Memberdayakan Kasih Karunia Allah Dengan Suka Berbuat Baik

Memberdayakan Kasih Karunia Allah Dengan Suka Berbuat Baik

Pdm. Harijono, Minggu, Johor, 08 April 2018

Shalom,

Betapa bahagia sekaligus membanggakan bila kita memiliki Allah di dalam Yesus Kristus! Juga saat kita mempelajari Surat Efesus yang mana dalam pola Tabernakel terkena pada Meja Roti Sajian; kita adalah wadah yang menampung roti Firman Allah untuk dapat menyaksikan apa yang sudah kita terima selama ini.

Kita mempelajari lebih jauh tentang Surat Efesus 2:1-10 yang secara garis besar terbagi menjadi tiga bagian:

  • Efesus 2:1-3

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai sama seperti mereka yang lain.”

Mengapa orang-orang Efesus (juga kita) patut dimurkai dengan hukuman kematian? Karena mereka (juga kita) tidak merasa perlu datang dan percaya kepada Allah. Hal ini bukan karena mereka (juga kita) tidak mengerti tetapi karena tidak mau mengakui Allah seperti dijelaskan di Roma 1:21-22, 28-32, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat tetapi mereka telah menjadi bodoh…..Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.”

Inilah model orang fasik yang jahat dan durhaka, mereka mengenal Allah tetapi hatinya yang bodoh menjadi gelap dan pikirannya sia-sia. Mereka tidak mampu melawan rongrongan kuasa kenajisan yang datang menyerang sehingga mereka hidup di dalamnya; bahkan hal tidak wajar pun mereka lakukan yaitu hubungan seks dengan binatang. Itu sebabnya mereka patut dimurkai.

Peringatan, jangan kita tetap berkeras hati hidup dalam kejahatan dan kenajisan walau sudah (lama) mendengar Firman Tuhan agar jangan terkena murka Allah.

  • Efesus 2:4-7

“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan – dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkit-kan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.”

Dengan tegas dikatakan hidup yang jauh dari Allah harus dimurkai/dibinasakan tetapi Ia rindu menyelamatkan semua orang yang mau mengenal kebenaran-Nya. Oleh sebab itu rahmat kemurahan-Nya memberi kesempatan kepada siapa pun untuk bertobat seperti ditawarkan oleh Roma 2:4, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

Allah yang penuh rahmat memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat dan datang kepada Yesus apa pun kondisinya seperti ditegaskan oleh Roma 5:6-9, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar – tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”

Karena rahmat Allah di dalam Kristus Yesus, kita (orang durhaka) diselamatkan dari murka-Nya melalui kematian Yesus dan mengalami pembenaran oleh darah-Nya. Sesudah melalui tahap-tahap diperdamaikan dengan Allah melalui Yesus, diberi kesempatan untuk mendapat keselamatan kemudian memiliki hidup baru yang dikendalikan Roh Tuhan, kita tidak lagi hidup di dalam daging tetapi hidup oleh iman (Gal. 2:19-20).

Introspeksi: sadarkah kita akan asal usul kita yang gelap pekat dan patut dibinasakan? Sudahkah kita menerima rahmat Allah sehingga Yesus Kristus tinggal di dalam kita?

Apa bukti Kristus berdiam di dalam kita? Untuk memiliki pengalaman bersama Kristus, kita harus rela mati bersama-Nya. Jika kita takut dan mengenal siapa Allah yang mahakasih dan adil, kita tidak akan hidup sembrono tetapi hidup tertib di hadapan Tuhan dan sesama.

Kita hidup tetapi bukan kita lagi yang hidup tetapi Kristus di dalam kita. Ini yang memampukan kita melakukan kehendak Tuhan. Contoh: bila Tim Misi yakin Yesus ada bersamanya, mereka dapat melakukan tugas pelayanan dengan baik meskipun menghadapi banyak tantangan.

Di dalam Kristus Yesus, kita dibangkitkan dan diberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Surga. Ini merupakan klimaks dari rahmat kemurahan yang diberikan kepada orang percaya melalui pengurbanan Yesus. Kematian dan kebangkitan kita sudah dalam rencana Allah sehingga hidup kita tidak lagi dengan model lama melainkan hidup diperbarui yang penuh pengharapan untuk menerima bagian yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar yang tersimpan di Surga (1 Ptr. 1:3-5).

Oleh rahmat Tuhan, kita diselamatkan di dalam Kristus Yesus yang telah mati bagi kita. Hidup kita yang patut binasa berbalik arah menerima bagian hidup baru yang tidak dapat binasa dan layu. Ini merupakan janji pengharapan namun semua kembali kepada kita, bila kita tidak teguh menghadapi tantangan dan tekanan dunia, kita akan terseret sehingga dimurkai Allah dan berakhir pada kebinasaan. Untuk itu kita harus berjuang sungguh-sungguh agar pengharapan yang kita nantikan menjadi hak yang pasti. Roh Kudus memampukan kita untuk bertekun dan bersabar dalam menghadapi banyak godaan dan rongrongan kuasa kegelapan (Ibr. 6:11-12). Ingat, kita dijanjikan hidup kekal bersama Yesus di Surga.

  • Efesus 2:8-10

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.”

Jelas, kita diselamatkan oleh iman bukan hasil usaha pekerjaan kita tetapi pemberian Allah sehingga kita tidak boleh sombong jika kita dapat melakukan banyak hal bahkan dalam pelayanan pun.

Yesus menjadi teladan sempurna dalam kerendahan hati dan Ia mengundang kita yang letih lesu serta berbeban berat untuk datang kepada-Nya maka Ia akan memberikan kelegaan kepada kita (Mat. 11:28-29).

Hendaknya kita memberdayakan kasih karunia Allah dengan suka berbuat baik yang memberikan manfaat bagi orang lain. Contoh: kisah dua pengintai kota Yerikho diselamatkan oleh perempuan sundal, Rahab, dengan taruhan nyawa jika ketahuan (Yos. 2).

Oleh rahmat dan kasih Allah, kita yang dahulu mati karena pelanggaran dan dosa dihidupkan/diselamatkan melalui kematian Yesus Kristus untuk melakukan perbuatan baik. Tuhan ingin kita senantiasa rendah hati dan bertindak bijaksana serta takut akan Allah sebab Ia mengendalikan hidup setiap orang yang percaya dan bersandar kepada-Nya. Amin.

 

Subscribe Youtube GKGA

Silahkan klik tombol YouTube untuk berlangganan Video Ibadah