Click here to download
KKR Gereja Pantekosta Tabernakel
Surabaya
KKR Kabar Mempelai Internasional
Surabaya
KKR Kabar Mempelai Internasional
Surabaya

Anda ingin berlangganan ringkasan khotbah melalui email ?

Silahkan mendaftar disini

(Anda akan mendapatkan email berisi ringkasan khotbah, kesaksian, dan artikel terbaru)

Sudah terdaftar dan ingin mengubah status berlangganan? Silahkan login disini 

 
 
 

Shalom,

Nikodemus, orang Farisi dan pemimpin agama Yahudi, diam-diam mengagumi Yesus. Dia melihat Yesus mengadakan tanda-tanda yang tak seorang pun dapat melakukannya. Nikodemus bahkan memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”; sepertinya Nikodemus ingin mempelajari sesuatu yang belum dipahami dari Yesus.

Kepada Nikodemus, Yesus kemudian menyatakan bahwa syarat utama untuk masuk Kerajaan Allah adalah dilahirkan kembali. Berarti tanpa kelahiran kembali orang tidak dapat masuk Kerajaan Allah. Namun Nikodemus tidak mengerti apa yang dimaksud Yesus dengan istilah kelahiran kembali itu. Uraian Firman Tuhan kemarin dengan sangat gamblang telah menjelaskan artinya.

Seorang bayi yang dilahirkan dapat diartikan sebagai kedatangan manusia baru ke dunia ini yang kemudian dibesarkan, belajar berbahasa dan berperilaku seperti mereka yang berada di sekelilingnya. “Dilahirkan kembali” berarti sudah pernah dilahirkan lalu memulai kembali proses kelahiran sebagai manusia baru dengan bahasa dan perilaku yang baru.

Kelahiran baru digambarkan dengan indah oleh Bapak Gembala ketika putranya mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Amerika. Sempat ditolak selama bertahun-tahun akhirnya pada tahun ke-12 diterima sebagai warga negara Amerika. Ternyata selama bertahun-tahun itu mereka dipantau oleh pemerintah setempat. Mereka harus meninggalkan negara asal dengan segala adat istiadatnya, sungguh-sungguh mempelajari bahasa yang digunakan di Amerika, menaati peraturan dan hukum yang berlaku di Amerika juga menunjukkan kesetiaannya kepada Amerika. Dengan demikian mereka dapat diterima sebagai warga negara Amerika.

Sebelum mengenal Kerajaan Allah, kita adalah warga di dunia yang penuh dosa dengan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah. Untuk menjadi warga negara Kerajaan Allah kita harus “dilahirkan baru”, meninggalkan semua kebiasaan dan kelakuan lama, belajar berbahasa Kerajaan Allah dan berperilaku sebagai warga Kerajaan Surga. Jadi dapat dimengerti, tanpa adanya perubahan hidup, tidak mungkin kita masuk dalam Kerajaan Allah!

Jadwal Live Streaming

  Jadwal LIVE STREAMING Ibadah Gereja Kristus Gembala Surabaya

HariJamAcara Ibadah
Minggu 08.30   Ibadah Umum
Selasa 18.00   Ibadah Doa Penyembahan
Kamis 09:00   Ibadah Kaum Wanita
Jumat 18.00   Ibadah Pendalaman Alkitab
Sabtu 17.30   Ibadah Kaum Muda & Remaja

Subscribe Youtube GKGA

Silahkan klik tombol YouTube untuk berlangganan Video Ibadah

 
Gereja Kristus Gembala Surabaya Offices
Support is currently
OFFLINE
Official support hours:
Saat ini belum ada Siaran
Your Time
Sunday,
Our Time
Sunday,
 

Kesaksian / Artikel Terbaru

Jadwal Ibadah Gereja Kristus Gembala & Kristus Ajaib

Hari  Jam   Acara Ibadah Tempat
Minggu 08.30 Ibadah Umum Gereja Kristus Gembala
Minggu 08.30 Ibadah Umum Gereja Kristus Ajaib
Minggu 07.00 Ibadah Sekolah Minggu Gereja Kristus Ajaib
Minggu 17.00 Ibadah Sekolah Minggu Gereja Kristus Gembala
Selasa 18.00 Ibadah Doa Penyembahan Gereja Kristus Gembala
Selasa 18.00 Ibadah Doa Penyembahan Gereja Kristus Ajaib
Rabu 09.00 Ibadah Lansia Gereja Kristus Gembala
Kamis 09.00 Ibadah Kaum Wanita Gereja Kristus Gembala
Jumat 18.00 Ibadah Pendalaman Alkitab Gereja Kristus Gembala
Sabtu 17.30 Ibadah Kaum Muda & Remaja Gereja Kristus Gembala

 

Gereja Kristus Gembala Gereja Kristus Ajaib
Jl. Lemah Putro I / 18, Surabaya Jl. Johor 47, Surabaya
lihat peta lihat peta

 

 

Persembahan & Persepuluhan

Persembahan

dapat ditransfer ke rekening :

Bank BCABCA no. 4681332647
IING LIDYAWATI


Persepuluhan

dapat ditransfer ke rekening :

Bank BCABCA no. 8290833095
JUSUF WIBISONO dan SOETJIPTO TEDJOPOERWANTO

Bank MandiriBank Mandiri no. 1410015859069
GEREJA PANTEKOSTA TABERNAKEL / JUSUF WIBISONO

Editorial