Anda ingin berlangganan ringkasan khotbah melalui email ?

Silahkan mendaftar disini

(Anda akan mendapatkan email berisi ringkasan khotbah, kesaksian, dan artikel terbaru)

Sudah terdaftar dan ingin mengubah status berlangganan? Silahkan login disini 

 
 
 

Unik di Mata Tuhan

Ibadah Kaum Wanita

Lemah Putro, Kamis, 16 April 2020

Renta Leinvarben Songan

UNIK DI MATA TUHAN

 

Shalom wanita sekalian,

Kita mengetahui ada tujuh keajaiban dunia yang disahkan oleh UNESCO (Badan PBB tentang pendidikandan kebudayaan). Pengakuan dari UNESCO tentu memberikan nilai tambah bagi negara tersebut khususnyamenarik minat wisawatan/turis sehingga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat. Akan tetapikeajaiban atau keunikan di dunia ini berarti bersifat sementara karena dapat berubah sewaktu-waktu dan jugadihasilkan berdasarkan voting manusia.

Begitu juga dengan wanita pada umumnya… berdasarkan Lifestyle, beberapa keunikan wanita adalah:suka membawa dompet/tas kemana-mana, tidak suka ada wanita lain menggunakan baju yang sama dengandirinya, suka berkata: iya, aku nggak apa-apa; aku nggak punya baju padahal di lemari sudah kehabisan tempat;suka menawar padahal belum tentu dibeli, dll. Keunikan ini juga dapat berubah dengan berjalannya waktu atautergantung situasi.

Bagaimana dengan wanita Kristen? keunikan apa yang seharusnya kita miliki – yang tidak berubah - agarselalu berharga dan mendapat perhatian dari Tuhan? Kita akan bersama-sama belajar dari kisah dua wanita yangsaling mengasihi dan tentunya dua wanita ini menjadi teladan bagi kita, khususnya para wanita Kristen.

Kita sudah sering mendengarkan bahkan membaca sendiri di dalam Alkitab kisah tentang Rut denganmertuanya, Naomi tetapi kita akan lebih fokus kepada pribadi Rut. Keunikan apa yang kita dapatkan dari kisahini?

1. Yakin dengan pilihannya (Rut 1:7-18)

Rut adalah perempuan Moab, bangsa penyembah berhala. Karena perkawinannya dengan anak Naomi,Rut mengenal Allah dan menyembah-Nya. Perkawinan mereka hanya berumur kurang lebih 10 tahunkarena suaminya meninggal di Moab (ay.4-5). Naomi memutuskan kembali ke tanah asalnya yaitu kotaBetlehem, diikuti oleh kedua menantunya, Orpa & Rut. Di tengah perjalanan, Naomi berkata kepada Orpa& Rut agar kembali ke rumah ibunya masing-masing serta mendoakan agar mereka mendapatkan kasih &perlindungan Tuhan, yaitu menikah kembali. Orpa & Rut menolak untuk kembali ke rumah orangtuanya,tetapi Naomi bersikukuh karena Naomi tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan kedua menantunyaitu. Akhirnya Orpa memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya tetapi Rut tetap bersikukuh untukmengikuti Naomi kembali ke Betlehem. Bukan hanya sekedar mengikut Naomi, lebih dari itu Rutmendeklarasikan kesetiaannya kepada Naomi bahkan kepada Allahnya Naomi (ay.16-17).

Usia perkawinan Rut termasuk singkat juga, tetapi mampu menumbuhkan keyakinan yang kuat bagi Rutuntuk percaya kepada Allah dan membuat keputusan yang kuat untuk mengikuti Naomi sampai akhirhidupnya. Meskipun Naomi berusaha membujuknya untuk kembali ke rumah orangtuanya bahkanmenganjurkan agar mereka mencari perlindungan (menikah kembali), mengingat usia menantunya masihsangat muda, Rut tidak goyah. Hal ini menunjukkan bahwa situasi atau kondisi sekitar tidakmempengaruhi keyakinan Rut akan pilihannya. Berbeda dengan Orpa, walaupun awalnya dia menolakuntuk kembali ke rumah orangtuanya, setelah dibujuk-bujuk Naomi, akhirnya Orpa goyah danmemutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya, yang pasti kembali menjadi penyembah berhala.Bagaimana dengan kita, apakah keadaan eksternal/luar dapat mempengaruhi keyakinan kita? Apalagi saatini di tengah-tengah krisis yang sedang melanda dunia akibat Covid-19, membuat kita mulai goyah untukpercaya sepenuhnya kepada Tuhan sebagai penjaga dan penolong kita?

Mengapa Rut bisa yakin dengan pilihannya tersebut untuk mengikuti Naomi padahal dia belum pernah keBetlehem? Tentu ini tidak lepas dari peranan anak Naomi (suami Rut) dan Naomi sendiri. Pasti Rut telahmelihat bagaimana kesetiaan suami dan mertuanya kepada Allah walaupun mereka tinggal di tengahtengah bangsa Moab, bangsa penyembah berhala. Saya juga yakin Naomi adalah mertua yang baik dansangat mengasihi kedua menantunya dan membimbing mereka dalam pertumbuhan rohaninya (menjaditeladanan yang baik). Peranan orang-orang di sekitar khususnya keluarga memiliki peranan ataupengaruh pada pertumbuhan rohani seseorang. Sudahkah kita menjadi wanita (mertua, ipar, teman, dll)memberikan pengaruh yang baik bagi pertumbuhan rohani seseorang khususnya bagi mereka yang baru bertobat?

Demikian juga halnya dengan kita. Mungkin ada di antara kita menjadi orang Kristen karena pernikahan,sehingga mau tidak mau ikut suami atau karena memang orangtua sudah Kristen. Akan tetapi hendaknyakita, melalui pengalaman kita sendiri bersama Tuhan, membuat keputusan secara mandiri untuk menaruhiman percaya kita sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Apabila karena ikut-ikutan, nanti bisa sepertiOrpa, berbalik kepada kehidupan lama. Yesus berkata: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidakada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6). Yesus sudahmemberikan jaminan bagi kita bahwa hanya Dialah satu-satunya jalan bagi kita menemukan Bapa di Surga.

Rut yakin 100% bahwa mengikuti Naomi kembali ke Betlehem dan menyembah Allahnya Naomibukanlah suatu kesalahan melainkan keputusan yang sangat tepat. Meskipun dia tidak tahu bagaimananantinya kehidupannya di Betlehem, apalagi saat itu juga kondisi kerohanian bangsa Israel jatuh bangun(zaman hakim-hakim, bangsa Israel selalu memberontak kepada Allah), tidak membuat Rut undur dariTuhan. Demikian juga kiranya dengan kita para wanita yang dikasihi Tuhan. Kita harus yakin 100%bahwa Tuhan Yesus Kristuslah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat kita, yang menjamin kehidupankita baik saat ini di dunia dan kelak nanti di surga.

2. Rajin dan inisiatif (Rut 2: 1-7)

Setelah tiba di Betlehem, Rut minta izin ke mertuanya untuk pergi ke ladang, memungut bulir-bulir jelai.Rut mencoba mengadu nasib karena dia bukanlah seorang pekerja dari seseorang yang mempunyai ladangtetapi karena keyakinannya bahwa Allah pasti memelihara hidupnya, maka dia berusaha pergi ke ladangwalaupun dia tidak mengenal siapa pemilik ladang tersebut, bahkan Naomi, sang mertua awalnya jugatidak tahu (ay.19).

Rut, seorang pendatang dan masih sangat muda, rela bersusah-susah memungut bulir-bulir jelai dibelakang orang yang murah hati. Berarti, belum tentu juga dia akan berhasil karena tergantung dari orangyang sedang memanen jelai tersebut. Memungut juga berarti dia harus menunduk saat mengambil bulirbulir jelai tersebut, pekerjaan yang melelahkan juga.

Rut juga seorang wanita yang rajin bekerja, dibuktikan dengan pengakuan dari anak buah Boas (ay.5-7).Dikatakan dari pagi sampai sekarang... sekarang ini tidak diketahui apakah itu siang atau sore, yang jelasdikatakan Rut tidak berhenti, melainkan sibuk terus memungut bulir-bulir jelai tersebut demikelangsungan hidupnya dan mertuanya, Naomi. Hendaknya kita juga menjadi wanita yang rajin bekerjakhususnya memperhatikan kebutuhan suami dan anak-anak, meskipun ada yang menjalani profesi sebagaikaryawan atau sebagai pengusaha atau apapun itu, jangan sampai kita melupakan tugas kita sebagai istridan ibu. Baca Amsal 31:13-15... dikisahkan tentang seorang wanita yang bekerja tetapi tetapmemperhatikan kebutuhan seisi rumahnya. Meskipun ada pelayan (asisten rumah tangga), wanita ini tidakmelepaskan tanggung jawabnya sebagai nyonya rumah kepada para pelayan. Bukankah banyak parawanita karena sibuk dengan karirnya, melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu? semua urusan rumahtangga dilimpahkan kepada asisten rumah tangga padahal seharusnya istrilah yang melayani suami dananak-anak. Jangan heran juga jika banyak perselingkuhan terjadi antara suami dengan asisten rumahtangganya.. ya karena perhatian yang seharusnya dari istri dilimpahkan kepada asisten rumah tangga.

Rut berinisiatif mencari pekerjaan... (ay.2a). Harta kekayaan mertuanya sudah habis tergadai atau terjualsebelum datang ke Moab. Untuk bertahan hidup, Rut harus bekerja. Tanpa disuruh Naomi, Rut berinisiatifmencari pekerjaan ke ladang orang dan Naomi, sebagai mertua, mempercayai menantunya itu . Ada orangrajin tapi tidak memilki inisiatif, harus diperintah terlebih dahulu. Inisiatif juga artinya bukan asaldikerjakan juga, nanti malah jadi salah. Inisiatfi dapat dilakukan dengan bertanya apa yang dapatdikerjakan atau yang dapat dibantu; bila melihat teman atau rekan sekerja belum selesai mengerjakanpekerjaannya.

Pribadi Rut juga menghargai mertuanya. Dia tetap minta izin walaupun niatnya memang mencaripekerjaan. Rut bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mertuanya, meskipun secara hukum, Rutsudah bebas dari ikatan perkawinan sejak suaminya meninggal (Roma 7:2). Seandainya Rut berpikirbahwa dia hanya mencari pekerjaan untuk diri sendiri, itu tidak masalah karena toh dia sudah bebas daritanggung jawab itu, akan tetapi Rut bukanlah wanita yang egois, dia wanita yang penuh kasih danmemperhatikan mertuanya (ay.18) bahkan Rut bekerja sampai petang (ay.17).

Kalau seorang wanita merupakan karyawan atau sebagai pengusaha, mungkin itu tidak berat baginyamenyisihkan penghasilan untuk menunjang kehidupan dari mertua. Tetapi Rut, dia tidak memilikipekerjaan, tidak memiliki harta... yang dia miliki adalah kasih yang tulus kepada suaminya, setelahsuaminya meninggal kasih itu dicurahkan kepada Naomi, mertuanya. Rut rela bekerja berpanas-panasandi ladang, sekedar mendapatkan belas kasihan orang-orang yang memanen jelai tersebut. Hasilnya?? jerihlelah Rut tidak sia-sia, bukan hanya mendapatkan bulir-bulir jelai dari sisa-sisa orang.. malahan lebih dariitu, Rut mendapatkan perhatian dan perlindungan dari pemilik ladang, yaitu Boas (ay.5-9, 14-16). Luarbiasa.. bila kita sungguh-sungguh, rajin bekerja tanpa lelah, pasti Tuhan akan memperhatikan danmelindungi, apalagi tujuan kita bekerja bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga kepentingan orang lain.

Ini suatu contoh yang luar biasa tentang hubungan antara mertua dan menantu, malah boleh dikatakan iniadalah mantan mertua dan mantan menantu karena anaknya Naomi sudah meninggal tanpa memiliki anak.Dapat dipastikan, ini tidak lepas dari peranan Naomi dalam menjalin hubungan yang baik dan harmonisdengan menantunya sehingga meskipun anaknya sudah meninggal, dia tetap mendapatkan perhatian darimenantunya. Kiranya ini dapat menjadi pelajaran penting bagi para ibu yang sudah memiliki menantu,agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan menantunya, tidak mementingkan diri sendiri.

Di awal sudah kita baca bersama bagaimana Naomi mendesak Orpa dan Rut untuk kembali ke rumahorangtuanya karena Naomi tidak mau menjadi beban, bahkan di sini kita dapat melihat perhatian dan kasihNaomi kepada kedua menantunya itu, supaya mereka menikah kembali sehingga ada laki-laki yang akanbertanggung jawab melindungi Orpa dan Rut. Naomi tidak ambil kesempatan: ”mumpung menantuku mauikut.. ya sudahlah biarin saja, lumayan nanti ada yang mencari nafkah.” Tidak, meskipun akhirnya Orpa kembali ke rumah orangtuanya sementara Rut tetap kukuh hendak mengikuti mertuanya. Hubungan harmonis antara mertua dan menantu dapat terjadi, bila kedua belah pihak saling mengasihi dengan tulusdan saling menghargai, tidak saling menuntut.

Kita bandingkan dengan Mikha 7:6; Lukas 12:53, bahwa menantu perempuan melawan ibu mertuanya,ibu mertua juga melawan menantu perempuannya. Jadi, memang Alkitab sudah mengatakan hal ini bahwaakan ada pertentangan antara ibu mertua dengan menantu perempuannya. Akan tetapi itu hanya berlakubagi mereka yang belum sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus. Apakah sulit? tentu tidak sebabAlkitab mencatat adanya hubungan yang harmonis antara ibu mertua (Naomi) dengan menantuperempuannya (Rut). Artinya kita juga dapat melakukan hal tersebut selama kita memiliki keinginan yangkuat, pasti tidak sulit untuk kita praktikkan.

Rajin bekerja juga hendaknya tanpa sungutan. Bukankah ada orang, memang sangat rajin bekerja tetapi mulutnya juga rajin mengomel? Ini perlu diperhatikan.. apakah kita bekerja karena terpaksa, sudahmerupakan tugas, mau nggak mau harus dikerjakan... atau memang karena kesadaran, meskipun itu karenatugas yang sudah ditentukan, tetapi sadar bahwa itu merupakan kepercayaan dari Tuhan?

Rut bekerja tanpa mengomel.. setelah dia bekerja seharian dari pagi sampai petang, dia dengan sukacitamembawa hasil pekerjaannya. Bukan hanya satu hari itu saja dia bekerja, melainkan sampai musimmenuai jelai dan musim menuai gandum berakhir (ay.23). Seandainya Rut mengeluh betapa beratnyapekerjaan itu, dia harus menunduk untuk memungut bulir-bulir jelai, berpanas-panasan yang bisa saja halitu membuat kulitnya jadi hitam (biasanya wanita takut kalau kulitnya menjadi hitam akibat panasmatahari), pasti Rut hanya bekerja satu hari itu saja. Tetapi Alkitab jelas mencatat bahwa Rut bekerjasampai musim menuai gandum berakhir, artinya sampai tidak ada lagi yang dapat dipungut atau yangdikerjakan.

Hendaknya kita, wanita, mencontoh pribadi Rut yang bekerja dengan rajin, bukan hanya untukkepentingan diri sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain, yang secara ikatan darah tidak adahubungan apa-apa lagi, tetapi tetap menganggap bahwa Naomi adalah mertua yang dikasihi dan wajibdiperhatikan; bekerja karena inisiatif sendiri bukan karena terpaksa, sehingga menghasilkan sukacita yangluar biasa, tidak mengomel atau bersungut-sungut. Hasilnya apa? Jaminan pemeliharaan dan perlindungandari Tuhan akan kita peroleh, seperti Boas akhirnya memperhatikan Rut, maka Allah juga akanmemperhatikan dan menghargai setiap usaha kita.

3. Menguasai diri (Rut 3:1-7)

Naomi sebagai mertua yang tidak egois, memperhatikan kebutuhan dari menantunya, Rut. Naomi sadarbahwa Rut masih muda, sepantasnya dia bersuami lagi. Berhubung Rut memang tinggal bersama Naomi,Rut masih mengikatkan dirinya kepada Naomi, maka Naomi ingin menjodohkan Rut dengan sanaksaudaranya. Secara hukum Yahudi, apabila ada yang menggadaikan hartanya, maka yang wajib menebusadalah sanak saudara yang terdekat, dengan catatan, apabila yang menggadaikan telah meninggal danmempunyai istri tanpa anak, maka orang yang hendak menebus itu juga wajib mengambil janda dari siempunya harta untuk dijadikan istrinya. Naomi tahu, bahwa Boas adalah pihak yang wajib menebus hartabenda Elimelekh, suami Naomi sebab kedua anak laki-lakinya telah meninggal juga di Moab. Naomimengajari Rut, apa-apa yang harus dia lakukan di tempat pengirikan tersebut. Rut disuruh mandi, berurap,memakai pakaian yang terbaik dan disuruh agar berbaring di kakinya Boas. Berbaring di kaki, itu memangsuatu tanda meminta perlindungan, artinya Rut secara tidak langsung meminta Boas untuk mengambil diamenjadi istrinya Boas (ay.8-9).

Rut menuruti apa yang dikatakan oleh Naomi, mertuanya. Rut percaya bahwa Naomi tidak merencanakansesuatu yang jahat, tetapi sesuatu yang baik bagi dirinya juga bagi Naomi. Apa yang terjadi? Boas memujikepribadian Rut yang dinilai berbeda dari wanita lainnya (ay.10-11) dan ini menimbulkan kesan positifbagi Boas. Rut tidak ambil kesempatan, mumpung mertuaku kasih lampu hijau, ya sudah sekalian sajaaku tidur disampingnya Boas... tetapi dia menuruti perkataan Naomi, agar tidur di samping kaki Boas.

Berdasarkan peristiwa ini, kita dapat mengetahui bahwa Rut adalah seorang wanita yang dapat menguasaidirinya dari segala godaan hawa nafsu. Rut adalah seorang wanita yang masih muda, masih memilikipotensi untuk mendapatkan laki-laki yang seumuran. Akan tetapi Rut tidak mau terbakar oleh hawa nafsu.Kita sudah tahu sejak awal dia datang ke Betlehem, dia langsung mencari pekerjaan, dan tanpa lelah daripagi sampai petang dia bekerja, tidak ada waktu baginya untuk memikirkan kepentingan dirinya sendiri,tidak ada waktu baginya untuk memikirkan laki-laki lain. Dia hanya fokus pada pekerjaannya. Boas memujinya bahwa dia tidak mengejar-ngejar orang muda, entah itu kaya atau miskin, malahan Rut mengikuti saran Naomi, untuk meminta perlindungan dari Boas, yang jauh lebih tua dari dia (ay.10a).

Sebagai wanita Kristen, kita juga hendaknya dapat menguasai diri, tidak mudah tergoda oleh bujuk rayudunia ini... khususnya bagi wanita yang masih single, masih menantikan pasangan hidup, tetap jagakesucian hidup. Bila saatnya, Tuhan pasti memberikan laki-laki yang terbaik, yang akan melindungi dan bertanggung jawab atas hidupmu. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang masih memiliki suami. Tetap jagakekudusan hidup, karena godaan dunia ini semakin gencar.. bukan hanya suami yang berselingkuh,sekarang ini banyak istri yang selingkuh juga. Banyak alasan untuk selingkuh, tetapi hanya satu alasan untuk tidak selingkuh, yaitu penguasaan diri.

Bagaimana agar kita dapat menguasai diri? Hidup oleh Roh, maka kita memiliki kemampuan untukmelawan keinginan daging (Galatia 5: 16-17).. Apa saja keinginan daging itu? Di Galatia 5:19, ada hawanafsu. Bagaimana caranya untuk melawan hawa nafsu? di ay.16 dikatakan hiduplah oleh Roh. Apatanda-tanda kita hidup oleh Roh? Di Galatia 5:22-23, diterangkan mengenai buah Roh. Buah terakhiradalah penguasaan diri. Agar kita dapat menguasai diri, para wanita harus memberikan hidup ini untukselalui dipenuhi Roh Tuhan sehingga menghasilkan buah Roh, salah satunya adalah penguaasaan diri.

Kita tahu bagaimana akhir dari kisah Rut: Boas menebus harta milik dari Elimelekh, suami Naomi,mertuanya Rut, dan Rut juga diambil menjadi istrinya. Perlindungan bukan hanya diberikan kepada Rut, tetapi juga diberikan kepada Naomi, ibu mertua yang sangat mengasihi dan memperhatikan masa depan menantunya, Rut.

Kesimpulan:

Hal-hal yang harus kita miliki agar kita menjadi wanita yang unik di mata Tuhan adalah:

a. Yakin dengan pilihan karena kita memiliki iman. Ibrani 11:1 dikatakan bahwa iman adalah dasar darisegala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Rut beriman kepadaAllahnya Naomi, sehingga dia yakin dengan pilihan hidupnya, yaitu mengikuti Naomi ke Betlehem, yangberarti dia meninggalkan orangtuanya (kehidupan lamanya) secara total. Kita juga harus memiliki imanyang teguh sehingga kita memiliki keyakinan akan pilihan iman untuk percaya sepenuhnya kepada TuhanYesus Kristus.

b. Kita rajin bekerja dan berinisiatif karena memiliki kasih. Kasih yang mendorong Rut untuk rela bekerjadari pagi sampai petang, kasih yang mendorong Rut untuk membawa pulang bulir-bulir jelai dandiserahkan kepada mertuanya. 1 Korintus 13: 4-7, kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri... Rut tidakmementingkan diri sendiri, dia sabar menanggung segala sesuatu (bekerja tanpa lelah dari pagi sampaipetang dibawah terik panas matahari) ini adalah bukti kasihnya kepada Naomi, mertuanya. Hasilnya, Rutmendapatkan belas kasihan dari Boas, pemilik ladang. Boas adalah gambaran dari Allah, sumberperlindungan. Apabila kita memiki kasih yang tulus iklas, maka itu akan mendorong kita untuk rajinbekerja tanpa mengeluh, mengerjakan pekerjaan dengan tuntas, maka Allah, sumber penghidupan kita,akan memperhatikan dan membalaskan hasil usaha kita dengan membawa berkat-berkat Tuhan yangsesuai dengan keperluan kita.

c. Kita mampu menguasai diri dari godaan hawa nafsu dunia karena kita meletakkan pengharapan hanyakepada Allah saja. Rut tidak tergoda untuk mengejar-ngejar laki-laki yang lebih muda dari Boas, karenaRut percaya bahwa yang dapat melindungi dia hanya Boas. Rut mampu menguasai dirinya, meskipun Rutberada di tengah-tengah bangsa Israel, dimana saat itu kehidupan moral bangsa Isrel juga jatuh bangun..Rut mampu membuktikan bahwa di tengah-tengah kemerosotan moral bangsa Israel, dia - yang tadinyaadalah bangsa kafir - setelah percaya kepada Allah, mampu menguasai dirinya. Demikian juga dengankita, wanita yang dikasihi Tuhan, selalu meletakkan pengharapan kepada Allah saja, bukan kepadamanusia. Hasilnya, kita tidak akan kuatir akan masa depan hidup ini... perkara kebutuhan sehari-hari,perkara pasangan hidup, Tuhan sudah atur semua dengan baik dan sempurna.

Amin.

 

---

Video Ibadah selengkapnya dapat disimak di : Ibadah Kaum Wanita - 16 April 2020 - Renta L. Songan

 

 


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account