Anda ingin berlangganan ringkasan khotbah melalui email ?

Silahkan mendaftar disini

(Anda akan mendapatkan email berisi ringkasan khotbah, kesaksian, dan artikel terbaru)

Sudah terdaftar dan ingin mengubah status berlangganan? Silahkan login disini 

 
 
 

Pokok Anggur Yang Benar

POKOK ANGGUR YANG BENAR

Ibadah Kaum Wanita 23 Januari 2020

Ibu Ester Budiono

 

Shalom,

Injil Yohanes 15 : 1 - 8 menyatakan tentang hidup berbuah dan bersatu dengan Kristus (union with Christ).

Pelajaran dan pengertian apa yang bisa kita peroleh dari ayat2 tersebut?

Ayat 1 dan ayat 8 mempunyai istilah yang penting sekali, yang saling mengisi dan menjelaskan satu sama lain. Ayat 1 “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKu-lah pengusahanya". Kristus adalah pokok anggur yang benar. Kata “benar” artinya tidak pura-pura, bukan palsu (ini hal “kualitas”). Ayat 8 ada disebutkan berbuah “banyak” (ini hal “kuantitas”).

Selanjutnya, kita baca banyak hal berkaitan dengan ranting, menunjuk pada jemaat Tuhan / orang-orang percaya. Tugas untuk kita yaitu menghasilkan buah anggur yang baik.

Yesus berkata,”Akulah pokok anggur yang benar“.

Mengapa pokok anggur? Bukankah di Libanon ada pohon cemara besar, ada pohon ara, ada banyak pohon disebut dalam Alkitab, tetapi Tuhan Yesus tidak memakainya, melainkan pohon anggur sebagai gambaran menyatakan Diri-Nya. Mengapa? Suatu contoh yang sederhana dipakaiNya bagi DiriNya, Dia tidak meninggikan Diri sendiri.

Demikian juga halnya dengan :

Gereja dan pekerjaan Tuhan dapat dikerjakan dengan baik dan menjadi berkat, jika orang-orang didalamnya tidak meninggikan dan menonjolkan diri sendiri.

Perhatikan! Bila tanaman anggur bisa disebut pohon, maka itu adalah pohon yang paling tidak berbentuk.

Artinya: Bila seorang petani anggur membangun para-para / tempat perambatan yang pendek untuk tanaman itu, maka pohon anggur akan merambat pada para-para / tempat perambatan yang pendek itu juga. Bila para-paranya tinggi, maka tanaman ini akan merambat tinggi. Tanaman anggur tidak punya bentuk sendiri.

Yesus berkata:”Akulah pokok anggur yang benar / sejati, dan BapaKu-lah pengusahanya“ (Yesaya 5:1-2, 27:2-3).

Tuhan Yesus teladan sempurna bagi kita. Dia sendiri dibentuk oleh tangan Bapa dan tidak apa yang ada pada-Nya, semuanya diserahkan-Nya pada Kehendak Bapa.

Cara Tuhan menilai bukan dari luar / jumlahnya, tetapi dari dalam hati. Kita pun harus belajar menilai seperti cara Tuhan menilai.

Ayat 1 menekankan hal “kualitas”, “Kristus adalah Pokok anggur yang benar / tdak pura2, tidak palsu, sedangkan ayat 8 menekankan hal "kuantitas".

Perhatikan!

Jika “kualitas” tidak menjadi dasar dari “kuantitas”, maka kuantitas akan menyelewengkan, mencairkan dan membengkokkan (isi / sari) kekristenan yang benar / sejati.

Kuantitas bukan kualitas! Tetapi keduanya tidak perlu berbenturan, malah bisa bekerja seiring jalan, namun tetap Kualitas sebagai Pokok, yaitu Yesus Krstus yang adalah Firman yang menjadi manusia.

Hendaknya motivasi pelayanan kita murni, sungguh-sungguh merindukan diperkenan oleh-Nya untuk selama-lamanya.

Akulah pokok anggur yang benar

  • Ini menyatakan fakta, bukan teori
  • Menyatakan hidup, bukan mimpi
  • Menyatakan kelakuan dalam hidup sehari-hari, bagaimana kita memuliakan Tuhan. Bukan pada waktu khotbah atau mendengarkan khotbah!

Kebenaran seperti inilah yang diperlukan setiap zaman.

 

Berbuah atau Dibakar (ayat 4-7)

Jika tidak berbuah banyak dan baik, maka alternatif lain adalah dikumpulkan untuk dibakar (Lukas 3:9)

Untuk berbuah, kita harus tinggal didalam Kristus, dan Kristus didalam kita, Dia pokok dan kita ranting-rantingNya. Diluar Dia, kita tidak bisa berbuah, bahkan tidak bisa berbuat apa-apa.

Para wanita yang Tuhan Yesus kasihi. Kita perlu mengerti betapa besar pengorbanan-Nya bagi kita, bahkan Dia yang sudah lebih dulu mencintai kita. Jika tidak mengerti akan arti pengorbanan-Nya, mana mungkin kita bisa mencintai Dia.

Yesus, rela ditanam sebagai pokok anggur yang ditanam, diinjak, merambat dari tanah kering dengan daun kecil yang mudah di patahkan, dibentuk, sesuai dengan kehendak pengusaha-Nya, yaitu Bapa. Nah, bila Dia sebagai pokok dan kita adalah ranting-ranting, masih beranikah kita berlagak sombong, meninggikan diri, bahkan merasa berjasa bagi pekerjaan Tuhan yang kita layani ?

Ingatlah! Jangan pernah lupakan, bahwa semuanya hanya :

  • Anugerah Tuhan, jadi bukan untuk kepentingan pribadi
  • Anugerah Tuhan, jadi bukan untuk dipermainkan
  • Anugerah Tuhan, untuk dibagikan kepada orang lain, sepanjang umur hidup kita

Kesatuan kita dengan Kristus dipelihara melalui Firman dan Roh Kudus.

Hak istimewa yang penuh berkat akan diperoleh orang yang tinggal didalam Kristus. Puji Tuhan ! .

Kita datang kepada Tuhan dan katakan kepada Nya, "Pakailah hidupku, lembut seperti Kristus yang taat bagaikan pokok anggur yang tidak membentuk diri dan menuntut hak sendiri, tetapi berserah kepada pengusaha yaitu Allah Bapa, supaya berbuah banyak, untuk memuliakan Bapa, tidak dikumpulkan untuk dibakar. Amin !

 

 

Video Ibadah ini dapat disimak di  Ibadah Kaum Wanita - 23 Januari 2020 - Ibu Ester Budiono

 


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account