• KARYA DAN PELAYANAN KRISTUS PASCAKENAIKAN KE SURGA
  • Yesus Duduk Di sebelah Kanan Allah Bapa Sebagai Imam Besar Perjanjian Baru
  • Pdt. Jannen R. Pangaribuan

Memahami karya dan pelayanan Kristus adalah sangat penting karena hal itu berkaitan dengan keselamatan kita bersama. Karya dan pelayanan Kristus sendiri telah banyak dibahas namun dalam pemahaman yang kabur karena menyamakan fase-fase karya dan pelayanan Kristus. Ada tiga fase pelayanan Yesus yang harus dibedakan, yakni: pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Pembahasan mengenai karya dan pelayanan Kristus seharusnya dibedakan menurut fase-fase karya dan pelayanan Kristus. Umumnya pemahaman yang diajarkan hanya membahas dan menekankan karya dan pelayanan yang diselesaikan Kristus di bumi dalam masa inkarnasi-Nya, yakni selama 33½ tahun. Sementara karya dan pelayanan-Nya pada masa kini, setelah Ia naik ke Surga duduk di sebelah kanan Allah Bapa kurang mendapatkan pembahasan. Seakan pemikiran yang terbentuk ialah bahwa saat ini Kristus hanya duduk di sebelah kanan Allah, pasif tidak mengerjakan apa-apa lagi. Dengan demikian seperti diamati oleh Walvoord ada kecenderungan untuk menyamakan fase-fase karya dan pelayanan Kristus dalam satu fase pelayanan pada masa lalu saja. Ketika dikatakan Kristus naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa ini bukan berarti Ia tidak lagi aktif dalam berkarya dan melayani; yang telah selesai adalah karya penyucian atas segala dosa (Ibr. 1:3). Oleh karena itu tulisan ini membahas karya dan pelayanan Kristus pada masa kini.

Karya dan Pelayanan Kristus Yang Telah Selesai
Apa yang sudah dikerjakan oleh Kristus adalah karya penebusan yang telah dituntaskan di kayu salib, di sana Ia berseru, “Sudah selesai,” (Yoh. 19:30) Setelah kebangkitan-Nya dari kematian, selama 40 hari Ia menunjukkan Diri-Nya kepada para murid-Nya bahwa Ia hidup dan terus memberitakan tentang Kerajaan Allah. Apa yang telah dituntaskan Kristus dalam tubuh insani-Nya ialah karya pendamaian, penyucian atas dosa satu kali untuk selama-lamanya. Karya ini telah diselesaikan-Nya maka tidak diperlukan lagi kurban-kurban karena dosa sebab semua sudah dibayar dengan lunas. Dengan demikian kurban-kurban menurut Taurat berakhir, telah digenapi oleh satu kurban saja, yakni Kurban Kristus.

Kedatangan-Nya ke bumi adalah untuk menyelesaikan tugas ini, yakni mempersembahkan tubuh-Nya untuk menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk. 10:45). Perlu diketahui keselamatan adalah anugerah karya

Allah dan tidak ada yang perlu ditambahkan kepada karya keselamatan itu supaya tidak ada seorang pun bermegah (Ef. 2:8-9). Keselamatan adalah karya Allah seorang diri (monergisme) bukan sinergisme (kerja sama antara manusia dengan Allah). Keselamatan adalah karya kedaulatan Allah. Dengan demikian Alkitab mendukung ajaran keselamatan yang pasti dan sempurna, sekali menerima keselamatan di dalam Kristus maka keselamatan itu kekal adanya karena Allah sendiri, Sang Juru Selamat, yang menyelamatkan umat pilihan-Nya. Perjanjian Baru menegaskan pemahaman monergisme dalam hal keselamatan ini seperti tertulis di Yohanes 10:28; 17:12; Ibrani 7:25.

Karya dan Pelayanan Kristus Pada Masa Kini
Lalu Ia naik ke Surga pada hari ke-40, duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Penulis Ibrani mengatakan, “Ia telah mendapatkan pelayanan yang baru, Ia menjadi Imam Besar berdasarkan janji-janji yang lebih mulia (Ibr. 10:1-6). Dengan demikian terlihat jelas setelah Kristus naik ke Surga, Ia dipercayakan pelayanan baru di Tempat Kudus sejati di dalam Surga.

Pelayanan seperti apa yang Yesus kerjakan saat ini? Pengantara kepada Allah. Pelayanan Kristus selanjutnya ialah pelayanan di dalam Surga, secara spesifik duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Imam Besar di Kemah Tabernakel sejati berdasarkan Perjanjian lebih mulia yaitu menjadi satu-satunya Pengantara kepada Allah.

Pengantara kepada Allah berarti Yesus berdiri di antara Allah Bapa dan manusia demi kepentingan manusia itu sendiri. Oleh karena itu kita meyakini bahwa kita tidak lagi berjalan sendiri di dunia ini, Kristus Sang Imanuel, Dia Allah yang menyertai kita sampai akhir zaman. Yesus Kristus telah mendahului kita masuk ke dalam Tempat Mahakudus dengan darah-Nya sendiri demi kepentingan kita. Oleh sebab itu Firman Allah mengajarkan kita datang ke takhta kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya (Ibr. 4:14-15) karena Ia mengetahui pergumulan, kesusahan dan kelemahan kita. Ia senantiasa menjadi Pengantara kepada Allah bagi kepentingan umat-Nya.

Bagaimana perantaraan dilakukan, apakah secara lisan dan nyata? Ada pandangan yang menyatakan bahwa perantaraan itu tidak perlu secara lisan tetapi cukup dengan kehadiran-Nya di Surga saja. Pandangan Alkitab menurut Walvoord, perantaraan tidak perlu secara lisan karena Anak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan Bapa sekalipun perantaraan itu nyata seperti apabila kita memohon dengan bersuara. Menurut kaum Lutheran, pengantaraan Kristus itu nyata dan diucapkan,“vocalis et realis”. Seperti Walvoord, kaum Reformed memegang pandangan bahwa pengantaraan tidak perlu bersifat lisan karena kehadiran Kristus di Surga sudah cukup dan tugas perantaraan Kristus itu efektif dan nyata.

Sekali lagi hal perantaraan ini dipisahkan dengan jalan pendamaian (yang digenapi di kayu salib dalam kematian-Nya). Tugas pengantaraan ini merupakan tugas masa kini yang masih dikerjakan oleh Kristus di Surga sebagai Imam Besar. Pelayanan ini disinggung dalam Roma 8:34 dan Ibrani 7:26.

Karya dan Pelayanan Kristus Pada Masa Kini
Karya dan pelayanan Kristus sebagai Pengantara kepada Bapa akan memasuki tahap baru saat kedatangan-Nya kedua kali sebab Kristus akan hadir di antara umat-Nya. Sekali lagi Allah berdiam di antara umat-Nya.

3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Why. 21:3-4)

Di satu sisi, kedatangan-Nya adalah saat untuk menyatakan keselamatan kepada orang-orang percaya tetapi pada saat yang sama sebagai masa penghakiman akan segala sesuatu itu dilaksanakan (Ibr. 9:28).

Suatu Tinjauan
Memahami karya dan pelayanan Kristus memberikan kita  insight  akan  kepastian  keselamatan  yang telah tuntas. Lalu bagaimana dengan terjadinya penyangkalan iman? Kejatuhan dalam dosa? Murtad? Apakah dengan semua itu menyebabkan hilangnya keselamatan? Pertama-tama harus diterima bahwa semua itu dosa. Karena itu Firman Tuhan megatakan kita memiliki Pengantara kepada Allah asal kita mau mengakui dosa pelanggaran kita maka Ia akan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 2:1-2). Namun tentu kita menentang anugerah murahan yang diajarkan oleh kelompok Hyper-Grace yang tidak lagi mempertimbangkan adanya dosa. Mereka tidak mempertimbangkan tuntutan moral dan kekudusan, hidup dalam kebebasan yang kebablasan karena menganggap sekali selamat tetap selamat.

Untuk memahami kondisi nyata dalam hidup ini, kita terbantu dengan pemahaman terhadap metafora bangunan rohani yang disebutkan dalam 1 Korintus 3:10-15, ada bangunan yang terbakar dan ada bangunan yang tahan api, tergantung dari apa bahan bangunannya. Orang Kristen di sini diumpamakan seperti bangunan. Untuk bangunan yang terbakar akan diselamatkan walau seperti diselamatkan dari dalam api, karena bangunan itu telah dibangun di atas dasar bangunan satu-satunya yaitu Yesus Kristus.

Dengan demikian kita melihat bahwa dalam konteks keselamatan memang ada sisi tanggung jawab manusia yang mengerjakan keselamatannya. Bisa  saja  orang  percaya  tetap  hidup  duniawi dalam praktik hidupnya tetapi tidak bisa disangkal hidupnya sebagai orang Kristen dibangun atas dasar pengakuan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Namun praktik hidupnya masih menuruti kedagingan, duniawi, kerohaniannya tidak bertumbuh dan tetap sebagai kanak-kanak rohani. Orang semacam ini memang akan diselamatkan tetapi seperti diselamatkan dari dalam api, apa yang ia bangun terbakar. Akibatnya dia tidak mendapatkan upah saat Tuhan Yesus datang kembali untuk dipuji dan dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya.

Penutup
Kita melihat bahwa Kristus sudah mengerjakan keselamatan secara sempurna saat Ia melayani sebagai manusia dalam tubuh inkarnasi-Nya. Puncak pelayanan Kristus pada masa lalu adalah penebusan di kayu salib. Kemudian Ia dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga dan naik ke Surga pada hari ke-40. Karya dan pelayanan Kristus pada masa kini adalah pelayanan sebagai Imam Besar menjadi Pengantara dari umat-Nya kepada Allah dalam Kemah Sejati di Surga. Selanjutnya yang masih kita nantikan adalah saat Ia datang kembali membawa Gereja ke dalam kemuliaan-Nya. Saat itu dalam langit dan bumi yang baru Kemah (Tabernakel) Allah ada di antara manusia. “Amin, datanglah Tuhan Yesus!”

 

Kadang hidup membuat kita cemas nan takut.

Kita memikirkan terlalu banyak hal yang belum tentu terjadi

Namun ingatlah akan satu hal

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita menapak masa depan sendirian

Apa yang kita khawatirkan hari ini sudah Tuhan pikiran lebih dulu

Tetap berdoa

Tetap percaya