Anda ingin berlangganan ringkasan khotbah melalui email ?

Silahkan mendaftar disini

(Anda akan mendapatkan email berisi ringkasan khotbah, kesaksian, dan artikel terbaru)

Sudah terdaftar dan ingin mengubah status berlangganan? Silahkan login disini 

 
 

Perhatikanlah Terang yang ada padamu

PERHATIKANLAH TERANG YANG ADA PADAMU
Lukas 11:29-36
Lemah Putro
12-09-2021
Pdm. Agus Muljono
Lihat Video Ibadah: KLIK DISINI
Scan QR untuk membaca di perangkat lain:

Shalom,

Kita layak bersyukur masih dapat beribadah walau online untuk dikuatkan oleh terang Firman Tuhan sebab saat ini terang dunia berupa harta kekayaan, kekuasaan, kedudukan tidak mampu menerangi kita melawan pandemi yang mematikan ini. Selain Firman Tuhan, Roh Kudus membimbing kita dalam mempelajari Firman Tuhan agar kita dapat memahami untuk kita terapkan dalam keseharian hidup sehingga kita menjadi terang yang dapat menarik orang-orang datang kepada-Nya.

Ketahuilah kita akan merasakan kehadiran Allah di mana pun kita berada jika kita membuka hati karena Ia mahahadir. Kali ini kekuatan Firman Allah apa yang akan kita terima melalui kisah di Injil Lukas 11:29-36?

Ketika Yesus berbicara mengenai pelita yang harus ditaruh di kaki dian agar cahayanya terlihat semua orang (ay. 33), ayat ini mirip dengan pelita dan kaki dian yang tertulis di Matius 5:15 juga Lukas 8:16 → ditujukan kepada murid- murid supaya menjadi “kaki dian” untuk memancarkan terang. Demikian pula mata adalah pelita tubuh (ay. 34) mirip dengan khotbah Yesus di bukit dengan maksud sebagai peringatan akan bahaya ketamakan dan Mamon (Mat. 6:22- 24).

Namun perumpamaan “pelita dan kaki dian” serta “mata adalah pelita tubuh” (Luk. 11:33-34) bukan ditujukan kepada murid-murid Yesus tetapi kepada angkatan jahat yang menghendaki tanda (ay. 29). Siapakah mereka? Itulah para pemimpin agama dan pencari tanda yang meminta tanda dari Surga tetapi dengan maksud mencobai Yesus (ay. 16) sebab mereka telah melihat banyak tanda/mukjizat termasuk pengusiran setan (ay. 14) yang dikerjakan oleh Yesus tetapi mereka tetap tidak percaya (Yoh. 12:37). Mereka tidak akan diberikan tanda kecuali tanda Nabi Yunus. Pada waktu penghakiman, angkatan jahat ini dikutuk oleh ratu dari Selatan yang percaya akan hikmat Salomo juga oleh orang-orang Ninewe yang percaya akan pemberitaan Yunus. Mengapa? Karena angkatan jahat ini tidak juga bertobat walau Anak Manusia (= Yesus yang jauh lebih besar dari Yunus dan Salomo) menjadi tanda bagi mereka (ay. 31-32).

Sekarang pelita/lilin lebih menjadi bahan dekoratif sebab kita memakai sistem penerangan yang jauh lebih maju tetapi di zaman itu pelita sangat dibutuhkan sebagai alat penerangan. Untuk mendapatkan terang yang maksimal, pelita harus dinyalakan dan diletakkan di kaki dian (sejajar dengan eye level) bukan di bawah di kolong rumah atau di bawah gantang. Siapa yang dimaksud dengan pelita (ay. 33) ini? Itulah pribadi Yesus dan Firman-Nya yang menyinari kegelapan. Yesus tidak menyembunyikan terang-Nya dan semua orang dapat menyaksikan sinar terang-Nya melalui tanda-tanda yang telah dilakukan-Nya. Hal ini diakui oleh Yohanes Pembaptis yang menyebut Dia adalah terang dunia (Yoh. 1:9; 8:12; 9:5; 12:46).

Apa reaksi orang banyak yang menyaksikan Yesus – terang dunia – mencelikkan orang buta sejak lahir (Yoh. 9:1-7)? Ada yang percaya tetapi orang-orang Farisi malah menyebut Yesus sebagai orang berdosa yang melanggar Sabat (ay. 16). Sebenarnya dengan peristiwa tersebut, orang-orang Farisi mendapat kesempatan beroleh terang karena mantan orang buta tersebut meyakinkan mereka bahwa dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar ada orang memelekkan mata orang yang lahir buta (ay. 32).

Apa penyebab orang-orang Farisi tidak percaya akan Yesus, terang dunia? Bukan karena kurang terangnya cahaya yang terpancar tetapi karena penglihatan mereka sendiri → mata adalah pelita tubuh. Jika matanya baik teranglah seluruh tubuh tetapi jika matanya jahat gelaplah tubuh (Luk. 11:34). Perhatikan, mata bukanlah sumber cahaya tetapi menerima cahaya/terang untuk diproses di pikiran kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.

Introspeksi: apakah kita memiliki mata/penglihatan yang baik? Sebab mata yang baik mampu melihat cahaya dan tidak membutuhkan tanda-tanda lebih banyak lagi. Yesus mengecam orang Farisi dan ahli Taurat sebagai orang munafik dan buta yang tidak dapat melihat kebenaran untuk membimbing mereka kepada jalan yang benar. Mereka buta dan menuntun orang buta (pengikutnya) berakibat keduanya jatuh ke dalam lubang (Mat. 15:1,14). Berulang kali Yesus menyebut orang Farisi dan ahli Taurat sebagai orang buta (Mat 23:16,17,19,26). Mereka membutuhkan penglihatan rohani sebab tidak dapat melihat Yesus – pelita yang bersinar di hadapan mereka – sebagai Kristus dan Juru Selamat.

Apa ciri-ciri dari mata yang baik? Dapat melihat cahaya dan mempunyai satu fokus, tidak ganda atau berbagi → melihat Yesus sebagai satu-satunya harta terbesar dan terutama di dunia ini. Mata monogami tidak mencari kesenangan duniawi untuk perzinaan rohani/spiritual. Mata tunggal berkaitan dengan hati tunggal itulah hati yang tidak hanya bertobat, diperbarui tetapi juga dikuasai Roh Kudus sehingga mampu menolak bentuk kompromi apa pun dengan dunia tetapi fokus pada Yesus, karya-Nya dan teladan-Nya. Mata yang baik bertujuan memuliakan Tuhan, melakukan kehendak-Nya, menyenangkan Dia dan mendapat pujian hanya dari-Nya. Contoh: Abraham, Musa, Daud, Paulus dll. memiliki mata dan hati tunggal sebab pandangan mereka hanya kepada Tuhan walau mereka masih ditandai dengan kelemahan. Mata yang baik dapat melihat terang dan fokus hanya kepada Yesus Kristus sedang berkat-berkat lainnya adalah bonus dari yang terutama. Sayang, orang Farisi tidak memiliki mata baik seperti ini sebab mereka buta sepenuhnya.

Bagaimana dengan mata yang buruk (evil = jahat)? Mata ini tertutup oleh kabut kejahatan dan terinfeksi oleh dosa sehingga tidak dapat melihat Yesus dan kebenaran-Nya sebagai harta karun yang tak ternilai harganya. Yesus berbicara tentang dosa tertentu berkaitan dengan mata jahat yang ada pada orang-orang Yahudi yang berusaha menganiaya- Nya yaitu mencari penghormatan, pengakuan, pujian dan kemuliaan dari manusia (Yoh. 5:44). Jelas, mata mereka tertutup oleh lumpur kehormatan dan pujian dari manusia ketimbang perdamaian dengan Yesus.

Aplikasi: hendaknya pertimbangan dan pandangan dari manusia serta kecintaan duniawi tidak mendominasi kita sehingga membutakan kita untuk tidak dapat melihat Yesus, pelita yang menerangi kehidupan kita.

Lebih lanjut Yesus memberikan nasihat agar kita memerhatikan, menjaga dan mengawasi terang yang ada pada kita agar tidak menjadi kegelapan (Luk. 11:35). Untuk mengantisipasi hal ini, apa yang harus kita lakukan? Kita perlu memeriksa segala jenis terang/cahaya yang bertentangan dengan Kristus dan kebenaran-Nya bukanlah terang sejati tetapi kegelapan sebab Setan dapat menyamar sebagai terang (2 Kor. 11:14).

Kita harus berani menolak segala pencerahan yang tampak ‘terang’ tetapi bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan tidak peduli apa dan siapa yang mengatakan sebab ini bukan kebenaran sejati. Misal: kita harus hati-hati terhadap kebenaran filosofi dunia, doktrin agama yang malah membuat kita jauh dari kebenaran Injil. Roh Kudus akan memimpin kita masuk dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13), Tuhan menuntun kita dan mengangkat kita dalam kemuliaan (Mzm 73:24), Yesus menyinari kita yang dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kita ke jalan damai sejahtera (Luk. 1:79).

Introspeksi: apa yang kita pilih? Terang atau kegelapan? Mereka yang membenci Yesus tahu tentang Firman tetapi tidak dapat melihat Yesus sebagai Anak Allah yang datang ke dunia. Bagaimana dengan kita? Apakah kita seperti jemaat Laodikia yang merasa dalam kondisi baik tidak kekurangan apa-apa padahal sesungguhnya buta, melarat, malang, dan suam-suam kuku (Why. 3:16-17). Tuhan menasihati agar kita membeli minyak untuk melumas mata kita supaya dapat melihat (ay. 18). Kita harus menyadari dosa yang menginfeksi mata kita dan bertobat supaya dapat melihat dengan jelas. Bebaskan diri dari pengajaran-pengajaran yang kelihatan ‘terang’ (misal: teologi kemakmuran, hypergrace dll.) yang membutakan; sebaliknya, tetaplah pegang teguh pengajaran salib!

Bagaimanapun juga ada hal positif yang sangat menakjubkan yakni bila seluruh tubuh terang tidak ada bagian yang gelap maka seluruh tubuh akan dipenuhi dengan terang (Luk. 11:36). Bukankah kita dahulu adalah kegelapan tetapi sekarang kita terang di dalam Tuhan dan hidup sebagai anak-anak terang (Ef. 5:8)? Berita salib dan pelita/terang Yesus menerangi apa yg dilakukan oleh tangan, dilihat oleh mata, dikatakan oleh mulut, ke mana kita berjalan, juga bagaimana kita mengunakan pikiran, kekuatan, kekuasaan dan harta kita. Jika kita mencintai Injil salib, Yesus menjadi pusat kehidupan kita dan cahaya terang-Nya membanjiri seluruh tubuh kita. Firman-Nya memberikan terang dan pengertian kepada orang-orang bodoh (Mzm. 119:130). Namun kita tidak boleh melupakan Roh Kudus yang ulang berulang mengingatkan Firman Tuhan yang telah kita dengar. Sebagai anak terang, kita diingatkan untuk meninggalkan perbuatan gelap dan memakai perlengkapan senjata Allah (1 Tes. 5:5-8; bnd. Rm. 13:12). Kita patut mengakui bahwa Tuhanlah yang membuat pelita kita bercahaya dan menyinari kegelapan kita (Mzm. 18:29).

Kesimpulan dari Firman Tuhan yang kita dengar hari ini:

  • Jika kita tidak dapat melihat Yesus, ini bukan karena Ia menyembunyikan diri tetapi karena mata kita sakit dan dibutakan oleh dosa sebab sesungguhnya Ia telah mengerjakan banyak tanda yang membuktikan terang-Nya bersinar bagi kita. Untuk itu kita harus bertobat dan menunjukkan keubahan hidup oleh sebab Yesus ada dalam
  • Kita lebih banyak mencintai terang untuk melihat Pribadi-Nya. Pengungkapan Firman-Nya memberikan terang (Mzm. 18:28). Dengan kata lain, terang harus ada untuk menjaga kebenaran Firman. Untuk itu Ia memberi kita Roh hikmat untuk mengenal Dia dengan benar dan menjadikan mata hati kita terang (Ef. 1:17-18).
  • Kita berterima kasih untuk terang yang kita miliki juga Yesus – terang dunia – yang mati Seandainya Yesus tidak mau menanggung kegelapan dosa kita juga menolak menanggung murka Allah yang dicurahkan di atas kayu salib, kita tidak akan memiliki hidup dan tidak pernah menjadi terang. Sebagai ucapan syukur, kita harus memberitakan Injil bahwa Allah mengirim Putra tunggal-Nya yang sempurna ke dunia untuk membukakan satu- satunya jalan keselamatan bagi manusia berdosa.

Amin.


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account