Reach Out!

REACH OUT!

 

Natal Kaum Muda, Sabtu, 14 Desember 2019

Pdt. Pulus Budiono


Shalom,

Hendaknya kita tidak mudah melupakan Firman Tuhan begitu selesai membaca Alkitab. Apa pesan Natal bagi Kaum Remaja-Muda sesuai dengan tema “Reach Out”? Ingat, kita telah dipanggil Tuhan sejak dari kandungan dan disebut namanya sejak dari perut ibu (Yes. 49:1). Apa tujuan Tuhan memanggil kita? “....Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi. (Yes. 49:6b)

“Reach out” berarti menjangkau, mencapai, meraih, menyentuh. Bagaimana kita dapat menjangkau sesuatu/seseorang jika kita tetap berdiam di tempat tanpa bergerak mendekatinya? Sekalipun kita berdekatan tetapi tidak berinisiatif bergerak, kita tidak akan pernah sampai ke benda/orang yang dituju. Kita tidak boleh menjadi orang Kristen stagnan yang puas dengan liturgi gereja padahal di luar masih banyak orang yang belum/tidak mengenal Tuhan. Reach out tidak akan terjadi jika kita tetap diam/mandeg di tempat.

Mengapa Tuhan memanggil dan mau memakai kita? Karena terlalu kecil hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel (Yes. 49:6a) maksudnya bagi kita sekarang ialah jangan kita hanya sibuk dengan kegiatan di gereja dan komunitas kita sendiri (yang kecil/sempit) tetapi harus keluar menjangkau jiwa-jiwa yang lebih banyak/besar. Dengan kata lain, jangan kita menjadi terang hanya di lingkup gereja dan sibuk dengan keselamatan sendiri tetapi kita harus bergerak lebih jauh seperti yang dikehendaki Tuhan dengan memikirkan keselamatan orang-orang yang terhilang. Ayat ini menubuatkan Yesus datang ke dunia untuk menjangkau manusia berdosa tetapi ditolak oleh umat kepunyaan-Nya (Yoh. 1:11). Yesus, terang dunia, dating ke dalam dunia tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat (Yoh. 3:19). Bagaimanapun juga ayat ini mendorong kita untuk tidak memilih menjadi terang kecil di kalangan sendiri tetapi makin berkomitmen di tahun mendatang dengan memancarkan sinar terang Kristus kepada orang-orang yang belum/tidak beroleh keselamatan di dalam Kristus Yesus.

Ayat di atas ditulis oleh Yesaya (Perjanjian Lama) dan digenapi oleh pemuda Paulus (Perjanjian Baru). Saulus/Paulus awalnya adalah seorang penghujat, penganiaya dan orang ganas terhadap pengikut-pengikut Yesus (1 Tim. 1:13) tetapi setelah bertemu Yesus tersalib dia bertobat dan dipakai menjadi alat-Nya untuk memberitakan Nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel (Kis 9:1-5,15). Bersama Barnabas, Paulus pergi ke Antiokhia dan masuk ke rumah ibadat pada hari Sabat untuk menyampaikan kisah Allah membebaskan nenek moyang orang Israel keluar dari perbudakan rumah Mesir hingga Ia membangkitkan Juru Selamat bagi orang Israel yaitu Yesus dari keturunan Daud. Yesus harus mengalami mati disalib untuk pengampunan dosa dan dibangkitkan pada hari ketiga untuk tidak diserahkan kembali kepada kebinasaan. Paulus memberitakan kabar kesukaan tentang kegenapan janji Allah kepada Daud. Banyak orang senang mendengar berita ini, mereka mengundang Paulus dan Barnabas untuk berbicara tentang topik itu pada hari Sabat berikutnya. Hampir seluruh kota berkumpul mendengarkan Firman Allah yang disampaikan oleh Paulus. Melihat animo orang banyak tersebut, ada orang-orang Yahudi yang iri hati kemudian mereka membantah apa yang dikatakan Paulus. Mereka menghasut perempuan-perempuan terkemuka dan pembesar-pembesar kota kemudian mengusir Paulus dan Barnabas dari daerah itu. Paulus dengan berani mengatakan Firman Allah harus diberitakan lebih dahulu kepada orang Israel tetapi karena mereka menolak, Paulus dan Barnabas berpaling kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 13:14-47). Jelas Injil keselamatan jatuh ke tangan bangsa-bangsa lain (kafir) oleh sebab adanya penolakan, pengusiran terhadap pemberita Injil.

Tulisan Yesaya 49:6b digenapi dalam diri Paulus dan Barnabas (Kis. 13:47) yang mana awalnya Firman Allah datang untuk orang Yahudi tetapi mereka menolaknya dengan mengusir Paulus dan Barnabas. Bagaimana respons bangsa kafir yang tinggal di luar Palestina? Hati mrk senang (ay. 48) sebab sebelumnya mereka tanpa Kristus, tanpa pengharapan, dan tanpa Allah (Ef. 2:11-12) namun oleh pemberitaan Paulus mereka ikut dipilih.

Paulus rela menderita ditolak, didera bahkan dipenjara sebab ia telah menerima terang dan keselamatan dari Tuhan. Itu sebabnya dia bertekad Firman Tuhan tidak boleh berhenti tetapi menjangkau semua orang.

  • Kita juga tidak boleh lepas dari dua hal ini, yaitu:
    Terang yang sudah ada dari permulaan penciptaan yang memisahkan terang dan gelap (Kej. 1:4). Mengapa Allah memisahkan terang dan gelap? Untuk membuktikan bahwa tidak semua manusia mau menerima Dia. Yesus menyingkir ke Galilea setelah Yohanes ditangkap dan diam di daerah Zebulon dan Naftali – wilayah bangsa-bangsa lain yang diam dalam kegelapan – dan mereka melihat Terang besar (Mat. 4:12-16). Orang Yehuda menolak tetapi orang Galilea menerima Terang. Perhatikan, siapa menerima Yesus, dia diberi hak menjadi anak Allah (Yoh. 1:12).
    Ketika kita membawa terang Injil keselamatan, kita harus siap tidak semua orang mau menerimanya. Dan pastikan terang perbuatan baik kita bukan berasal dari diri sendiri sebab kita adalah jahat dan berpikiran jahat tetapi Ia menyediakan terang. Jangan hanya percaya kepada Yesus dan menerima terang Ilahi tetapi Ia ingin kita memakai terang-Nya untuk menjadi saksi bagi orang lain. Jadi, terang perbuatan baik kita untuk kemuliaan Tuhan.
  • Keselamatan. Kepala penjara mau bunuh diri ketika semua pintu penjara terbuka oleh sebab gempa bumi. Dia pikir seluruh narapidra melarikan diri tetapi Paulus yang dipenjara mencegahnya. Paulus dan Silas menunjukkan perbuatan baik dengan tidak lari dari penjara. Apa yang disampaikan Paulus kepada kepala penjara tersebut? Dia tidak bicara panjang lebar tetapi menyuruh kepala penjara untuk percaya Tuhan Yesus Kristus maka dia dan seisi rumahnya selamat (Kis. 16:25-31). Tentu Paulus tidak lupa menyaksikan pengalaman pribadinya.

Aplikasi: hamba Tuhan harus tetap memberitakan Injil keselamatan dan mengingatkan bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus (Kis. 4:12).

Hadiah besar apa yang kita terima di hari Natal ini? Jika “Reach out” menjadi hadiah natal, jangan menyimpannya tetapi sebarkan sebab kita sudah dijangkau lebih dahulu oleh Yesus. Kita telah beroleh keselamatan dan berkewajiban memikirkan mereka yang belum diselamatkan karena untuk inilah kita dipanggil oleh-Nya. Selain itu kita harus menjadi terang agar mereka yang hidup dalam kegelapan dosa meninggalkan kegelapan dan pindah pada kehidupan terang di dalam Tuhan Yesus. Amin.

 

Video ibadah ini dapat disimak di Ibadah Natal Kaum Muda dan Remaja - Reach Out! - Pdt. Paulus Budiono.