Beritakan Yesus Yang Akan Datang Kembali

BERITAKAN YESUS YANG AKAN DATANG KEMBALI
Lemah Putro
13-05-2021
Pdt. Paulus Budiono
Lihat Video Ibadah: KLIK DISINI
Scan QR untuk membaca di perangkat lain:

Shalom,

Kita layak berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menggenapi janji-Nya dengan mengutus Roh Kudus 2.000 tahun lalu kepada para murid-Nya juga kepada gereja mula-mula dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria hingga ke ujung bumi di mana kita berada saat ini. Kalau bukan karena Roh Kudus kita tidak akan dapat menyebut Yesus adalah Tuhan, kita akan melupakan bahkan menyangkal-Nya. Sungguh kita patut bersyukur dipenuhi oleh Roh Kudus untuk dibawa masuk ke dalam kebenaran Firman-Nya.

Bila kita memerhatikan almanak/ penanggalan dan tercantum hari-hari raya dalam setahun, hari ini umat Kristen memperingati hari Kenaikan Yesus kembali ke Surga. Sebenarnya peristiwa ini telah terjadi lebih dari 2.000 tahun lalu tetapi kita masih dapat memperingatinya oleh karena adanya almanak yang mempermudah kita mengingatnya. Namun jangan merayakannya dari tahun ke tahun hanya untuk memenuhi tradisi dan liturgi gereja! Sebaliknya, kita harus lebih sungguh-sungguh memperingatinya karena ini berkaitan dengan penantian kedatangan-Nya (bnd. 1 Kor. 11:26).

Apa kaitan kenaikan Yesus dengan kedatangan-Nya? Dokter Lukas atas ilham Allah menulis bahwa Yesus menunjukkan diri kepada para rasul yang dipilih-Nya setelah penderitaan-Nya selesai (= kematian-Nya) untuk membuktikan bahwa Ia hidup (= kebangkitan-Nya) dan selama 40 hari menampakkan diri berulang-ulang berbicara tentang Kerajaan Allah. Setelah itu Ia naik ke Surga disaksikan oleh mereka lalu dua orang berpakaian putih mengatakan, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini yang terangkat  ke sorga meninggalkan kamu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis. 1:3,10-11)

Tulisan Dokter Lukas tentang kematian-kebangkitan-kenaikan ke Surga di Kisah Para Rasul ditujukan kepada Teofilus (63 M) sementara Rasul Paulus menulis surat 1 Korintus tentang Perjamuan Tuhan dikaitkan dengan kematian dan kedatangan Yesus kembali (55 M). Perlu diketahui setelah bertobat, Dokter Lukas bergabung dengan Rasul Paulus dan mengikutinya ke mana pun Paulus pergi.

Baik Rasul Paulus maupun Dokter Lukas sama-sama menulis tentang kematian, kebangkitan dan kedatangan Yesus kembali. Berapa lama gereja Tuhan menantikan kedatangan-Nya kembali? Tak seorang pun mengetahuinya (Mat. 24:36) bahkan sampai sekarang sudah ± 1.992 tahun Ia belum datang juga. Akibatnya, banyak orang mengabaikan dan tidak begitu serius menantikan kedatangan-Nya kembali. Itu sebabnya Rasul Paulus mengingatkan tentang kematian dan kedatangan Yesus, berarti Yesus bangkit dari kematian dan berjanji akan datang kembali. Seandainya Ia tidak bangkit, sia-sia kepercayaan kita dan kita masih hidup dalam dosa (1 Kor. 15:17) sebab kita menantikan Yesus yang mati.

Introspeksi: sungguhkah kita merindukan kedatangan-Nya kembali? Jujur, tidaklah mudah untuk tekun menantikan kedatangan-Nya sebab kita tidak tahu pasti kapan Ia datang. Buktinya di zaman Petrus sudah tampil banyak pengejek yang mempertanyakan kedatangan Tuhan (2 Ptr. 3:1-7) terlebih sekarang ini. Juga sudah siapkah kita ketika Ia datang kembali? Jangan sampai terjadi kita sibuk pelayanan dan berseru-seru memanggil Nama-Nya tetapi Ia tidak mengenal kita (bnd. Mat. 7:21-23) sebab kita menyebut Nama-Nya dengan motivasi mencari popularitas diri sendiri.

Siapa Yesus yang mati itu? Ia adalah Firman (= Allah) yang berinkarnasi menjadi manusia (Yoh. 1:14,1). Bila kita mengenal Dia dan mempunyai relasi intim dengan-Nya, kita akan sungguh- sungguh menantikan kedatangan-Nya. Hati kita tetap membara (sebab tidak seorang pun mengetahui isi hati kita) dan mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Sebaliknya, jika kita mengenal Dia hanya sepintas, lambat laun kita akan melupakan-Nya. Ingat, kematian permanen tidak berlaku bagi Yesus sebab Ia bangkit setelah tiga hari terbaring dalam kuburan menjadi Tuhan dan Kristus (Kis.2:36).

Alkitab telah menuliskan bagaimana manusia bersikap dan berperilaku pada masa penantian kedatangan Tuhan, yaitu:

  • Mereka makan dan minum, kawin dan mengawinkan sebagaimana halnya pada zaman Nuh (Mat. 24:38).
  • Lima gadis bodoh tidak dikenal oleh mempelai laki-laki karena terlambat datang sebab mereka pergi membeli minyak karena mereka tidak menyimpan persediaan minyak (Mat. 25:1-13).

Waspada, jangan kita sengaja melupakan hal kedatangan-Nya yang berakhir dengan terlambat.

  • Sebelum kematian-Nya, Yesus telah mengatakan kepada murid-murid-Nya agar tidak gelisah jika Ia pergi ke rumah Bapa-Nya untuk menyediakan tempat bagi mereka. (Yoh. 14:1-3). Aneh, Tomas mengatakan dia tidak tahu jalan ke rumah Bapa-Nya (ay. 4-5) alias tidak tahu arah tujuan Gurunya padahal dia telah 3½ tahun ikut bersama-Nya mendengarkan khotbah dan menyaksikan pelbagai mukjizat yang diperbuat-Nya.

Yesus menjawab bahwa Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup; tidak ada seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Dia (ay. 6). Dia akan datang kembali membawa mereka kepada Bapa-Nya. Waktu itu Yesus berkata kepada 11 murid-Nya sebab Yudas Iskariot memilih jalan hidupnya sendiri.

Berapa lama kita ikut Yesus dan sudah tahukah kita mau dibawa ke mana oleh-Nya?

Yesus adalah Firman kebenaran dan hidup – Alkitab (Firman Tuhan) menjadi jalan yang mengarahkan kita untuk bertemu dengan Bapa Surgawi. Jadi, kekristenan bukanlah sekadar agama yang mengajarkan kita untuk bermoral baik tetapi keubahan hidup karena bebas dari belenggu dosa sehingga kita tidak lagi suka melakukan perbuatan-perbuatan dosa.

Yesus sebagai Guru juga menegur Filipus, murid-Nya, yang meminta ditunjukkan Bapa kepadanya. Yesus menegaskan bahwa dengan melihat Dia sama dengan melihat Bapa sebab Ia di dalam Bapa dan Bapa di dalam-Nya (Yoh. 14:8-10).

Perkataan (Guru) Yesus kepada dua murid-Nya (Tomas dan Filipus) tentang penyediaan tempat di rumah Bapa-Nya menyiratkan kebiasaan/ tradisi yang dilakukan oleh calon mempelai pria Yahudi yang akan menikah. Mereka harus menyiapkan/menyediakan segala sesuatu termasuk tempat tinggal (rumah) sebelum menjemput mempelai perempuannya untuk tinggal bersama setelah mereka menikah.

Aplikasi: kita telah dipertunangkan sebagai perawan suci kepada Kristus dan dikhawatirkan pikiran kita disesatkan oleh Yesus lain, roh lain atau Injil lain (2 Kor. 11:2-4). Yesus akan datang kembali sebagai Mempelai Pria Surga yang akan menjemput gereja-Nya sebagai Mempelai Perempuan-Nya (Why. 19:7-8). Akankah kita menyambut kedatangan-Nya seperti kata Yohanes, “Datanglah Tuhan Yesus!” (Why. 22:20b)? Untuk itu kita sudah harus tahu posisi kita saat ini (tunangan-Nya) dan menjaga hidup dalam kekudusan hingga Ia datang kembali. Ilustrasi: suami yang penat dari kerja akan merasa sukacita ketika tiba di rumah disambut hangat oleh istrinya. Jadilah istri yang diidamkan oleh suami bukan istri yang menuntut banyak membuat suami melakukan dosa (korupsi, menipu, selingkuh dll.)

Selain beriman akan kedatangan-Nya kembali, pengharapan kita tidak mengecewakan sebab kasih Allah (Agape) dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita (Rm. 5:1-5). Yang mengherankan, kasih Allah dicurahkan justru saat kita masih berdosa (ay 6-8) sebab kasih-Nya tidak berkesudahan dan terbesar (1 Kor. 13:8a,13).

Jangan mudah goyah dan ragu apalagi melepaskan kepercayaan ketika diejek kapan Yesus datang kembali. Sebaliknya, kita harus tekun sebab sedikit waktu lagi Ia akan datang dan kita yang percaya akan beroleh hidup (Ibr. 10:35-39).

Aplikasi: ini bukan saatnya kita mengundurkan diri dari ibadah maupun pelayanan oleh sebab kesibukan untuk keseharian hidup tetapi pikiran dan hati kita harus mengarah kepada kesucian dan kesempurnaan.

Kini kita tahu misi Yesus turun ke dunia ialah mati untuk membebaskan kita dari dosa yang membawa maut, Ia bangkit untuk membuktikan bahwa maut tidak berkuasa atas-Nya dan 40 hari kemudian Ia naik ke Surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita yang tekun dan setia kepada-Nya. Untuk itu kita harus terus menerus memberitakan kedatangan-Nya kembali sebab tak lama lagi Ia datang sebagai Mempelai Pria Surga menjemput kita, Mempelai Perempuan- Nya, untuk tinggal bersama-Nya di Yerusalem baru selamanya. Amin.

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account