Perjanjian Pernikahan / Marital Covenant (2)

Perjanjian Pernikahan / Marital Covenant (2)

Istri yang bercerai harus tetap hidup tanpa suami; demikian pula suami yang bercerai harus tetap hidup tanpa istri (ay. 11). Bila perceraian telah terjadi, mereka harus mencari cara untuk berdamai dengan suami/istri yang diceraikannya.

Kata “zina” dalam Matius 19:9 berasal dari 2 kata Gerika berbeda: (1) porneia (fornication) dan (2) moichaò„ (commit adultery). porneia adalah kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan dua orang yang bertunangan (belum hidup sebagai suami-istri) dan salah satu berselingkuh dengan orang lain. Yusuf pernah menduga Maria melakukan ini (dalam kisah peristiwa inkarnasi Tuhan Yesus) karena itu Yusuf boleh meninggalkan Maria sebab mereka belum hidup sebagai suami-istri namun malaikat mencegahnya karena Maria mengandung dari Roh Kudus.

Jadi kata “zina’ yang pertama dalam Matius 19:9 bukan seperti “zina” yang kita pahami sekarang. Yang tidak boleh dilupakan, pada zaman Musa mereka yang kedapatan berzina akan dirajam hingga mati sehingga pasangannya boleh menikah lagi. Sekali lagi Matius 19:9 bukan ayat yang memberi izin khusus untuk bercerai karena alasan pasangan berzina..

1 Korintus 7:12-13 juga sering disalahartikan, seolah-olah Tuhan membenarkan perkawinan dengan orang yang tidak seiman. Ayat ini sebenarnya mengatur pasangan orang tidak percaya tetapi kemudian salah satu bertobat dan percaya kepada Tuhan maka mereka yang telah bertobat tidak diperbolehkan menceraikan pasangannya yang belum bertobat dengan alasan Tuhan melarang berpasangan dengan mereka yang tidak percaya (baca: 2 Kor. 6:14).

Untuk kasus seperti ini, mereka yang bertobat terlebih dahulu harus menjadi juru syafaat bagi pasangannya yang belum bertobat.

Dalam situasi pernikahan yang sulit, apa yang harus dilakukan oleh mereka yang menjadi korban?

  • Miliki ketetapan hati untuk tidak mau bercerai atas alasan apapun sebab perceraian dibenci olehTuhan.
  • Miliki harapan yang membentang sampai pada kekekalan. Bertahanlah dalam pernikahan yang sulit karena Anda ingin berpegang teguh pada Anda melakukannya untuk menyenangkan hati Mempelai Surgawi, Tuhan Yesus Kristus. Bila Anda melihat jauh pada kekekalan, penderitaan yang Anda alami di saat ini menjadi tidak ada artinya (2 Kor. 4:17).
  • Miliki keteguhan untuk merebut jiwa pasangan Anda yang terjebak dalam dosa perzinaan yang akan menyeretnya menuju kematian kekal.

Mereka yang menjadi korban perselingkuhan, sering doanya berfokus agar pasangannya kembali kepadanya bahkan cukup banyak yang karena kemarahan sama sekali tidak dapat berdoa. Mintalah kepada Tuhan Yesus hati yang penuh belas kasihan agar Anda dapat menjadi pendoa yang terus menerus mengharapkan keselamatan jiwa pasangan Anda.

  • Miliki keberanian untuk menyatakan cinta dengan kuat. Berbicaralah dengan tenang kepada pasangan Anda, katakan Anda tahu dia berselingkuh dan minta dengan tegas dia untuk berhenti.
  • [Jika Anda adalah seorang istri] miliki kemandirian finansial sehingga Anda tidak ditekan dengan ketergantungan finansial.
  • Miliki komunitas rohani sehatyang dapat memberi kekuatan ketika Anda
  • Miliki tekad untuk memenuhi covenant Anda sampai kematian memisahkan Anda.

Hosea (pria yang hidup terhormat) bergumul berat ketika Tuhan memerintahnya untuk pergi mengawini seorang pelacur. Namun dia taat dan melakukannya dengan sepenuh hati (Hos. 1:2-3).

Gomer, si pelacur, menginjak-injak cinta Hosea yang tulus dan penuh kesetiaan. Dia meninggalkan Hosea dan anak-anak mereka lalu menjadi pelacur lagi. Ketika dia sudah tua, tidak laku dan memiliki banyak utang kepada mucikarinya, Hosea sebagai suami sah harus membayar 15 syikal perak dan 1½ homer jelai untuk mendapatkan Gomer kembali (Hos 3:1-2).

Jika Anda marah terhadap Gomer, sesungguhnya Anda sedang marah kepada diri sendiri. Gomer adalah gambar kita. Hosea (deliverer) – penyelamat, adalah gambar Tuhan Yesus.

Apa yang dilakukan Hosea kepada Gomer adalah gambaran apa yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap orang pilihan. Jika Anda memiliki pasangan yang berselingkuh dan Anda mengambil keputusan untuk tetap mencintainya dengan penuh kesetiaan, Anda dapat sedikit mencicipi apa yang dirasakan oleh Tuhan Yesus terhadap orang-orang pilihan-Nya yang berlaku tidak setia.

Tahukah Anda, mineral carbon berwarna hitam yang berasal dari pohon-pohon terbakar di kedalaman 140 – 190 km di perut Bumi dan mendapat pemanasan dari perut Bumi setinggi lebih dari 1700oC perlahan-lahan akan berubah menjadi berlian, kristal jernih yang begitu indah dan harganya sangat mahal. Apa yang Tuhan lakukan pada carbon untuk menghasilkan berlian, seperti itu pula yang dilakukan-Nya dalam hidup orang percaya. Ia merelakan kita mengalami berbagai penderitaan untuk memunculkan kemuliaan Kristus dalam hidup kita. Karena itu jangan menyerah atas penderitaan yang Anda alami. Bahkan jangan sia-siakan penderitaan Anda; izinkan penderitaan tersebut mengerjakan kemuliaan kekal dalam hidup Anda. Biarlah penderitaan tersebut memunculkan berlian yang indah untuk dipasang di mahkota Anda, sebab Tuhan berjanji, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yak. 1:12)

Dengan demikian Anda dapat berkata, “Aku akan mencintai suami/istriku dengan penuh kesetiaan tanpa syarat sampai kematian memisahkan kami.”

Dikutip dari buku Sexual Holiness Vol.3 by Andik Wijaya,MD,MRepMed

 

Subscribe Youtube GKGA

Silahkan klik tombol YouTube untuk berlangganan Video Ibadah