Editorial 889, 20 Nopember 2022

Editorial 889, 20 Nopember 2022
Scan QR untuk membaca di perangkat lain:

“Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batuku dan Penebusku…..” (Mzm. 19:15)

Jika kita melihat karya ciptaan Tuhan di sekeliling kita, kita akan terpana seperti dituliskan Daud dalam Mazmur 19. Ketika memandang langit yang menceritakan kemuliaan-Nya dan melihat cakrawala yang memberitakan perbuatan tangan-Nya, kita dapat melihat bukti keberadaan, kebesaran, kemuliaan, kuasa dan kasih-Nya pada seluruh umat manusia baik yang baik maupun yang jahat. Ketika melihat bahwa Ia memberi sinar matahari dan hujan ke seluruh bumi tanpa terkecuali, kita melihat betapa besar kasih-Nya pada manusia dan selalu memberi mereka kesempatan untuk mengenal kebesaran dan kasih-Nya. Ketika kita melihat bagaimana benda-benda di langit didesain dengan segala kerumitan dan keteraturan perputarannya, tidak mungkin tidak ada Pribadi Pencipta yang mahakuasa dan mahahebat yang mengaturnya. Ini membuktikan bahwa tidak mungkin bumi terjadi karena suatu kebetulan seperti teori dari beberapa ilmuwan yang tidak mengenal Tuhan menyimpulkannya. Namun apakah hanya dengan mengagumi ciptaan-Nya, memuji hikmat agung dari Sang Pencipta akan menyelamatkan kita? Tentu tidak, karena keselamatan hanya diberitakan melalui Firman-Nya.

Karena itulah dalam ayat-ayat selanjutnya Daud oleh pimpinan Roh Kudus menuliskan tentang Firman-Nya (= Taurat, titah, peraturan, perintah, dan hukum-hukum-Nya). Diakuinya bahwa Firman Tuhan itu sempurna, benar dan adil, lebih berharga dari emas dan lebih manis dari madu, artinya jauh melebihi semua berkat-Nya. Dan orang yang berpegang pada Firman-Nya akan mendapat upah besar yakni keselamatan jiwa! Visi Allah adalah keselamatan umat manusia; oleh karena itu Firman Tuhan harus diberitakan ke seluruh bumi agar banyak jiwa diselamatkan! Jadi, kehebatan karya ciptaan-Nya menceritakan bahwa Ia mahabesar dan mahakuasa sedangkan Firman-Nya menjelaskan rencana keselamatan-Nya bagi manusia.

Kalau saja kita mengerti bagaimana menyenangkan hati-Nya…. seperti tertulis dalam Roma 10:9 yang mengatakan, “jika kita mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kita akan diselamatkan,” maka kita pun bersama Daud dapat menyanyikan mazmur bagi-Nya:

“Kiranya Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, Ya TUHAN, Gunung Batu dan Penebusku.”


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account