Anda ingin berlangganan ringkasan khotbah melalui email ?

Silahkan mendaftar disini

(Anda akan mendapatkan email berisi ringkasan khotbah, kesaksian, dan artikel terbaru)

Sudah terdaftar dan ingin mengubah status berlangganan? Silahkan login disini 

 
 

Roh Kudus Memimpin ke dalam Kebenaran

 

 

ROH KUDUS MEMIMPIN KE DALAM KEBENARAN

Yohanes 16:1-18 Pdm. Besar Hartono

 

 

Shalom,

Sungguh merupakan sukacita besar bila kita masih mendapat kesempatan untuk beribadah memuji dan mendengarkan Firman Tuhan juga Roh Kudus memimpin kita ke dalam kebenaran sementara roh kurang/ tidak disiplin dan tertib ditengking ke luar supaya kita tetap dalam tuntunan Roh-Nya.

Ilustrasi: selain peralatan lengkap dan makanan bergizi, diperlukan pula kesiapan fisik yang tangguh dan mental baja bagi tim pendaki gunung agar berhasil mencapai puncak gunung. Tentu tim ini fokus mengarahkan pandangannya ke puncak gunung sambil mendaki lereng dengan lembah (bayang-bayang maut) di kiri kanannya. Dua belas murid, sedangkan murid-murid lain meninggalkan Dia karena perkataan-Nya yang keras (Yoh. 6:66), bagaikan tim yang dikader/ direkrut Guru Agung untuk mencapai puncak bukit Golgota tanpa melihat ke bawah (dunia) yang dipenuhi dengan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16).

Bagaimana proses perekrutan/ pengaderan untuk menjadi murid dan pengikut Yesus?

  • Saksi mata yang dipilih harus siap dikucilkan, dianiaya dan dibunuh.

“….Kamu akan dikucilkan bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku…” (Yoh. 16:1-4)

Ternyata menjadi murid yang dipilih masuk menjadi tim pengikut Yesus tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Mereka harus berani “bayar harga” baik fisik maupun mental. Tim (murid-murid Yesus) ini dibentuk dan disusun dari aneka ragam latar belakang untuk menaklukkan kegelapan dunia. Sayang, dari 12 orang ini ada satu murid (Yudas Iskariot) memilih jalannya sendiri.

Terlihat bagaimana Allah sangat ingin menyelamatkan dan memerdekakan manusia dari cengkeraman dosa dan tidak ada seorang pun sanggup lolos dari maut tanpa pertolongan-Nya. Untuk itu proyek Allah harus dinyatakan. Tak dapat disangkal, 11 murid Yesus diliputi keraguan, ketakutan bahkan sempat menyangkal Guru mereka – Sang Firman – dalam menyelesaikan pekerjaan dan kehendak Allah. Dengan tertatih-tatih “mendaki bukit”, mereka telah dipersiapkan Gurunya untuk menjadi saksi hidup puncak kasih Agape Allah. Di bukit Golgota, Yesus mati dan melahirkan gereja sesuai dengan kehendak Allah untuk merebut kembali manusia.

Aplikasi: bulan-bulan ini Tuhan memberikan kita hikmat untuk menyikapi dengan bijak pandemi yang tidak diketahui kapan berakhir namun telah meluluh-lantakkan sendi-sendi kesehatan, ekonomi, sosial dll. Tetaplah fokus pada satu nama (Yesus Kristus) walau ada dari kita yang berduka karena ditinggal oleh orang yang kita kasihi. Teruslah mendaki “lereng bukit” dengan kekuatan tersisa mengikut Yesus; ingatlah, iman kita harus diuji kemurniannya (1 Ptr. 1:7).

Para murid yang biasa hidup bersama Guru mereka mulai berdukacita mendengar Ia akan pergi (Yoh. 16:4b- 7). Iman mereka tergerus oleh perkataan-Nya.

Aplikasi: dalam situasi dan kondisi sulit saat ini kita bagaikan kapal yang terombang-ambing di lautan tidak dapat berbuat apa-apa kecuali janji datangnya Penghibur yang menguatkan dan menyertai kita selama- lamanya.

Di Perjanjian Lama, Allah mendekati manusia melalui hukum Taurat yang bersifat represif – siapa tidak taat dihukum mati dan berlaku hukum “nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi” (Kel. 21:23-24). Contoh: Ia menghukum manusia yang jahat dengan air bah di zaman Nuh (Kej. 7). Namun di era Perjanjian Baru, Ia tidak lagi menggunakan kekerasan hukum untuk menekan manusia tetapi menyatakan kasih-Nya secara persuasif melalui pilihan percaya atau tidak percaya (Yoh. 3:16) dalam usaha menebus manusia yang suka memberontak dan hidup menuruti keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

Para murid yang terpilih terus disucikan untuk menjadi saksi hidup/mata tentang apa yang terjadi di atas Golgota. Mereka dibersihkan oleh Firman Tuhan untuk dapat memberikan pencerahan kepada umat manusia tentang maksud dan rencana Allah supaya manusia yang dilingkupi oleh kuasa kebinasaan diubah hidupnya menjadi milik-Nya selama-lamanya.

Dunia membenci kita sebab mereka tidak mengenal Allah Bapa dan Yesus. Hidup mereka dikuasai oleh penguasa dunia.

  • Saksi mata menerima janji Roh kebenaran.

Para murid Yesus tidak cukup hanya dipilih dan dikuduskan tetapi harus diperlengkapi dengan kuasa Allah yang mahatinggi itulah Roh kebenaran untuk dapat mengerjakan perkara-perkara menyangkut hidup kekal. Jika tidak, ada kemungkinan mereka kembali memilih dunia seperti diperbuat oleh Yudas Iskariot.

Aplikasi: Tuhan pastikan setiap orang yang percaya kepada-Nya diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus agar fokus pandangannya tidak salah sasaran lalu menoleh ke belakang dan mundur bahkan murtad dari jalan kebenaran ketika menghadapi goncangan bumi dan langit (Ibr. 12:25-27).

Apa tugas dari Roh kebenaran? Menginsafkan dunia akan dosa dan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:8-13).

Para murid mengemban tugas istimewa dan tidak seorang pun dari mereka mampu memikul tugas tersebut tanpa pimpinan Roh Kudus.

Hendaknya kita tidak sibuk meminta persoalan pangan hingga kenyang tetapi mintalah Roh Kudus agar kita dapat berbuah tetap di tengah dunia yang paceklik akan kebenaran juga yang mengucilkan kita.

Bagaimana dengan (dunia) nikah dan rumah tangga kita, masihkah suami/istri setia beribadah online? Apakah anak-anak kita hidup dalam kebenaran dan takut akan Tuhan? Orang tua yang sehat imannya dan dipenuhi Roh Kudus akan selalu mengingatkan anggota keluarganya untuk tetap taat hidup dalam kebenaran Allah. Hendaknya kita terlebih dahulu membenahi rumah tangga kita sebelum menginsafkan keluarga dan teman untuk tidak hidup sembrono. Kenyataannya, banyak rumah tangga Kristen tidak berbuah karena membiarkan “benalu” merusak ranting-ranting kehidupannya. Ingat, kuasa Firman Tuhan sanggup membenahi dan membuang semua yang mengotori pikiran, kemauan dan perasaan kita agar kita dapat berbuah. Maukah kita dipimpin Roh Kudus untuk bekerja (dalam pelayanan) hingga Ia datang kembali? Tugas pekerjaan kita tidak ringan; itu sebabnya kita membutuhkan Roh kebenaran bukan roh pembenaran. Kita harus menjadi saksi bagi keselamatan orang lain bukan hidup egois hanya ingat keselamatan diri sendiri karena kita telah menjadi milik- Nya. Kita diberi Roh kebenaran untuk memancarkan kebenaran di tengah-tengah keluarga, kampus, kantor dan masyarakat agar dunia melihat kontrasnya kehidupan orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus dalam berpikir, bertutur kata dan bertindak.

  • Pemimpin orang percaya adalah Roh kebenaran.

Perhatikan, jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa (Am. 11:14); bila kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita menjadi liar dan beringas – pikiran, emosi dan kehendak kita hanya tertuju pada perkara-perkara duniawi.

Roh Kudus/kebenaran juga memimpin kita dalam menantikan Yesus yang tersalib-mati-bangkit-naik ke Surga untuk datang kembali menjadi Kepala dan Mempelai Pria Surga. Hanya orang-orang percaya yang tekun memikul salib dan dipenuhi Roh Kudus mampu menuntaskan segala persoalan (kemiskinan, kebencian, permusuhan dll.) yang melilit.

Harus diakui banyak “pendaki” tidak sukses tiba ke puncak oleh sebab banyaknya halangan dan hambatan. Demikian pula pandemi yang mengguncangkan seluruh dunia menjadi kesempatan bagi kita untuk masuk ke dalam bahtera keselamatan yang dikerjakan dengan penuh air mata, tenaga, uang dll. serta dipimpin oleh Roh Kudus.

Marilah kita menerima Firman penyucian dan Roh kebenaran agar kita dapat tiba di Gunung Sion dan di Yerusalem baru tempat TUHAN memerintah (Yes. 24:23). Ia akan menjemput kita yang telah memikul salib walau terasa sangat menyakitkan tetapi kuasa kesembuhan-Nya memberikan kekuatan dan semangat baru. Oleh pimpinan Roh Kudus, suasana dukacita berganti menjadi sukacita penuh. Ia memberikan penghiburan dari dalam (hati). Biarkan Roh Kudus memimpin kita di mana pun kita berada dan kuasa Roh Kudus akan memberitahukan segala sesuatu yang berusaha menggeser pandangan kita dari Tuhan untuk kita tolak sehingga kita dapat bekerja untuk hidup kekal. Kalau pokok anggur itu benar, buah yang keluar dari ranting-ranting juga benar sebab Ia memimpin kita dengan kuasa kebenaran dari Allah yang mahatinggi. Amin.

 

Anda dapat melihat rekaman Video Ibadah secara lengkap DISINI