Ditetapkan Untuk Tujuan Mulia

Ditetapkan Untuk Tujuan Mulia

Penyadaran akan eksistensi diri boleh jadi merupakan hal yang terabaikan di antara kita manakala kegiatan sehari-hari telah menjadi rutinitas. Kita menganggap sesuatu memang lumrah berjalan begitu saja layaknya putaran jarum jam. Uuppss... tunggu dulu... benarkah anggapan itu? Jangan-jangan kita telah mengajarkan pemikiran semacam ini kepada anak-anak kita. Kita lupa bahwa sejak awal semesta alam Allah sejatinya berperan aktif dalam semua aspek hidup seseorang. Jika kita dapat melewati berbagai keadaan dalam hidup dengan baik, ini bukanlah hasil dari sebuah peluang tetapi dari rancangan besar Allah. Allah berdaulat atas setiap bidang kehidupan kita.

Kebaktian Paskah Persekutuan Sekolah Minggu GKGA tanggal 19 April 2019 lalu menyajikan kisah nyata sejarah Ester yang dikemas dalam drama dan panggung boneka. Tim Poppenkast menyulap ruang utama gereja layaknya interior sebuah kerajaan. Penggunaan properti yang cukup lengkap (kostum, lighting, panggung, dan multimedia) memperkuat penggambaran suasana yang sebenarnya. Diawali sesi pujian dengan lagu-lagu yang sudah familiar membuat anak-anak bersemangat menyanyi dan mengikuti gerakan dari kakak-kakak pemandu pujian.

Sebagaimana kita tahu kisahnya, Ester dipanggil Tuhan sebagai pahlawan penyelamat umat minoritas Yahudi yang menjadi sasaran kebencian rasial dari Haman, seorang petinggi kerajaan, yang hampir berhasil memperdaya Raja Ahasyweros. Ester berani mempertaruhkan nyawanya dengan meminta Raja Ahasyweros menyelamatkan kaum Yahudi. Tidaklah cukup bagi Ester untuk mengetahui bahwa Allah yang memegang kendali tetapi ia juga bertindak dengan pengurbanan diri dan keberanian untuk mengikuti tuntunan-Nya.

Kisah yang selengkapnya tersurat dalam Kitab Ester ini benar-benar merupakan sebuah drama kehidupan, kekuasaan, konspirasi, percintaan, juga intrik yang mana terjadi keadaan sa-ling memengaruhi antara kedaulatan Allah dan kehendak manusia. Allah mempersiapkan tempat dan kesempatan kemudian umat-Nya (Ester dan Mordekhai) memilih untuk bertindak. Ester telah menggunakan kesempatan tersebut. Hidupnya telah mendatangkan perubahan.

Kisah ini mengajak anak-anak memahami arti ketaatan; sikap mengampuni dan tidak mendendam serta berharap pada kekuasaan Allah.

Pahamilah kisah Ester, perhatikan bagaimana Allah bekerja dalam hidup kita! Mungkin Allah sudah mempersiapkan kita untuk bertindak dalam “saat seperti ini” (Est. 4:14) Ingatlah, setiap kita ditetapkan untuk maksud mulia. Kita semua istimewa! Selamat Paskah! (DS)