Dalam segala sesuatu, biarlah hanya Nama Yesus yang dimuliakan

Dalam segala sesuatu, biarlah hanya Nama Yesus yang dimuliakan

Sungguh merupakan kemurahan Tuhan event Gathering Poppenkast yang telah lama diren-canakan dapat terlaksana. Event ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah pelayanan Poppenkast.

Tanggal 21-23 September 2018 adalah waktu yang ditetapkan dan bertempat di EE Center Malang. Tema yang diusung ialah “Find and Show Your Talent and Let The Name of Jesus Christ be Glorified!”.

Tujuan acara ini ialah makin menyatunya antaranggota sekaligus mengasah ketrampilan masing-masing personel.

Tim berangkat dari gereja Lemah Putro hari Jumat, 21 September 2018, pkl 16.00 didahului doa bersama oleh Penatua Pdm. Budi Avianto. Tim tiba ± pkl. 20.00 disambut oleh panitia kecil yang berangkat lebih dahulu pagi harinya.

Seusai doa pembuka oleh Ketua Poppenkast Bpk. Budi Harjono, Bpk. Hari Setiawan Lianto langsung memulai sesi 1 yang mengupas tentang gambaran besar pelayanan Poppenkast. Sesi opening ini cukup menyentuh ketika anggota baru bersaksi bagaimana Tuhan telah “memanggilnya” selama beberapa tahun ini dan digenapi tahun ini bertepatan dengan acara gathering.

Acara di hari kedua sangatlah padat dimulai dengan senam bersama dipimpin oleh Sdri. Viany dan Veve disertai lagu dan gerakan lucu yang cukup menghibur seluruh Popp’s Crew. Setelah itu dilanjutkan sharing Firman Tuhan berkaitan dengan tema Gathering yaitu mengenai talenta yang diambil dari Matius 25:14-30. Dijelaskan bahwa setiap anak Tuhan dianugerahi talenta dan harus dimanfaatkan untuk melayani Tuhan serta selalu dikembangkan agar dapat mencapai tujuan utama yaitu memuliakan Nama Tuhan, Sang Pemberi Talenta.

Materi berikutnya adalah penjelasan mengenai Sejarah Poppenkast oleh Ibu Vida Simon. Sejarah ini dimaksudkan supaya para anggota Tim mengetahui seluk beluk dan sepak terjang terbentuknya Tim Poppenkast yang sekarang telah melewati beberapa generasi.

Berlanjut Bpk. Hari Setiawan Lianto kembali berbicara mengenai teknis “bermain” boneka yang baik. Beliau mengupas tuntas tentang persiapan pendalaman peran, teknik memegang dan memerankan boneka. Berikutnya Ibu Megahwati memaparkan materi mengenai naskah, bagai-mana cara menyusun naskah dengan baik. Penentuan tema, alur cerita dan tujuan cerita harus dipikirkan secara serius dalam pembuatan naskah agar pesan Firman Tuhan tersampaikan dengan tepat kepada anak-anak Sekolah Minggu yang dilayani. Seluruh rangkaian Pelayanan Poppenkast tidak terlepas dari puji-pujian dan musik. Materi berikutnya tentang puji-pujian dibawakan oleh Ibu Evy. Bagaimana mempersiapkan puji-pujian dengan baik dimulai dari pemilihan lagu, koordinasi dengan musik, pemilihan gerakan dll. agar puji-pujian menjadi kesatuan yang indah dengan panggung boneka di dalam pelayanan anak. Tak ketinggalan panitia menyediakan waktu bagi pihak EE untuk sharing metode penginjilan yang mereka lakukan sebagai upaya menambah ilmu bagi tim Poppenkast.

Tibalah sesi paling aktif yaitu pembagian peserta menjadi dua kelompok dan diberikan undian untuk memainkan secara lengkap naskah yang didapat dimulai dari pujian sampai doa penutup. Penampilan kedua tim dinilai oleh tim juri para senior yaitu Ibu Vida Simon, Bpk. Budi Harjono, Bpk. Hari Setiawan Lianto, Bpk. Kaleb. Tim pemenang mendapat hadiah surprise yaitu melayani anak-anak Sekolah Minggu keesokan harinya. Ternyata panitia telah bekerja sama dengan gereja terdekat di lokasi EE Center mendatangkan anak-anak Sekolah Minggu untuk menyaksi-kan cerita panggung boneka. Tim pemenang mempersiapkan diri dengan menerapkan skills yang telah diajarkan dibantu oleh anggota-anggota lain sebagai kesatuan tim yang saling menunjang.

Minggu pagi pkl 08:00, 50 anak bersama guru yang mengantar menyaksian cerita Firman “Paulus dan Silas”. Di akhir cerita mereka diberi goodie bag untuk dibawa pulang. Tercermin wajah penuh sukacita karena mereka belum pernah menyaksikan panggung boneka sebelumnya. Tim merasa sangat bersyukur dapat menjadi berkat bagi mereka karena Tim Poppenkast juga merupakan pembicara/pembawa Firman Tuhan bagi anak- anak. Seusai makan siang, Tim berkemas untuk kembali ke Surabaya.

Gathering ini membuat para anggota Tim Poppenkast menyadari sebagai pembicara/pembawa Firman Tuhan bagi anak-anak, Tim harus terus mengasah untuk mempertajam dan mengem-bangkan talenta mereka dengan tujuan utama yaitu kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Amin. (AK,MM)