Peran Roh Kudus Bagi Orang Percaya

Peran Roh Kudus Bagi Orang Percaya

Pdt. Paulus Budiono, Minggu, Lemah Putro, 20 Mei 2018

Shalom,

Sehubungan dengan hari Pentakosta, kita menyanyikan lagu-lagu berkaitan dengan Roh Kudus yang memaparkan bahwa Roh Kudus itu dinamis penuh semangat sekaligus lembut menenangkan. Tuhan menginginkan kita tidak sibuk memperingati hari Pentakosta setahun sekali tetapi kita dipenuhi Roh Kudus setiap hari. Contoh: Rasul Paulus datang ke Efesus dan bertemu dengan beberapa murid. Ketika Paulus bertanya apakah mereka sudah menerima Roh Kudus, mereka ternyata belum pernah mendengar adanya Roh Kudus meskipun sudah dibaptis dengan baptisan Yohanes. Paulus kemudian mendorong mereka untuk percaya kepada Yesus. Mendengar hal ini, mereka memberi diri dibaptis dalam Nama Tuhan Yesus. Ketika Paulus menum-pangkan tangan ke atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa Roh dan bernubuat; jumlah mereka 12 orang (Kis. 19:1-7). Apa isi dari nubuat? Berisikan penghiburan, nasihat, peneguhan yang bersifat membangun. Peristiwa tersebut tidak terjadi di hari Pentakosta. Ini membuktikan bahwa Roh Kudus dapat memenuhi kehidupan seseorang yang merindukan-Nya setiap saat tanpa menunggu hari-hari tertentu.

Sungguh merupakan sukacita besar bila Roh Kudus berdiam dalam kita untuk memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13).

Apa peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya menurut Surat Efesus?

1. Roh Kudus Jaminan Keselamatan Bagi Orang Percaya (Ef. 1:13-14).

Roh Kudus merupakan jaminan bagi orang percaya untuk beroleh kegenapan janji menjadi milik Allah setelah lebih dahulu memeteraikan mereka yang percaya kepada Injil keselamatan. Mereka dipenuhi Roh Kudus oleh sebab iman kepada Yesus (Kis. 19:4 bnd. Gal. 3:1-2). Roh Kudus juga memberi kekuatan kepada mereka yang sedang pelayanan menghadapi kuasa setan atau menghadapi penderitaan karena Kristus.

Kita harus percaya hanya kepada Injil keselamatan (bukan injil lain seperti injil kemakmuran, injil sosial dll.) yang dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya disalib. Memang semua agama mengajarkan untuk berbuat baik tetapi harus diakui kita tidak mampu berbuat baik karena kita berdosa. Hanya orang tidak berdosa yang dapat menebus manusia berdosa itulah Yesus (1 Yoh. 3:5) yang lahir dari Roh Kudus bukan dari benih laki-laki (Mat. 1:20). Jadi, pemberian baik kita peroleh dari Allah setelah kita diselamatkan dan dikuduskan untuk direalisasikan dalam keseharian hidup (Ef. 2:10).

Kita yang beriman dan ada Roh Kudus di dalam kita tidak boleh berdiam diri sebab Roh Kudus bersifat dinamis. Kita harus bersaksi tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus sebab dunia makin rusak. Kita harus peduli dengan pertumbuhan anak muda remaja yang rentan terkontaminasi dengan pergaulan seks bebas dan LGBT bahkan beberapa negara sudah menyetujui pernikahan sejenis. Jangan generasi muda hanya pandai di otak tetapi mentalnya (hatinya) rusak oleh sebab tidak mengenal Tuhan!

2. Roh Kudus Berdiam Dalam Orang Percaya (Ef. 2:19-22).

Roh Kudus berdiam dalam kita untuk dibangun menjadi bait Allah yang kudus, tersusun rapi dengan dasar bangunannya para rasul dan nabi serta Kristus Yesus sebagai batu penjurunya.

Ilustrasi: ketika kita menerima tamu terhormat dan penting dalam rumah kita, kita akan menjaga rumah untuk tetap bersih dan rapi juga penampilan kita tidak amburadul. Bagaimana kita memperlakukan Roh Kudus yang berdiam di dalam kita? Roh Kudus itu Allah yang tertib dan kudus.

Meskipun ada Roh kudus di dalam kita, ini tidak berarti kita aman sepenuhnya dari serangan Iblis. Yang pasti, hati kita aman terlindungi dari segala gejolak yang terjadi di luar. Misal: bila Roh Kudus ada dalam hati, kita tidak akan suka bergaul dengan orang yang hidupnya kacau karena Roh Kudus mengingatkan kita bahwa pergaulan buruk akan merusak kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33). Demikian pula jika gereja Tuhan tidak memiliki kedisiplinan Firman Allah, lambat laun gereja akan berantakan. Misal: jemaat pergi ke gereja berpakaian kasual seenaknya seperti mau piknik, ini sama dengan tidak menghormati hadirat Tuhan.

3. Roh Kudus Mengungkapkan Rahasia Kristus (Ef. 3:4-6)

Roh Kudus mengungkapkan rahasia Kristus yang tersembunyi/tertutup pada za-man angkatan-angkatan dahulu kepada orang kafir melalui rasul-rasul dan nabi-nabi kudus. Dampaknya, karena berita Injil, orang kafir turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Orang kafir dijadikan pewaris perjanjian Allah (yang seharusnya hanya bagi orang Yahudi) oleh sebab karya Roh Kudus bukan hasil pekerjaan manusia sehebat Rasul Paulus pun. Untuk itu jangan kita mengultuskan pendeta dan gembala meskipun dipakai Tuhan dengan luar biasa sebab para penatua juga memegang peran penting dalam menggembalakan domba-domba yang dipercayakan Tuhan; dengan kata lain, kedudukan penatua setara dengan gembala (Kis. 20:25-28).

4. Roh Kudus Mempersatukan Orang Percaya (Ef. 4:1-6)

Roh Kudus memelihara kesatuan oleh ikatan damai sejahtera. Oleh Roh Kudus, kita hidup dalam persekutuan yang menyatukan, dimulai dari lingkup paling kecil itulah suami-istri yang mana masing-masing memiliki latar belakang karakter dan kepribadian beda. Harus diakui, dibutuhkan proses dan kemauan keras untuk beroleh persekutuan yang indah. Contoh: jemaat Korintus penuh karunia dan Roh Kudus tetapi mereka hidup blok-blokan – ada yang pro Paulus, pro Apolos, pro Kefas bahkan pro Kristus (1 Kor. 1:12). Bukankah Roh Kudus, Allah Anak dan Allah Bapa itu satu/esa dan saling tergantung/interdependen?

Kebudayaan, tradisi, etnis/suku, kebiasaan sering menjadi penyebab rusaknya persatuan dan kesatuan. Oleh sebab itu diperlukan usaha keras disertai keren-dahan hati untuk meraih kesatuan. Jangan diteruskan hobi menggosip dan menjelek-jelekkan seseorang bahkan mengumbar kelemahan istri/suami sendiri karena kita merasa ‘tersakiti’! Sikap seperti ini benar-benar mendukacitakan Roh Kudus sebab kita belum/tidak tunduk sepenuhnya kepada kehendak Roh Kudus seperti terjadi pada jemaat Galatia. Bila kita hidup oleh Roh, kita tidak akan menuruti keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh (Gal. 5:16-26).

Introspeksi: apa yang keluar dari mulut merupakan luapan dari isi hati (Mat. 12:34). Tutur kata apa yang terlontar ketika menghadapi suami, istri, anak, tetangga yang kita temui setiap hari? Dalam kondisi tidak nyaman, masihkah perkataan kita mengandung berkat atau kata-kata kotor penuh umpatan yang menyakitkan hati?

5. Roh Kudus Memenuhi Hidup Orang Percaya (Ef. 5:15-21)

Bila kita dipenuhi/dikuasai Roh Kudus, hati kita penuh pujian dan ucapan syukur dalam kondisi apa pun. Dampaknya, istri tunduk kepada suami, suami mengasihi istri, anak-anak menghormati orang tua, orang tua tidak menyakiti hati anak-anaknya, hamba, tunduk kepada tuannya, tuan bertindak adil kepada hamba-hambanya (Ef. 6:1-9).

Jangan karena ulah beberapa oknum Hamba Tuhan yang hidup sembrono (korupsi, selingkuh, berkelahi hingga berakhir di pengadilan dst.) kemudian dijadikan alasan bagi kita untuk tidak melayani Tuhan! Pendeta tidak dapat membawa kita masuk Surga tetapi Firman kebenaran yang disampaikannya. Hati manusia tidak dapat dipuaskan oleh kesenangan, keindahan dan kemewahan harta dunia melainkan oleh Pribadi Tuhan sendiri dalam Roh. Bila kita mengasihi Yesus dan menuruti Firman-Nya, Bapa akan mengasihi kita maka Bapa serta Yesus juga Roh Kudus – Allah Tritunggal – diam bersama kita (Yoh. 14:23).

Apa yang masih kita butuhkan di luar Firman Allah? Jujur, kita tidak akan pernah puas dalam memenuhi keinginan; hiduplah sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan maka hati kita akan selalu ada ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan.

6. Roh Kudus Membantu Orang Percaya Untuk Berdoa (Ef. 6:10-19).

Hari-hari ini ketegangan dan kecemasan melanda gereja akibat bom bunuh diri dari teroris. Berdoalah setiap waktu untuk (1) kehidupan pribadi, nikah, rumah tangga, pekerjaan, pelayanan; (2) semua orang kudus demi kesatuan; (3) para Hamba Tuhan agar berani menyampaikan Injil keselamatan. Karena Injil Kesela-matan/Kerajaan Allah/Kristus masih harus diberitakan sampai keujung bumi (Mat. 24:14; Rom. 15:14-19).

Orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak lagi banyak memikirkan kepentingan jasmani karena yakin Tuhan sudah menyediakan semuanya.

Peringatan:

Bila kita membaca Surat Efesus seutuhnya, kita tidak sulit menemukan setiap pasal yang ditulis oleh Rasul Paulus karena tuntunan Roh Kudus yang luar biasa. Namun setelah 30 tahun kemudian (± 96 M) Rasul Yohanes oleh ilham Roh Kudus baru mengetahui kalau jemaat Efesus dan gembalanya sudah kehilangan kasih mula-mula. Oleh kasih karunia-Nya, Roh Kudus mengingatkan malaikat jemaat Efesus, “Barang siapa dapat mendengar, hendaklah memperhatikan apa yang dikatakan oleh Roh Allah kepada jemaat-jemaat! Mereka yang menang akan kuizinkan makan buah dari pohon kehidupan yang tumbuh di Taman Allah.” (BIMK, Why. 2:1-7)

Betapa pentingnya kita dipenuhi dan dikuasai Roh Kudus dengan enam poin seder-hana di atas. Berikan seluruh aspek hidup jasmani dan rohani kita untuk dituntun dan dikerjakan Roh Kudus seluas-luasnya maka kita akan memberi dampak jalan kese-lamatan bagi orang-orang di sekitar kita. Masa depan kita sudah terjamin menjadi milik Allah tetapi kita tetap harus berjuang dalam menanti kedatangan Yesus Tuhan kembali sebagai Mempelai Pria Surga untuk menjemput kita, Mempelai Wanita-Nya, yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus. Amin.