Cantik di Mata Tuhan

LIPUTAN SEMINAR KAUM WANITA: CANTIK DI MATA TUHAN


Di zaman sekarang ini, makin banyak cara bagi wanita untuk mempercantik diri. Mulai dari cara yang alami sampai teknologi tercanggih menjadi pilihan para wanita untuk dapat memperbaiki penampilan lahiriah. Namun dengan cara apa wanita Kristen dapat disebut cantik dan apa kriteria kecantikan seorang wanita Kristen?

Pada publikasi seminar ini terdapat caption yang menanyakan apakah wanita menjadi suportif atau provokatif. “Behind every great man there is a greater woman”; ini adalah hasil dari seorang wanita yang memilih menjadi suportif. Meski bekerja behind the scene, dia membawa pengaruh baik bagi pasangannya. Sebalik-nya, bagi wanita yang memilih menjadi provokatif, memang dia akan menjadi terkenal tetapi kehebohan yang dilakukannya malah membawa pengaruh buruk bagi pasangan hidupnya.

Tidak seperti ibadah Kaum Wanita yang terjadi rutin setiap Kamis pkl. 09:00 pagi, kali ini di GPT Kristus Gembala, Jl. Lemah Putro I/18, Surabaya, pada hari Kamis, 12 Maret 2020, telah dihadiri oleh Kaum Wanita yang akan mengikuti Seminar Cantik di Mata Tuhan. Seminar ini dibawakan oleh Ibu Dr. Abigail Soesana, M.A., M.Th., M.Si, yang akrab dikenal dengan nama Bu Susan. Beliau telah lama berkecimpung di dunia teologi, pendidikan dan psikologi. Beliau juga berpengalaman sebagai pembicara di berbagai sinode gereja, lembaga pendidikan teologi maupun di lembaga pendidikan umum.

Seminar dimulai dengan pemutaran video yang menunjukkan perbedaan wanita dan pria. Kemudian dipaparkan mengenai berbagai perbedaan mulai dari perbedaan kepribadian, intuisi, cara dalam menanggapi masalah hingga perbedaan kemampuan verbal. Hal-hal ini perlu diketahui agar wanita lebih mengenali dirinya.

Berikutnya dijelaskan mengenai dasar-dasar komunikasi dalam pernikahan, komponen komunikasi dan cara membangun komunikasi yang efektif dan konstruktif. Lebih lanjut dijelaskan pula peran wanita sebagai istri, yaitu sebagai penolong yang aktif membantu, mendorong dan mendukung suaminya.

Istri digambarkan sebagai seorang yang multitasking, berperan penting dalam mendidik keluarga dan memiliki berbagai kualitas penting seperti tercantum dalam Amsal 31:11,12,28-29. Untuk dapat menjadi penolong yang baik, seorang istri perlu mengetahui kebutuhan emosional suami.

Salah satu yang telah kita ketahui bersama namun tidak mudah untuk dilakukan ialah soal ketundukan. Alkitab mengajarkan bahwa istri tunduk kepada suami secara sukarela, penuh hormat terkait seluruh aspek kehidupannya.

Seminar yang terbagi menjadi dua sesi ini dilanjutkan dengan pembahasan mengenai peran wanita sebagai pelayan Tuhan. Wanita dapat dipakai Allah sebagai alat kemuliaan-Nya dengan tidak pilih kasih dan tanpa mempersoalkan masa lalu seburuk apa pun sebab Allah sanggup mengubahkan kehidupan wanita.

Prinsip-prinsip dalam pelayanan yang dapat kita terapkan bersama ialah menjadi hamba yang melayani, memiliki motivasi kasih, bertujuan memuliakan dan meneladani Tuhan semata. Kasih mampu mempersatukan kita sehingga kita dapat sehati sepikir dalam pelayanan sambil berserah kepada pimpinan Roh Kudus.

Sifat dan karakter pelayan Tuhan yang perlu kita miliki adalah rela melepaskan hak, rela berkurban dan berorientasi memuliakan Allah. Sebagai wanita, kita tetap perlu memerhatikan outer beauty (kecantikan fisik) namun mem-prioritaskan inner beauty (kecantikan batin) yang lebih berharga bagi Allah dan tidak pudar/lekang oleh waktu.

Semoga para wanita senantiasa mengutamakan kecantikan batin yang perlu didukung oleh penampilan fisik sehingga mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan dan menjadi teladan (berkat) bagi sesama. (SADU)