Anak Manusia yang Berkurban untuk Umat Manusia

ANAK MANUSIA YANG BERKURBAN UNTUK UMAT MANUSIA
Lemah Putro
25-12-2021
Pdt. Paulus Budiono
Lihat Video Ibadah: KLIK DISINI
Scan QR untuk membaca di perangkat lain:

Shalom,

Tahukah lagu “Kesukaan bagi dunia” bagaikan nyanyian paduan suara pertama dari sejumlah besar bala tentara Surga yang memberitakan kelahiran Juru Selamat kepada para gembala saat menjaga kawanan ternak mereka di malam hari (bnd. Luk. 2:8-11) ketika orang tidur dan beristirahat? Dapat dibayangkan betapa terkejutnya mereka mendengar suara gegap gempita di tengah keheningan malam yang mencekam ketika mereka sedang berjaga- jaga menghadapi munculnya binatang-binatang liar yang siap memangsa domba-domba; bagaikan suasana kebaktian yang hening syahdu dipecahkan oleh berita menggelegar memekakkan telinga yang menyerukan “kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi”. Tentu gembala-gembala terkejut, bingung dengan apa yang didengar dan segera bangun untuk pergi ke Betlehem melihat apa yang terjadi di sana seperti yang telah diberitahukan Tuhan kepada mereka.

Aplikasi: kita merayakan Natal bukan hanya dalam keheningan nan syahdu untuk mengingat kelahiran bayi Yesus tetapi menyuarakan berita besar untuk didengar oleh seluruh bangsa di dunia.

Dari awal tahun 2021 kita telah mempelajari Injil Lukas dari pasal 1 hingga akhir tahun ini kita sampai pada pasal 17. Bagaikan kaleidoskop menjelaskan rangkaian peristiwa yang berkesinambungan, kita akan merenungkan ulasan Injil Lukas sebelum meninggalkan tahun 2021 ini sebagai berikut:

  • Kedatangan Kristus, Tuhan, sebagai Juru Selamat yang ditujukan kepada seluruh bangsa (Luk. 2).

Kita harus mengetahui lebih dahulu makna dari keselamatan sesuai dengan tujuannya, misal: selamat dalam sandang-pangan-papan, selamat dari kebangkrutan, selamat tidak dipecat dari kedudukan/posisi yang mapan, selamat dari malapetaka dan kecelakaan dst. Apakah kita mengikut Juru Selamat yang datang ke dunia agar selamat dari semua peristiwa yang menakutkan itu? Perhatikan, kedatangan Yesus (Joshua = Allah yang menyelamatkan) ke dunia telah lama dinubuatkan dalam Perjanjian Lama dan menjadi kenyataan yang didengar oleh gembala-gembala. Berita ini sangat penting bagi bangsa Israel yang sedang membutuhkan keselamatan karena mereka hidup dalam penjajahan. Apakah ini tujuan kedatangan Yesus bagi mereka? Juga bagi kita sekarang, bila iman kita hanya fokus pada bayi Yesus yang lahir di palungan, kita akan menghadapi ancaman dan rongrongan pembunuhan seperti dihadapi bayi Yesus terhadap Herodes yang kejam. Walau Ia Juru Selamat tetapi saat itu Ia masih kecil dan tidak dapat menyelamatkan kita. Bagaimanapun juga Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk melindungi Anak yang lahir – Firman menjadi Manusia – untuk digenapi menjadi Juru Selamat yang dibutuhkan oleh dunia.

Introspeksi: seberapa jauh iman kita kepada Yesus, Sang Juru Selamat? Kalau hanya sebatas percaya pada bayi Yesus yang lahir di palungan, iman kita akan mudah digoyahkan saat menghadapi ancaman. Kalau seandainya malaikat tidak memberi informasi kepada orang Majus dan Yusuf, ayah Yesus, nama Juru Selamat mungkin hanya menjadi sebuah istilah dan slogan belaka. Oleh sebab itu hendaknya kita lebih mengenal Yesus dan iman kita bertumbuh menuju kedewasaan rohani seperti (manusia) Yesus bertumbuh besar dan mempunyai misi sebagai Juru Selamat dunia.

  • Pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun (Luk 4).

Yesus yang sudah dewasa (± 30 tahun) menghadapi pencobaan namun selalu ditandai dengan kemenangan.

Pencobaan apa yang dialami oleh-Nya? Iblis mengatakan kepada Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” (ay. 3) Yesus dicobai perihal sandang pangan.

Sampai sekarang Iblis masih berkeliaran dan caranya membohongi manusia tidak pernah berubah. Dimulai di Taman Eden, bujuk rayu Iblis membuat manusia pertama melanggar perintah Allah (Kej. 3). Iblis yang sama mencobai Yesus padahal dia tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah (bnd. Mat. 8:29). Dia juga tahu kita adalah anak-anak Allah karena percaya dalam Nama Yesus (Yoh. 1:12). Jadi jangan kaget kalau Iblis berusaha menggoda kita di mana pun dan kapan pun. Ingat, pencobaan datang dari kuasa kegelapan. Seharusnya kita tahu bahwa kita mempunyai kemampuan yang datangnya dari Allah dan kita digoda agar keselamatan kekal kita batal.

Menghadapi godaan sandang-pangan, Yesus menjawab, “Ada tertulis: manusia hidup bukan dari roti saja.”

“Ada tertulis” menunjuk pada Firman Allah.

Introspeksi: seberapa banyak kita mengonsumsi makanan Firman Tuhan selama ini? Sesungguhnya Yesus bukan sekadar Juru Selamat untuk sandang pangan. Memang di masa kelaparan Elia dipelihara oleh Allah tetapi ini bukan tujuan utama Yesus datang ke dunia. Ia menegaskan bahwa manusia hidup bukan hanya karena makanan jasmani tetapi dari setiap perkataan/firman yang keluar dari mulut Allah (Mat. 4:4). Jujur, bukankah waktu kita sering menghabiskan waktu untuk perkara-perkara jasmani sehingga kita tidak ada waktu untuk mendengarkan den merenungkan Firman Tuhan?

Kemudian Iblis mencobai Yesus bahwa semua kemuliaan dan kebesaran kerajaan dunia akan diberikan kepada-Nya asal Ia mau menyembah Iblis. Apa jawab-Nya? “Ada tertulis: engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”

Di lain kesempatan Yesus menegaskan kepada perempuan Samaria untuk menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:23). Kita menyembah hanya kepada Allah dan melayani-Nya. Perhatikan, kalau penyembahan kita dicampur dengan kepentingan-kepentingan duniawi kita akan kehilangan nyawa. Apa untungnya memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya (Luk. 9:24-25)?

Yesus juga menang menghadapi cobaan Iblis yang menyuruh-Nya menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah untuk membuktikan diri-Nya adalah Anak Allah.

Aplikasi: kita harus memberitakan Juru Selamat yang belum/tidak dikenal oleh bangsa-bangsa di dunia ini. Bukankah akibat tidak mengenal Yesus, banyak anak muda putus asa lalu bunuh diri dengan melompat dari tempat ketinggian ke bawah. Jangan kalah menghadapi godaan Iblis yang menggunakan Firman Tuhan untuk menjatuhkan orang Kristen! Jangan pula memanipulasi ayat-ayat Alkitab untuk digunakan demi kepentingan pribadi! Waspada, kita tidak boleh mempermainkan Roh Kudus yang tinggal dalam kita sebab kita adalah Bait Allah (1 Kor. 6:19).

Kemenangan demi kemenangan dalam keseharian hidup membawa Yesus pada tujuan sebenarnya Ia datang ke dunia. Kebutuhan sandang pangan tidak lagi menjadi penting bagi-Nya; bukankah bangsa Israel juga dipelihara oleh Manna yang turun dari Surga demi kelangsungan hidup mereka di padang gurun (Kel. 16)?

  • Di dalam pelayanan-Nya, Yesus mengadakan mukjizat kesembuhan dan pengusiran setan dan memiliki kuasa Contoh: Ia mengampuni perempuan berzina (Yoh. 8:11), mengampuni orang lumpuh (Mat. 9:2) dll. yang membuat orang-orang Farisi, ahli Taurat dan imam kepala tidak senang hati sebab mereka percaya hanya Allah yang berkuasa mengampuni.

Siapa Juru Selamat sesungguhnya? Ia adalah Allah (Yes 45:21-22) yang menjadi manusia Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa (Yoh. 3:17). Seyogianya kita makin mengenal Yesus yang adalah Tuhan dan Kristus. Namun faktanya tidak semua orang percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat.

Ternyata poin-poin penting bukan terletak pada kelahiran Yesus dan kedewasaan-Nya walau Ia berkuasa mengadakan banyak mukjizat. Apakah itu?

  • Pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias/Kristus dan Anak Allah (Luk. 22:66-71).

Malaikat telah memberitahu bahwa akan lahir Juru Selamat yaitu Kristus/Mesias, Tuhan, di kota Daud (Luk. 2:11). Yesus memang lahir di Betlehem dan ketika dewasa (± 30 tahun) Ia mendemonstrasikan kuasa yang dimiliki-Nya hingga menjelang akhir hidup-Nya, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama dan mendesak-Nya untuk mengakui apakah Ia Mesias/Kristus dan Anak Allah. Pengakuan- Nya membuat mereka murka lalu menyalibkan Dia.

Aplikasi: hendaknya kita rindu agar iman kita makin meningkat mulai dari iman kekanak-kanakan menjadi iman kedewasaan penuh yang tidak berhenti hanya pada pengaguman akan mukjizat-mukjizat tetapi mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan Mesias.

Sebenarnya sangat mudah bagi Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa tetapi Ia mengutus Yesus – Sang Firman – menjadi manusia (tanpa dosa) untuk menyelamatkan manusia berdosa. Waktu Yesus putus nyawa, kepala pasukan mengakui bahwa Yesus adalah Anak allah (Mat. 27:54). Setelah itu Yesus dikubur dan tampak semua hilang harapan hingga tiga hari kemudian perempuan-perempuan dibuat terkejut menemukan kuburan Yesus kosong. Mereka diberitahu bahwa Yesus sudah bangkit (Luk. 24:5). Yesus kemudian menampakkan diri kepada semua murid dan berpesan kepada mereka untuk memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan kepada segala bangsa (Luk. 24:44-49). Di hari Pentakosta, Petrus yang awalnya pengecut menjadi pemberani oleh sebab dipenuhi Roh Kudus dan dengan lantang mengatakan bahwa Yesus yang mati disalib menjadi Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36).

Aplikasi: kita sekarang menjadi saksi Kristus dan mengemban tugas untuk giat memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa. Jangan malu menyaksikan Yesus adalah Juru Selamat! Ia tidak lagi seorang bayi (lahir 2.000 tahun lalu) yang disaksikan oleh para gembala tetapi Ia akan datang kembali sebagai Mempelai Pria Surga.

Marilah kita merayakan Natal bukan sekadar memperingati hari kelahiran bayi Yesus tetapi untuk menyaksikan Dia sebagai Juru Selamat yang memberikan pengampunan dosa agar manusia bertobat dan beroleh keselamatan kekal dari-Nya. Kita percaya bahwa Yesus (Anak Manusia) telah mati dan bangkit menjadi Kristus dan Tuhan. Ia sekarang duduk di sebelah kanan Bapa Surgawi dan akan datang kembali menjemput kita, umat manusia, serta menjadikan kita mempelai perempuan-Nya untuk bersanding dengan-Nya di dalam Kerajaan-Nya selama-lamanya. Amin.


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account