Apa gender itu? Gender merujuk pada karakteristik, peran, dan perilaku perempuan dan laki-laki yang dibentuk secara sosial budaya. Gender adalah hasil bentukan nilai budaya, pendidikan, dan masyarakat yang dapat berubah seiring dengan waktu. Contoh: harapan masyarakat bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi adalah contoh pembatasan gender. Dahulu, pendidikan tinggi malah hanya untuk laki-laki. Sekarang perempuan boleh sekolah setinggi- tingginya. Gender berbeda dari pengertian jenis kelamin yang bersifat biologis. Jadi, gender tidak bergantung pada jenis kelamin laki-laki atau perempuan namun peran sosial sebagai laki-laki dan perempuan.
Apakah gender sama dengan emansipasi? Gender tidak sama dengan emansipasi. Perbedaan utama adalah gender merujuk pada atribut sosial dan budaya yang diasosiasikan dengan laki-laki dan perempuan. Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, emasipasi perempuan adalah persamaan hak bagi perempuan untuk berkembang dan maju dalam segala aspek kehidupan seperti: pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Emansipasi adalah gerakan atau tindakan untuk mencapai kesetaraan yang dituntut dalam konsep gender. Dengan demikian emansipasi tidak sama dengan konsep gender. Namun emansipasi adalah bagian dari konsep gender.
Bagaimana dengan gender di kehidupan kekristenan? Dalam pandangan Kekristenan, Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan setara, diciptakan menurut gambar Allah (Kej. 1:27) dan memiliki kedudukan serta nilai yang sama di hadapan-Nya meskipun dengan fungsi yang berbeda. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus (Gal. 3:28).
Kesempatan beribadah dan melayani bersama antara suami-istri adalah kesempatan menda- patkan keuntungan yang setara karena baik laki- laki (suami) maupun perempuan (istri) akan sama-sama mendapatkan Firman Tuhan. Demikian pula dengan jemaat lain, kanak-kanak, pemuda pemudi melayani bersama dalam kesetaraan gender. Dengan kesempatan dan kesetaraan gender, masing-masing kita dapat saling menguatkan, mendukung dan melengkapi. Dengan demikian baik laki-laki maupun perempuan dapat saling maju dalam ibadah dan berperan sesuai yang Tuhan sudah tentukan.