• SESI Q & A (1)
  • Perzinaan Rohani dan Jasmani
  • Lemah Putro
  • 2026-05-29
  • Pdm. David Wellyanto
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
Sesi Q&A 1 (ibadah PA)

Q1: Dalam PA 29 Mei dijelaskan bahwa Tuhan muak dengan perzinaan lalu memerintahkan umat-Nya untuk menjauhi perbuatan tersebut. Imamat 20:10-21 mencatat adanya beberapa perbuatan perzinaan secara harfiah, yakni perzinaan jasmani. Namun ayat 5-6, Tuhan menganggap perbuatan penyembahan kepada Molokh, berpaling kepada arwah atau roh-roh peramal atau klenik juga disebut sebagai perzinaan. Mohon dijelaskan bagaimana perbuatan penyembahan berhala juga merupakan perzinaan. Apakah perzinaan di sini bukan secara jasmani tetapi memiliki arti rohani?

Kemudian di dalam 10 perintah Allah, hukum 1 dan 2 berbicara mengenai penyembahan berhala atau ilah lain selain Tuhan. Sedangkan hukum ke-7 larangan tentang perzinaan. Bagaimana kita dapat memiliki pengertian yang tepat tentang hal tersebut. 

A1: Ini merupakan rangkaian panjang tentang perzinaan jasmani dan praktik penyembahan berhala yang juga merupakan perzinaan di mata Tuhan. Kita harus dapat memahami esensi dari perzinaan rohani dan fisik dalam hukum Tuhan. 

Mengapa Tuhan menyebut penyembahan berhala dan klenik sebagai perzinaan? Kita harus melihat hubungan Tuhan, Allah Israel, dengan umat-Nya, orang Israel, dalam kacamata perjanjian nikah. Pemberian 10 hukum di Gunung Sinai adalah momen pernikahan antara Allah Israel dengan umat pilihan-Nya. Tuhan memosisikan diri sebagai suami sementara umat Israel sebagai istri. Dasar utama dari seluruh hukum Tuhan adalah kesetiaan mutlak (Jer. 31:32). Janji ini terlihat jelas saat Israel dibebaskan dari Mesir namun bangsa Israel ulang berulang mengingkari perjanjian ini walau Tuhan berkuasa atas mereka sebab Ia secara eksplisit menyebut diri-Nya sebagai suami mereka. 

Berhala dan klenik adalah perzinaan rohani karena sama seperti seorang istri mengkhianati suami untuk bersenang-senang dengan pria lain. Demikianlah umat Tuhan berselingkuh secara rohani dengan berpaling kepada ilah/berhala lain. 

Bagaimana dengan penyembahan molokh? Tuhan menentang orang yang melakukan praktik ini dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada molokh. Orang ini menajiskan tempat kudus-Nya dan melanggar kekudusan Nama-Nya yang kudus. Molokh adalah dewa bangsa Amon, penduduk asli Kanaan, yang menuntut pengurbanan anak. 

Berhala Molokh berbentuk kepala sapi yang terbuat dari perunggu atau kuningan atau dari batu. Bagian dalamnya berongga dan di sampingnya ada tempat untuk membuat dan mengatur api.

Ketika berhala patung perunggu atau kuningan sudah mulai panas, bayi/anak sulung laki-laki ditaruh ke tangan berhala dan pelan-pelan akan mati kepanasan terbakar hidup-hidup. Penyembahan berhala semacam ini benar-benar mengerikan dan sadis! Orang Israel menyembah Molokh untuk mencari berkat atau keamanan dll. dengan menduakan Tuhan. Mereka melakukan perselingkuhan terang-terangan dengan berhala – Allah yang palsu. 

Perselingkuhan rohani di era gereja Tuhan juga terjadi dan harus diwaspadai jika Kristus tidak lagi menjadi pusat perhatian kita, tidak menjadi pusat penyembahan dan pemujaan dari gereja. Dengan demikian, gereja sedang berpaling kepada hal yang lain.

Demikian pula dengan mencari peramal, mendatangi praktek klenik dan kuasa gelap; ini menunjukkan ketidakpercayaan kepada Tuhan sebagai satu-satunya Pemelihara dan Pemilik masa depan kita. Praktik  semacam ini merusak keintiman hubungan dengan melibatkan pihak ketiga, yaitu ilah lain dan kuasa kegelapan. Ingat, gereja Tuhan telah dipertunangkan dengan satu Pribadi dan harus sadar akan status telah dipertunangkan. Untuk itu gereja harus menjaga relasi yang baik dengan Tuhan (2 Kor. 11:2-3) dengan tidak hidup sembrono. Sebaliknya, gereja berusaha hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan. 

Apa kaitan hukum ke-1, ke-2 dengan hukum ke-7?

Jenis dosa Bentuk pelanggaran Esensi pengkhianatan
Zina rohani (hukum 1 & 2) Menyembah berhala, klenik, mendewakan materi dunia Mengkhianati kesetiaan & komitmen kepada Tuhan (Suami rohani)
Zina fisik (hukum 7) Hubungan seks di luar ikatan pernikahan yang sah Mengkhianati kesetiaan & komitmen kepada pasangan (suami/istri) fisik

 

Dalam 10 perintah Allah, hukum ke-1 dan ke-2 adalah larangan relasi dengan ilah lain dan berhala. Ibarat tumbuhan, ini adalah akar rohaninya sedangkan hukum ke-7 (jangan berzina) adalah buahnya. Dengan kata lain, penyembahan berhala (perselingkuhan rohani) wujudnya secara fisik ialah perzinaan jasmani. Nabi Hosea, Yehezkiel menggunakan istilah berzina untuk menggambarkan tindakan penyembahan berhala yang betul-betul menghancurkan hati Tuhan yang sepenuhnya mengasihi umat-Nya (Yeh. 6:9).

Jelas perselingkuhan menyakiti sebuah hubungan, mengkhianati kesetiaan hubungan suami/istri; demikian pula penyembahan berhala mengkhianati kesetiaan kepada Tuhan.

Bukankah penduduk lokal Kanaan telah mempraktikkan penyembahan Molokh jauh sebelum 10 hukum diturunkan? Memang persembahan kepada Molokh merupakan bagian budaya penyembahan mereka tetapi Tuhan tetap mengutuk dan menyebut praktik semacam ini sebagai kejahatan sebab adanya hukum ritual dan hukum moral. Larangan mengurbankan bayi dan berbuat kekejaman termasuk hukum moral – suatu aturan yang Tuhan taruh dalam hati nurani tiap orang. Hati nurani akan langsung membuat penilaian bila melihat sesuatu yang tidak benar. Suara hati nurani sudah ada sejak penciptaan jauh sebelum adanya hukum Taurat (Rm. 2:14-15). Suara hati turut bersaksi dan pikiran seseorang akan saling menuduh atau membela padahal dia tidak mengerti hukum Taurat. Contoh: walau orang berdosa tidak mengetahui hukum Allah, dia tetap akan dihukum karena Tuhan sudah menaruh pengetahuan yang benar dan yang salah dalam hati nuraninya. Jadi bangsa Kanaan dihukum bukan karena melanggar hukum Taurat tetapi karena melanggar batas kemanusiaan. Buktinya tanah Kanaan muntah oleh sebab perbuatan-perbuatan najis penduduknya (Im. 18:24-25). 

Tuhan mengungkit kekejian bangsa Molokh sebagai sinyal/rambu-rambu agar dapat dipahami oleh umat Israel waktu siap masuk ke Kanaan, tanah perjanjian. Seolah-olah Tuhan mengatakan penduduk asli Kanaan telah diusir karena dosa moralnya dan kini orang Israel mengikat janji pernikahan dengan-Nya. Jika orang Israel meniru apa yang dipraktikkan oleh bangsa Kanaan, tindakan mereka merupakan perzinaan rohani karena melanggar sumpah setia kepada Tuhan sebagai Suami mereka.

Kesimpulan, Tuhan Allah Israel membenci perzinaan fisik maupun perzinaan rohani karena dua-duanya berakar sama yakni pengkhianatan terhadap komitmen, kesucian, dan kasih. Ketika Tuhan disebut sebagai Allah yang cemburu (Kel. 20:5) ini bukan kecemburuan yang egois tetapi kecemburuan seorang suami yang kudus, yang tidak rela istri-Nya hancur dan binasa karena berpaling kepada ilah lain, kuasa kegelapan atau Allah yang palsu.

Q2: Berkaitan dengan pengajaran Alkitabiah, sebagai orang percaya baru, bagaimana dapat membedakan ajaran yang benar dengan ajaran bidat dan ajaran yang menyesatkan?

A2: Sangatlah wajar dan baik bila si penanya memiliki pertanyaan ini di awal perjalanan imannya berarti si penanya memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan rohani yang sehat.

Bagi orang percaya, Alkitab harus menjadi standar tertinggi untuk menguji segala sesuatu. Kebenaran segala sesuatu perlu diuji dengan Alkitab. Ada poin-poin utama yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mendeteksi apakah suatu ajaran itu menyimpang. Untuk mempermudah mengingat poin-poin penting dalam menguji suatu ajaran, kita menggunakan singkatan: AKBAR (Alkitab, Keselamatan, Bapa, Anak, Roh Kudus) atau BARAK (Bapa, Anak, Roh Kudus, Alkitab, Keselamatan).

ALKITAB sebagai sumber kebenaran tertinggi menjadi uji otoritas terhadap segala sesuatu. Ketika seseorang mengajarkan sesuatu, perlu diuji apakah Alkitab mengatakan demikian. Misal: seseorang mimpi dia dari Surga, apakah yang diceritakannya sesuai dengan Alkitab atau hanya karangan khayal semata. Ciri-ciri ajaran yang benar akan menempatkan Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhamkan dan tanpa salah/ineran dalam tulisan aslinya. Masalahnya, ajaran sesat sering kali menggunakan Alkitab plus-plus – ditambah dengan kitab-kitab yang lain (mimpi seseorang, nubuatan pimpinan rohani dll.) setara dengan Alkitab. Kita mesti berhati-hati dengan kelompok-kelompok yang mengklaim Alkitab saja tidak cukup tetapi perlu ditambahkan penafsiran dari pimpinan tertinggi dari tokoh rohani tertentu. 

KESELAMATAN. Ajaran yang benar menyatakan bahwa keselamatan itu sepenuhnya anugerah dari Tuhan melalui iman di dalam Kristus Yesus (Ef. 2:8-9). Jadi kita diselamatkan oleh Kristus melalui iman sementara perbuatan baik adalah buah dari keselamatan bukan syarat keselamatan. Kristus mati ketika kita masih berdosa dan menjadi seteru Allah. Di sanalah Allah menunjukkan kasih karunia-Nya. Sebaliknya, ajaran sesat menambahkan syarat perbuatan manusia seperti amal yang banyak supaya selamat. Ada usaha manusia yang menjadi kontribusi supaya seseorang itu selamat atau beriman plus dengan melakukan ritual tertentu.

BAPA, ANAK, ROH KUDUS. Pandangan tentang ketritunggalan Allah bahwa Allah yang Esa menyatakan diri-Nya di dalam tiga pribadi yang berbeda. Ini harus menjadi pegangan kita. Allah di dalam Perjanjian Lama dikenal sebagai TUHAN (YHWH) dan membuka diri lebih penuh melalui Yesus Kristus dan Roh kudus. 

Penting untuk menguji siapa Yesus Kristus itu sebab hampir semua ajaran bidat maupun ajaran sesat runtuh di poin ini. Ajaran yang benar menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang sejati sekaligus manusia sejati ((Yoh. 1:1, 14).

Yesus Kristus lahir dari perawan Maria, mati untuk menebus dosa manusia, bangkit dari kematian, naik ke Surga dan nanti akan datang kembali. Namun ajaran sesat merendahkan status Yesus Kristus dan menganggap-Nya hanya ciptaan atau setara dengan malaikat atau malaikat tingkat tinggi atau guru moral atau justru menghilangkan aspek kemanusiaan-Nya. Waspada, mereka yang tidak mengaku Yesus Kristus telah datang sebagai manusia adalah penyesat dan antikristus (2 Yoh. 1:7). 

Memang di luar banyak orang tidak mengaku Yesus adalah Allah tetapi ironis orang Kristen malah tidak mengaku Allah datang dalam rupa manusia. Perhatikan, mereka yang tidak mengakui kemanusiaan Yesus sama sesatnya dengan mereka yang tidak mengakui keallahan Yesus. 

Ajaran yang benar mengajarkan kasih, kerendahan hati, transparansi, menghormati anggota tubuh Kristus (persekutuan anak-anak Tuhan) yang lain sebagai komunitas orang percaya yang dipakai Tuhan untuk melebarkan Kerajaan Allah. Sebaliknya, ajaran sesat cenderung sangat eksklusif dan isolatif – mengklaim bahwa hanya kelompok mereka yang masuk Surga, pemimpinnya sering tidak boleh dikritik dan memiliki kontrol total terhadap gerak-gerik hidup jemaatnya. Oleh sebab itu kita harus mempelajari Alkitab secara konteksual dan membaca urut dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu. Jangan suka mengambil satu ayat keluar dari konteks untuk membangun argumen bahkan sebuah doktrin. Analogi: cara terbaik untuk mengenali uang palsu bukan dengan mempelajari ratusan lembar uang palsu tetapi kita mengenali uang asli dan ciri-cirinya. Begitu pula dengan iman; semakin kita intim dengan Alkitab dan Kristus, radar rohani kita akan makin peka ketika mendengar ajaran yang melenceng. 

Yang tak kalah pentingnya bagi petobat baru ialah tertanam di gereja lokal yang sehat. Artinya, dia harus tergembala agar terjamin pertumbuhan rohaninya. Untuk itu carilah gereja yang setia memberitakan kebenaran Firman Tuhan, miliki gereja yang bernaung dalam aras yang benar dan sinode yang menaungi. 

Perlu diketahui penggembalaan di gereja GKGA memiliki visi: menjadi jemaat yang senantiasa sadar bahwa dirinya sudah ditunangkan dengan Tuhan Yesus Kristus dan siap menjadi mempelai wanita-Nya. Sedangkan  misinya: membawa semua orang menjadi orang percaya dan mengenal, mengasih, dan melayani Tuhan Yesus Kristus. Anak domba Allah, Gembala Agung dan Mempelai Pria Surga.

Singkatnya, visi penggembalaan GKGA:

    • Kita mengenal Kristus dalam relasi kasih yang hidup.
    • Kita mengasihi Kristus dengan kesetiaan sebagai mempelai.
    • Kita melayani Kristus, Mempelai Pria Surga, dengan hidup siap menyambut kedatangan-Nya.
Aspek Tanda jemaat bertumbuh
Mengenal Firman hidup, doa bertumbuh, iman makin dewasa
Mengasihi Kesetiaan, kekudusan, karakter makin serupa Kristus
Melayani Setia melayani, hidup berdampak, siap menyambut Tuhan

 

Jemaat diarahkan dan dibentuk untuk mengenal Kristus dalam relasi kasih yang hidup. Jemaat mempunyai kerinduan akan Firman Tuhan, mempunyai kehidupan doa yang baik sehingga kehidupan rohaninya bertumbuh dan imannya makin dewasa.

Jemaat dibawa untuk mengasihi Yesus dengan setia, hidup dalam kekudusan sebagai mempelai perempuan-Nya dan berkarakter makin serupa dengan Kristus. 

Jemaat menghidupi kehendak Tuhan dan melayani Dia serta hidup berdampak dengan kesiapan untuk menyambut kedatangan-Nya.

Dengan demikian kita membangun gereja/jemaat sebagai komunitas rohani dari keluarga yang mengenal, mengasihi dan melayani. 

    • Keluarga/rumah tangga → penggembalaan mengarahkan, mendorong keluarga-keluarga sebagai komponen terkecil dari jemaat menjadi komunitas rohani yang mengenal Tuhan secara pribadi. Keluarga dan rumah tangga menjadi tempat kita mengenal Tuhan di mana ada doa, kesetiaan, keteladanan iman orang tua yang dilihat oleh anak-anak sebagai pendamping dalam pertumbuhan iman anak-anak. Keluarga harus menjadi tempat pertama di mana iman diperkenalkan, ditanamkan dan ditancapkan.
    • Gereja → ada kasih yang dihidupi dan dibagikan dalam hidup bergereja. Pengembalaan membawa  gereja yang mengasihi. Gereja sebagai keluarga rohani mempunyai ruang persekutuan yang membangun, ada pemuridan, ada pemimpin-pemimpin yang melayani dengan dorongan kasih.
    • Komunitas jemaat → pengembalaan mengarahkan agar jemaat GKGA menjadi jemaat yang melayani Tuhan dan sesama. Hidup setia menurut panggilan-Nya, memberikan dampak di dalam maupun di luar gereja serta melakukan pelayanan sebagai respons kasih dari iman yang bertumbuh. Iman yang dewasa dinyatakan melalui pelayanan di dalam gereja. 

*******

  • Video Youtube Ibadah: