Berdoalah Supaya Jangan Jatuh ke dalam Pencobaan

BERDOALAH SUPAYA JANGAN JATUH KE DALAM PENCOBAAN
Lukas 22:39-46
Lemah Putro
Pdm. Besar Hartono
Lihat Video Ibadah: KLIK DISINI
Scan QR untuk membaca di perangkat lain:

 

Shalom,

Hendaknya kita selalu rindu mencari hadirat-Nya dan kuasa Roh Kudus bekerja pada setiap pribadi serta kuasa Firman-Nya yang menyelamatkan menuntun kita dalam mengarungi hidup di dunia ini.

Sesuai dengan tema “Berdoalah Supaya Jangan Jatuh ke Dalam Pencobaan”, Guru agung, Yesus, memberi pesan kepada dua belas murid yang telah dididik-Nya selama ± 3½ tahun. Umumnya seorang mahasiswa menyandang tanda kelulusan setelah menjalani perkuliahan 3½ – 4 tahun. Mereka telah mengikuti Guru mereka memasuki kota dan desa, Bait Allah, tepi pantai mendengarkan ajaran-Nya serta menyaksikan mukjizat-mukjizat hebat yang diperbuat-Nya. Namun kali ini Guru mereka menghadapi titik terendah dalam seluruh perjalanan hidup-Nya. Ia sedang menghadapi pertarungan terakhir – menang atau kalah ditentukan di Taman Getsemani. Namun ironis, saat Gurunya berdoa agar berkemenangan dan sudah berpesan agar mereka berdoa, mereka malah tertidur. Dengan kata lain, mereka membiarkan Gurunya berjuang sendirian. Akibatnya nanti saat Yesus masuk dalam penderitaan, Yudas Iskariot mengkhianati Gurunya, Petrus menyangkal bahkan mereka semua meninggalkan Dia sendirian. Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena mereka tidak berdoa.

Introspeksi: seberapa sering kita berdoa? Problem apa pun dapat diatasi oleh doa dan murid-murid (juga kita) diberi kuasa untuk menguasai setan serta menyembuhkan penyakit (Luk. 9:1). Sayang, Yudas Iskariot malah menghambakan diri kepada Mamon sehingga dia dikuasai Iblis yang mempunyai kemauan untuk menguasai (Luk. 22:3). Hendaknya kita yang digembalakan memberi rasa hormat kepada pemimpin-pemimpin rohani yang telah berdoa untuk kita.

Mengapa kita harus doa?

  • Mengaktifkan seluruh potensi kuasa Allah dalam memadamkan semua panah api dari si jahat (Luk. 9:1). Berdoa bukan hanya untuk meminta sesuatu tetapi kita harus mengerti apa maksud dan tujuan dari doa.

Para murid tidak bergairah untuk berdoa sebab mereka tidak sadar akan menghadapi kuasa gelap yang dapat merenggut iman mereka. Tanpa doa, kita (walau sudah lama bergereja) juga dapat gugur seperti dialami oleh murid-murid Yesus meskipun mereka sudah diberi kuasa dan tenaga dari Tuhan.

Memang tidak salah kita meminta sesuatu dalam doa tetapi lebih dari itu doa bertujuan membangun persekutuan antara roh kita dengan Roh Allah supaya kuasa dan tenaga yang diberikan kepada kita efektif menghadapi perjuangan hidup ini. Perhatikan, tanpa perjuangan tidak akan lahir pahlawan-pahlawan. Sekalipun kita seorang diri dijauhi keluarga dan teman oleh karena Kristus, jangan membalasnya dengan kebencian sebab Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan; sebaliknya kita memberkatinya (1 Ptr. 3:9).

Dalam berdoa jangan kita memaksakan kehendak sendiri tetapi kehendak Tuhan. Untuk itu kita perlu rendah hati dan tulus datang kepada-Nya apa pun posisi dan kedudukan kita. Dengan kerendahan hati, kita akan mampu menjaga jam-jam doa.

Perhatikan, doa adalah napas hidup orang percaya; tanpa doa kita akan mati walau kita telah diberi tenaga dan kuasa oleh-Nya. Kekuatan yang Tuhan karuniakan (Flp. 4:13) akan mati kalau kita dikuasai oleh kekhawatiran dan kecemasan.

Pembelajaran: jangan kita memaksakan kehendak diri sendiri walau tampak benar karena dapat merugikan diri sendiri maupun merugikan orang lain. Contoh: kita patut berterima kasih kalau pemerintah telah menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terciptanya herd immunity. Jangan kita termakan hoaks kemudian menolak divaksinasi karena kita sendiri yang rugi jika terpapar virus Corona juga dapat menularkan orang-orang di sekitar kita. Hendaknya tindakan kita berdampak baik buat orang lain jangan seperti tindakan murid-murid saat Gurunya berdoa, mereka tidak berkontribusi tetapi malah tidur dan membiarkan Gurunya berdoa sendirian.

  • Dengan doa, kita mampu berdiri tegak menghadapi segala persoalan. Kerja sama antara roh kita dengan Roh Allah memberikan kita keberanian menghadapi (raksasa) persoalan-persoalan seperti Daud kecil menghadapi (raksasa) Goliat. Daud melepaskan perlengkapan peperangan dan maju ke medan perang melawan Goliat memakai Nama Tuhan (1 17:45). Demikian pula Henokh terangkat ke Surga oleh sebab dia hidup bergaul erat dengan Allah (Kej. 5:11); tentu doanya menunjukkan relasi intim dengan Allah bukan sekadar doa minta- minta kedudukan tinggi atau menjadi kaya atau mencari kesehatan.

Aplikasi: kita sekarang menghadapi zaman akhir yang penuh dengan ketidakpastian, marilah kita perbanyak doa dalam roh dan kebenaran dan terus ada persekutuan dengan Allah dalam hati di mana pun kita berada.

  • Mengedepankan kodrat Ilahi.

Jangan berpikiran bahwa hanya orang yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan yang “bau tanah” dan segera mengakhiri pertandingan! Terbukti banyak anak muda yang masih kuat dan tampak sehat meninggal mendadak. Oleh sebab itu jangan kita hanya sibuk memikirkan perkara-perkara duniawi tetapi hendaknya kita juga mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan dan tetap berdoa dalam roh dan kebenaran. Berdoalah terus dalam hati; jika dilakukan dengan benar dalam situasi dan waktu yang tepat tidak akan menyalahi peraturan siapa pun.

  • Sikap doa yang selalu siaga.

Petrus tidak sadar jika Iblis menampi dia tetapi Gurunya mengingatkannya (Luk. 22:31). Waspada, Iblis tidak tinggal diam melihat iman kita mulai bertunas. Dapat dibayangkan jika Yesus tidak peduli dengan nasib murid- murid-Nya! Mereka semua akan gugur. Bukankah Petrus sudah diberi kuasa dan tenaga tetapi dia gagal dan menyangkal Gurunya?

Aplikasi: kita patut berterima kasih telah didoakan oleh orang-orang di sekeliling kita juga oleh orang tua rohani sehingga kita dapat beriman teguh di dalam Tuhan. Percayalah bahwa doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangatlah besar kuasanya (Yak. 5:16). Hati-hati bila kita diberkati dengan kekayaan dan keberhasilan, jangan menjadi sombong karena akan menghancurkan diri sendiri! Terus doakan anak cucu supaya mereka tidak hanya bertumbuh jasmaninya tetapi juga imannya.

Jangan khawatir bila merasa “sebatang kara” dalam pengikutan kita kepada Tuhan! Murid-murid telah meninggalkan pekerjaan dan rumahnya mengikut Yesus untuk dipakai menjadi bejana-bejana mulia.

Berdoa memunculkan sikap siaga untuk melawan godaan dan cobaan terhadap kesesakan, penganiayaan, kelaparan, bahaya, pedang (Rm. 8:35-37) bagaikan “bumbu-bumbu” yang disatukan untuk memproses hidup kita. Doa mutlak dibutuhkan untuk beroleh jalan keluar dari masalah dan jangan selalu bergantung pada pendeta untuk mendoakan masalah kita. Kita harus belajar doa mandiri dengan mengaktifkan kuasa dan tenaga yang telah diberikan oleh-Nya. Tuhan tidak pernah tinggal diam dalam memberikan pertolongan. Buktinya, saat bangsa Israel tidak dapat bergerak maju karena menghadapi Laut Teberau di depan dan di belakang dikejar oleh kereta berkuda yang dinaiki oleh tentara-tentara Mesir, Ia menyuruh Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan Ia menguakkan air laut yang ganas dengan tongkat (gembala), membuat air laut terbelah dan mereka berjalan di tanah kering (Kel. 14:15-28).

Aplikasi: hendaknya kita senantiasa siaga dalam doa sebab Iblis tidak tinggal diam tetapi marah melihat kita bertobat dan berupaya menarik kita kembali ke lumpur dosa melalui kesukaran dan kecemasan akan masa depan. Doa membuat kita berhikmat untuk dapat mengatasi suatu masalah.

  • Doa tidak perlu mengeluarkan biaya.

Hendaklah kita menjunjung tinggi kebenaran juga tertib menaati peraturan sebab mata Allah tertuju pada orang benar yang dengan tulus dan rendah hati melakukan kewajibannya. Ingat, jerih payah kita tidak sia-sia dan ini menjadi jaminan masa depan kita.

Bila kurang berhikmat mintalah dalam doa, kalau malas mintalah kerajinan sebab Tuhan tidak suka kemalasan. Juga jangan “nakalan” dalam bekerja maupun dalam ibadah.

Berdoalah dengan rendah hati sebab orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan (Ams. 16:5). Berdoalah terlebih dahulu kalau sakit, jangan panik dan terburu-buru ke dokter sebab Ia sanggup menyembuhkan tanpa perawatan dokter kalau Ia berkehendak.

Sesungguhnya arena peperangan/pertandingan ada di dalam pikiran kita dan harta kita bukan tabungan di bank, aset rumah dan kekayaan tetapi menyerahkan kehendak daging kita untuk disalibkan. Berdoalah senantiasa agar tidak terjatuh ke dalam pencobaan; bila kita tekun melakukannya, perjalanan hidup kita akan diliputi damai sejahtera dari Surga. Amin.


Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account