Apa maksud “kamu tidak seperti yang kamu pikirkan”? Berdasarkan Roma 5:12, “Sebab itu sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”
Siapa satu orang ini? Adam. Karena Adam dan Hawa melanggar Firman Tuhan, dosa sekaligus maut menjalar kepada semua orang.
Pernahkah Anda berpikir apa yang terjadi andaikata Adam dan Hawa tidak makan buah yang dilarang Tuhan? Apa jawabnya? Mereka tidak akan mati (Kej. 2:16-17). Mati di sini ialah mati secara fisik dan terpisah dari Tuhan. Memang Adam tidak langsung mati setelah makan buah terlarang itu tetapi dia mempunyai batasan umur akibat jatuh dalam dosa ketidaktaatan.
Akibat dosa, Adam dan Hawa mencari rezeki dengan susah payah (Kej. 3:17-19) dan mati kembali menjadi debu tanah. Tidak itu saja, maut menjalar ke semua orang dan kita menanggung dosa bawaan dari dosa Adam. Namun kita percaya semua itu sudah ditebus oleh Kristus di kayu salib.
Bagaimana kondisi manusia sebelum jatuh ke dalam dosa? Mereka bebas boleh makan apa saja kecuali satu yang dilarang itulah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Singkatnya, “you are not what you think”. Jadi pengertian bebas bukan berarti semua bebas tanpa batas.
Kalau begitu apa yang dimaksud dengan “You are not what you think”?
- Manusia boleh melakukan sebuah kebebasan tetapi ada batasan dan aturan mainnya.
Mengapa ada batasan dan peraturan? Justru untuk melindungi manusia bukan menghalangi sebab sesungguhnya kebebasan itu anugerah yang harus digunakan dengan bijak.
Tentu kita diberi kebebasan untuk berkarier dan memiliki lifestyle yang kita ingini tetapi semua harus ada batasannya yaitu tidak melanggar Firman Tuhan. Misal: sering anak muda merasa dibatasi dalam berpakaian – dilarang mengenakan model ini itu – padahal masalah utama pembatasan diberlakukan ialah karena berpakaian minim nan sexy dapat menimbulkan birahi bagi lawan jenis. Berpakaianlah yang pantas dan layak juga jaga pergaulan sehingga Nama Tuhan dipemuliakan. Hargai kebebasan dari Tuhan dengan tanggung jawab dan jangan disalahgunakan! Jangan berpikir batasan dari Firman Tuhan bertujuan untuk menghambat atau membuat susah atau mengekang kebebasan tetapi sebaliknya untuk melindungi. Contoh: jangan bergaul sembarangan hingga kebablasan hilang kendali karena Firman Tuhan mengingatkan pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33).
- Dosa itu menjalar memengaruhi orang lain.
Karena kita adalah manusia berdosa, jangan andalkan kebaikan diri sendiri tetapi mohon kepada Tuhan agar kita dilepaskan dari kelemahan-kelemahan yang membuat kita mudah jatuh ke dalam dosa. Perlu diketahui tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri; apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa dan dosa yang matang melahirkan maut (Yak. 1:14-15). Buktinya karena keinginan, Raja Daud jatuh dalam dosa perzinaan; Judas Iskariot membelot menjadi pengkhianat.
Ketika Roh Kudus mengingatkan kita akan dosa kesalahan yang diperbuat, segera minta ampun dan Tuhan siap mengampuni kita. Bagaimanapun juga kita harus menanggung konsekuensi akibat kesalahan tersebut seperti dialami Adam dan Hawa yang ada batasan umur dan mati.
Tentu kita boleh mempunyai keinginan tetapi jangan memaksakan diri harus memenuhi keinginan mata dan keinginan daging hingga melanggar Firman sebab semua keinginan yang berasal dari dunia sedang lenyap (1 Yoh. 2;16-17). Misal: ingin sesuatu tetapi tidak ada dana untuk membelinya kemudian utang atau mencuri. Marilah kita belajar mendahulukan kehendak Tuhan di atas keinginan kita. Minta hikmat dari Tuhan dan ketahui kehendak-Nya dengan suka membaca dan merenungkan Firman.
- Kita diselamatkan oleh kasih karunia pemberian Allah bukan hasil usaha kita (Ef. 2:8-9).
Kita membutuhkan satu Pribadi itulah Tuhan Yesus Christus. Oleh sebab itu jangan ada orang memegahkan diri dan merasa pantas masuk Surga karena perbuatan baik telah banyak berkurban, sibuk pelayanan dll. Karya keselamatan bukan tentang apa yang kita lakukan tetapi apa yang Yesus telah lakukan kepada kita. Oleh sebab itu kita membutuhkan Yesus sebab Ia adalah jalan, kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Tanpa Yesus, kita akan terpisah dari Allah.
Setelah beroleh keselamatan, kita harus merespons dengan mengerjakan keselamatan sebagai ucapan syukur kita atas pemberian Tuhan.
You are not what you think karena kita adalah manusia yang bebas tetapi terbatas. Juga karena kita adalah manusia berdosa, kita membutuhkan satu Pribadi namanya Tuhan Yesus Kristus yang menjadi jalan keselamatan kita agar terhubung kembali dengan Allah Bapa. Untuk itu kita harus mengerjakan keselamatan sebagai respons ucapan syukur kita kepada-Nya dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Amin.