergantung sepenuhnya pada kasih Tuhan untuk dapat meningkat dalam kesabaran. Pendengarnya senantiasa bertentangan atau apatis terhadap berita yang dibawanya. Dia tidak dihiraukan dan hidupnya sering kali dalam ancaman. Dia menyaksikan baik kegembiraan akan rohani yang terbangun maupun kesusahan suatu bangsa yang kembali kepada pemberhalaan. Dengan perkecualian Raja Yosia yang baik, Yeremia menyaksikan raja demi raja mengacuhkan peringatan-peringatannya dan mereka membawa rakyat menjauhi Tuhan. Pada akhirnya dia juga menyaksikan kekalahan Yehuda di tangan Babel.

Yeremia menanggapi semua ini dengan pesan dari Tuhan sekaligus air mata manu-siawinya. Dia dapat merasakan cinta pertama Tuhan untuk umat-Nya dan penolakan mereka terhadap cinta-Nya. Namun meskipun dia ‘marah’ terhadap Tuhan dan ter-goda untuk menyerah, Yeremia tahu dia harus tetap maju. Tuhan telah memanggil dia untuk bertahan dalam penderitaan.

Kekuatan dan kecakapan Yeremia

  • Menulis dua kitab dalam Perjanjian Lama:Kitab Yeremia dan Kitab Ratapan.
  • Melayani selama pemerintahan lima raja Yehuda.
  • Sebagai katalisator untuk reformasi spiritual yang besar dibawah kekuasaan Raja Yosia.
  • Bertindak sebagai pembawa berita Allah yang setia meskipun banyak cobaan dalam hidupnya.
  • Sangat berduka saat kondisi Yehuda jatuh sehingga ia dijuluki ‘nabi yang meratap’.

Pelajaran dari kehidupan Yeremia

  • Opini mayoritas tidak selalu penting bagi kehendak Tuhan.
  • Meskipun hukuman untuk dosa itu menakutkan, masih ada pengharapan akan pengampunan di dalam Tuhan.
  • Tuhan tidak akan menerima penyembahan yang hampa dan tidak jujur.
  • Melayani Tuhan tidak menjamin keamanan di dunia ini.

Statistik demografi

  • Tempat: Anatot
  • Jabatan: nabi
  • Keluarga: ayah: Hilkiah
  • Sezaman dengan Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin, Zedekiah, Baruk

Ayat-ayat kunci:

Yeremia 1:6-8