• NGAPAIN KE GEREJA KALAU ISINYA ORANG MUNAFIK?

Pernah nggak sih kamu mikir seperti gini: "Males ah ke gereja, isinya orang-orang munafik semua! Ngomongnya rohani tapi suka nikam dari belakang. Pelayanan sih rajin, tapi mulutnya nyakitin."

Kalau kamu pernah ngerasa gitu, kamu nggak sendirian. Banyak anak muda juga pernah kecewa gara-gara ketemu orang gereja yang hidupnya nggak sesuai sama yang dia ajarkan. Tapi sebelum kamu mutusin buat cabut dari gereja, coba yuk kita balik ke awal cerita manusia – di Kitab Kejadian.

1. Semua Orang Pernah Jatuh (termasuk Kamu dan Aku)

Di Kejadian 3, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa padahal mereka dekat banget sama Tuhan. Tiap hari ketemu langsung sama Pencipta mereka. Mereka diciptakan segambar dengan Allah (Kej. 1:27) tapi tetap bisa jatuh juga. Artinya? Kalau manusia pertama aja bisa gagal, ya wajar banget kalau di gereja zaman sekarang masih banyak yang jatuh juga. Kita pun sama. Siapa sih yang nggak pernah salah?

Gereja bukan tempat orang sempurna. Gereja tuh kayak – tempat orang yang lagi diperbaiki hidupnya. Jadi kalau kamu berharap nemu gereja yang isinya orang-orang suci semua, sorry to say… nggak bakal ketemu.

Dan kalau sampai kamu nemu gereja yang katanya sempurna – jangan ikut dulu deh. Nanti pas kamu masuk, langsung jadi nggak sempurna lagi!

2. Dosa Bikin Kita Jadi Pura-Pura
Setelah jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa langsung sadar kalau mereka telanjang. Mereka jadi malu dan nutupin diri pakai daun (Kej. 3:7) terus bersembunyi dari Tuhan (ay. 8).

Mirip banget sama sikap munafik – nutupin diri karena takut kelihatan buruk.

Banyak orang di gereja kelihatan munafik bukan karena mereka jahat tapi karena mereka takut ditolak kalau orang tahu siapa mereka sebenarnya. Mereka belum ngerasa aman buat jujur soal kelemahan mereka. Bukan pembenaran ya, tapi setidaknya kita bisa ngerti… semua orang lagi berjuang.

3. Tuhan nggak tinggalin, tapi mencari
Yang keren, Tuhan nggak ninggalin Adam dan Hawa. Dia datang dan nanya, “Di manakah engkau?” (Kej.3:9). Dia tahu mereka sembunyi tapi tetap dicari. Bahkan Tuhan bikinin baju dari kulit binatang buat nutupin mereka (ay. 21). Nggak cuma nutupin rasa malu mereka, tapi juga nunjukin kasih dan pemulihan.

Kalau Tuhan aja tetap cari dan peduli sama yang jatuh, masa kita mau ninggalin gereja cuma karena kecewa sama orang?

4. Fokus ke Tuhan, bukan ke orang
Ibrani 12:2 bilang: “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”

Kita datang ke gereja bukan buat ngefans sama manusia, tapi buat kenal Tuhan yang sempurna. Jangan biarin kelakuan orang lain ngejauhkan kamu dari kasih Tuhan yang setia.

Jadi, gimana dong? Kalau kamu ketemu orang munafik di gereja, ingat:

  • Mungkin mereka sedang berjuang dan butuh ditolong, bukan dihakimi.
  • Kita pun bisa aja tanpa sadar ngelakuin hal yang sama.
  • Tuhan tetap setia, walau manusia sering ngecewain.
  • Jangan biarkan luka dari orang bikin kamu jauh dari berkat Tuhan.
  • Dan yang paling penting: lewat kamu, Tuhan bisa tunjukin kasih yang otentik. Caranya? Simple.
  • Jangan ikutan ngegosip. Jangan cuma nyinyir tapi jadi pembela buat orang yang disalahpahami.
  • Jadi anak muda yang apa adanya, tulus luar dalam – yang omongannya di depan sama tindakannya di belakang tuh nyambung.
  • Tetap datang. Tetap percaya. Tetap jadi terang.

Tuhan Yesus memberkati!

Kerohanian bukanlah untuk pameran namun pola atau gaya hidup spontanitas yang menjiwai secara mendalam kepada Tuhan.

Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain tetapi bandingkan diri Anda yang dahulu dengan yang sekarang, sudahkah Anda menjadi lebih baik?