Tetaplah Tinggal Di Dalam Kristus!

Tetaplah Tinggal Di Dalam Kristus!

Pdm. Yusuf Wibisono, Minggu, Lemah Putro, 22 April 2018

Shalom,

Hendaknya kita tetap di dalam Yesus Kristus yang sudah berkurban bagi kita maka berkat rohani dari Surga dilimpahkan kepada kita (Ef. 1:3). Bila kita menaati perintah Firman Tuhan, kita akan dibela dan disertai oleh-Nya.

Oleh kurban Kristus, kita (bangsa kafir) yang sebelumnya tidak ada janji beroleh janji yang seharusnya diperuntukkan hanya bagi bangsa Israel (Ef. 2:12).

Bagaimana kondisi Yesus dan untuk apa Ia berkurban bagi kita? 2 Korintus 5:21 menuliskan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

Di zaman Abraham, terjadi tawar menawar antara Abraham dengan Allah tentang jumlah orang benar di kota Sodom karena kota yang penuh dengan kejahatan ter-sebut akan dimusnahkan. Terbukti Allah tetap memerhatikan kehidupan orang-orang benar meskipun jumlahnya kurang dari 10 jiwa (Kej. 18:16-33).

Di dalam Kristus Yesus, kita dimeteraikan dengan Roh Kudus (Ef. 1:13) dan dijadikan anak-anak Allah (Yoh. 1:12) untuk memiliki hak atas Kerajaan Surga milik Bapa Surgawi.

Keuntungan apa yang kita peroleh dari kurban Kristus?

  • Kita yang dahulu mati (rohani) oleh pelanggaran dan dosa karena menuruti penguasa-penguasa di udara dihidupkan/dibangkitkan menjadi anggota ke-luarga Allah.
  • Kita yang dahulu jauh menjadi dekat dengan Allah.
  • Kita yang dahulu berseteru diperdamaikan/dipersatukan.

Bila kita telah menjadi ‘manusia baru’, jangan kita ‘jatuh’ lagi dalam tiga hal di atas ini. Yesus pernah mengingatkan perempuan yang tertangkap basah berbuat zina dan patut dihukum dengan dilempari batu tetapi akhirnya tidak ada seorang pun mela-kukannya karena mereka semua sama-sama dalam kondisi berdosa. Apa yang dikatakan Yesus kepada perempuan berdosa itu? Yohanes 8:10-11 menuliskan, “Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Dengan hadirnya Yesus, perempuan berdosa yang tak berpengharapan (mati) diubah menjadi berpengharapan (hidup) dan diingatkan untuk tidak berbuat dosa lagi. Demikian pula dengan kita yang sudah mengalami kematian rohani kemudian dihidupkan jangan kita mengalami kematian rohani lagi karena kembali terjebak oleh tipu daya Iblis, bapak pembohong dan penipu. Dengan kecerdikannya, Iblis berusaha menarik kita kembali pada posisi mati rohani. Bukankah Adam dan Hawa diperdaya oleh kecerdikannya melalui ular?

Bagaimana kita menyikapi kecerdikan Iblis? Dengan tekun mendengarkan suara Firman Tuhan serta menaatinya. Ilustrasi: seekor domba dapat diterkam oleh musuh jika tidak dengar-dengaran terhadap suara gembalanya lalu keluar dari kandang. Demikian pula jika kita tidak berada di dalam Dia, Iblis siap menerkam kita. Hendaknya kita memanfaatkan suara (Firman) Tuhan seperti dilakukan oleh satu penjahat yang disalib di sebelah Yesus. Penjahat tersebut mengaku dirinya patut dihukum dan memohon Yesus supaya ingat akan dia ketika Ia datang sebagai Raja (Luk. 23:42). Apa yang terjadi kemudian? Tubuhnya mati tetapi rohnya selamat dan berada di Taman Firdaus.

Orang yang hidup di dalam Tuhan kebal terhadap mantera maupun tenungan (Bil. 23:23) tetapi rentan jatuh dalam tipuan yang dilontarkan oleh musuh jika tidak was-pada (Bil. 25:17-18, 1-3).

Ingat, selama kita masih mau mendengarkan Firman Tuhan dan memercayainya, kita akan selamat. Namun begitu kita jauh dari Tuhan, kita akan menyangkal Dia seperti dilakukan oleh Petrus yang menyangkal Gurunya tiga kali karena dia mengikut Yesus dari jauh dan duduk dekat api (Luk. 22:54-55).

Panasnya api menggambarkan kobaran hawa nafsu; jika kita menjauh dari kebenaran Firman Tuhan, kita tidak dapat membendung hawa nafsu yang membara. Hal ini terjadi pada dua anak perempuan Lot yang memperkosa ayahnya sendiri (dibuatnya mabuk) sehingga melahirkan bani Moab dan bani Amon (Kej. 19:30-37).

Tuhan menginginkan kita kudus sebab Ia kudus dan takut akan Dia dengan me-lakukan perintah-Nya (Im. 19:2, 31-32). Namun kalau kita mengikut Dia dari jauh, kita menjadi seteru-Nya karena kita mengumbar keinginan daging (Rm. 8:5-8). Sebaliknya, kita akan berbahagia bila menuruti Firman Tuhan (Why. 1:3) dan berada di dalam lingkup kekudusan. Perhatikan, orang yang hidup di dalam Dia dijamin bahagia mati pun tetap bahagia (Why. 14:12-13).

Jangan bertindak seperti orang muda kaya yang berhasil melakukan Firman Tuhan bersifat horizontal (menghormati ayah ibu, tidak membunuh, tidak berzina, tidak mencuri, tidak mengucapkan saksi dusta) tetapi sangat berat melepaskan harta kekayaannya ketimbang mengikut Yesus. Dia pergi dengan sedihnya (Mat. 19:16-22). Melihat hal ini Yesus mengatakan, “…Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga... lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk dalam Kerajaan Allah.” (ay. 23-24)

Mendengar pernyataan ini, gemparlah murid-murid-Nya dan berkata, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (ay. 25). Jawaban Yesus sangat meneduhkan, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (ay. 26)

Hendaknya kita waspada terhadap antikristus yang tampak dari dahulu ada bersama kita tetapi sebenarnya dia jauh dari Tuhan karena dia tidak pernah bersungguh-sungguh kepada-Nya (1 Yoh. 2:18-19). Antikristus ini merupakan seterunya Tuhan.

Marilah kita mengambil sikap untuk tetap tinggal bersama Tuhan karena di dalam Dia ada keselamatan, kelepasan, ketenangan dan kesukaan sampai selama-lamanya. Amin.