KKR Gereja Pantekosta Tabernakel
Surabaya
KKR Kabar Mempelai Internasional
Surabaya
KKR Kabar Mempelai Internasional
Surabaya
Click here to download
 
 
 

Jadwal Live Streaming

  Jadwal LIVE STREAMING Ibadah Gereja Kristus Gembala Surabaya

Hari Jam Acara Ibadah
Minggu 08.30   Ibadah Umum
Selasa 17.30   Ibadah Doa Penyembahan
Kamis 09:00   Ibadah Kaum Wanita
Jumat 17.30   Ibadah Pendalaman Alkitab
Sabtu 17.30   Ibadah Kaum Muda & Remaja

Subscribe Youtube GKGA

Silahkan klik tombol YouTube untuk berlangganan Video Ibadah

 
Gereja Kristus Gembala Surabaya Offices
Support is currently
OFFLINE
Official support hours:
Monday - Friday
Your Time
Sunday,
Our Time
Sunday,

LIVE STREAMING

  Anda dapat melihat rekaman Video Ibadah secara lengkap DISINI

Persepuluhan

Sidang jemaat GKGA bisa mempersembahkan persepuluhan melalui transfer bank :

1. Bank Mandiri

A/n. Gereja Pantekosta Tabernakel / Jusuf Wibisono

No.Rek : 1410015859069

2. BCA

A/n. Jusuf Wibisono dan Soetjipto Tedjopoerwanto

No.Rek : 8290833095

Jadwal Ibadah Gereja Kristus Gembala & Kristus Ajaib

Hari  Jam   Acara Ibadah Tempat
Minggu 08.30 Ibadah Umum Gereja Kristus Gembala
Minggu 09.00 Ibadah Umum Gereja Kristus Ajaib
Minggu 07.00 Ibadah Sekolah Minggu Gereja Kristus Ajaib
Minggu 17.00 Ibadah Sekolah Minggu Gereja Kristus Gembala
Selasa 17.30 Ibadah Doa Penyembahan Gereja Kristus Gembala
Selasa 17.30 Ibadah Doa Penyembahan Gereja Kristus Ajaib
Jumat 17.30 Ibadah Pendalaman Alkitab Gereja Kristus Gembala
Sabtu 17.30 Ibadah Kaum Muda & Remaja Gereja Kristus Gembala

 

Gereja Kristus Gembala Gereja Kristus Ajaib
Jl. Lemah Putro I / 18, Surabaya Jl. Johor 47, Surabaya
lihat peta lihat peta

 

 

Editorial

  • Editorial

    Yesus berada di antara kami di bukit Zaitun.

    Kegentaran hebat serasa masih terbayang ketika Dia dirajam, daging punggung-Nya hancur, terkelupas dan berdarah. Kami seakan tak dapat menerimanya. Dia yang begitu baik mengajarkan hal-hal indah, tanpa salah, menolong banyak orang yang menderita harus mengalami siksaan begitu hebat hingga kami tak sanggup memandang wajah-Nya karena seluruh tubuh-Nya hancur.

    Teman-teman lari ketakutan dan meninggalkan-Nya, tak seorang pun berani membela atau mendekati-Nya. Dari kejauhan aku melihat bagaimana tentara-tentara Romawi dengan brutal menyiksanya! Dia dipukul, ditinju, diludahi dan dibenci. Aku tahu bukan hanya tubuh-Nya yang terluka tetapi hati dan jiwa-Nya juga. Dia sungguh mengasihi manusia dan mau menyelamatkan mereka tetapi mereka menolak, menghina bahkan menganiaya-Nya! Aku sendiri telah menyangkali-Nya, tiga kali seperti telah dikatakan-Nya. Ketika mata-Nya memandang aku, hatiku teriris dan aku menangis. Betapa licik dan pengecutnya diriku, telah menyangkal orang yang mengasihiku! Aku takut dilibatkan dan takut ikut disiksa.

    Tiga hari setelah itu terjadi kegemparan lagi. Dia dikabarkan bangkit dan hidup kembali! Hal itu memang telah dikatakan-Nya kepada kami namun kami begitu dungu untuk mengerti saat itu. Beberapa kali Dia menampakkan diri. Ketika aku bersama-Nya, tiga kali Ia bertanya apakah aku mengasihi-Nya dan tiga kali pula Dia meminta agar aku mau menggembalakan domba-domba-Nya. Perasaan bersalah, penyesalan diri, malu bercampur aduk menjadi satu. Apa yang dapat kukatakan? Aku merasa telah mengasihi-Nya namun ternyata kasihku sama sekali tidak berarti dibandingkan dengan kasih-Nya.

    Ia sering berbicara tentang Kerajaan Allah dan menyuruh kami tinggal di Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang akan memberi kami kuasa menjadi saksi-Nya di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.

    Kami kemudian menyaksikan Dia terangkat naik ke langit dan hilang tertutup awan. Kami kembali termangu. Hal-hal besar dan menggoncangkan telah terjadi dalam beberapa minggu itu.

    Janji-Nya ditepati. Hari itu di tempat kami berkumpul turunlah dari langit bunyi seperti tiupan angin keras memenuhi seluruh rumah dan tampak lidah-lidah seperti nyala api hinggap atas kami. Kami berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak kami kenal.

    Dengan kuasa itu aku bangkit dan berbicara tentang Yesus yang telah mereka salibkan. Aku ingin mereka semua tahu siapa Dia dan bagaimana berkuasanya Dia. Aku ingin mereka mengenal-Nya seperti aku kini mengenal-Nya. Aku tidak lagi merasa takut dan gentar, tidak lagi takut akan penderitaan dan kematian andaikata hal itu harus kuhadapi. Kasih kepada-Nya begitu kuat mencengkeram hatiku hingga bila aku harus menderita seperti Dia aku akan bersukacita jika dianggap layak untuk mengalaminya. (vs)

    SELAMAT HARI RAYA PENTAKOSTA!