Amankah Engkau, Sahabatku?

“AMANKAH ENGKAU, SAHABATKU?”

Setelah Jakarta, Jumat lalu hampir seluruh Surabaya diguyur hujan sangat lebat dan kini Bali dilanda banjir bandang berasal dari lahar dingin Gunung Agung. Banjir terjadi di mana-mana. Gereja kita di Jalan Johor ikut terendam air. Dilaporkan 70% daerah di Surabaya kena dampaknya. Di beberapa daerah tampak banjir setinggi lutut bahkan ada yang setinggi paha.

Gambar-gambar banjir ini beredar di seluruh Surabaya bahkan di luar kota Surabaya. Beberapa sahabatku di luar Surabaya mengirim WA yang intinya menanyakan, “Bagaimanakah keadaanmu? Amankah kau sahabatku?”

Melihat banjir yang melanda, aku segera teringat peristiwa ribuan tahun lalu ketika seluruh dunia mengalami banjir besar. Untuk mempersiapkan terjadinya banjir besar, Allah menyuruh Nuh membuat bahtera untuk menyelamatkan seluruh keluarganya. Selama pembuatan bahtera, Allah sebenarnya masih menunggu pertobatan orang-orang di sekeliling Nuh tetapi mereka tidak menghiraukannya sehingga hanya 8 orang yang selamat.

Ketika banjir benar-benar terjadi, mereka pasti menyesal dan merasa seharusnya telah mendengarkan peringatan Nuh dan berada bersama Nuh di bahtera tetapi semuanya terlambat karena pintu bahtera telah ditutup. Mereka tenggelam dan binasa.

Firman Tuhan telah berkali-kali memperingatkan dan menasihati kita bahwa peristiwa yang akan datang jauh lebih dahsyat dari air bah di zaman Nuh. Untuk itu berita keselamatan ditawarkan agar kita semua terselamatkan. Kali itu adalah akhir dari segalanya dan kita akan menuju pada hidup kekal bersama Dia atau kematian kekal di neraka. Marilah kita senantiasa mengumandangkan kata-kata “AMANKAH KAU SAHABATKU (JIWAKU)?” untuk memberikan peringatan baik bagi kita sendiri juga kepada saudara dan sahabat kita agar kita semua siap apabila saatnya tiba! (vs)