Shalom,
Perlu diketahui jemaat Korintus senantiasa berbicara dan mengelu-elukan hikmat manusia karena kota ini penuh dengan filsafat dan kebanggaan intelektual. Namun Rasul Paulus menegaskan bahwa rahasia Allah berkaitan dengan salib Kristus tidak dapat dipahami oleh kecerdasan dan hikmat manusia tetapi dengan hikmat Roh Kudus yang memberikan penjelasan, penerangan dan pengertian tentang makna dari salib yang sesungguhnya
Rasul Paulus menjelaskan bahwa hikmat salib Kristus adalah hikmat dari Allah dan pemberitaan tentang salib adalah kebodohan bagi dunia (1 Kor. 1-18).
Ternyata hikmat dunia justru menyalibkan Tuhan (1 Kor. 2:8) dan berita salib bagi manusia hanyalah suatu sejarah di masa lalu – hukuman mati yang tidak masuk akal bagi Seseorang yang disebut Anak Allah yang katanya mau menyelamatkan dunia. Namun bagi kita, memahami salib oleh Roh adalah kuasa Allah di mana di dalamnya ada keadilan, pengurbanan, penebusan, pengampunan, sukacita dan hidup kekal.
Banyak orang mengetahui berita tentang salib juga simbol salib (dipakai sebagai asesori, jimat untuk mengusir setan) tetapi mereka tidak tersentuh atau merasakan kekuatan dari salib karena mereka tidak mengerti dan tidak dapat memaknai kuasa di dalam salib.
Bagaimana kita memahami salib dalam terang Roh menurut 1 Korintus 2:10-13?
- Melihat salib sebagai rahasia Allah yang diungkapkan oleh Roh (ay. 10).
Salib dan konsep penebusan adalah rahasia Allah yang telah dipersiapkan bagi manusia berdosa tetapi tidak semua orang dapat memahami arti salib ini. Mengapa? Dalam peristiwa kejatuhan Adam dan Hawa, Allah di dalam kekekalan telah mengetahui apa yang akan Ia perbuat. Ia memiliki rencana indah untuk menyelamatkan manusia. Allah telah memperingatkan manusia pertama akan hukuman mati begitu melanggar perintah-Nya (Kej. 2:17).
Adam-Hawa benar-benar jatuh dalam dosa dan Allah mempersiapkan rencana penebusan melalui Yesus Kristus (Kej. 3:15). Ini menjadi protoevangelium atau Injil pertama yang menggambarkan bayang salib Kristus. Pakaian dari kulit binatang untuk menutup rasa malu mereka menggambarkan pengurbanan Anak Domba, Yesus, yang mati disalib. Jadi Tuhan telah memiliki rencana global yang begitu indah untuk penebusan manusia melalui keturunan perempuan (Hawa) itulah Yesus yang akan meremukkan kepala si ular, Iblis.
Salib yang menjadi rahasia Allah ribuan tahun digenapi ketika Yesus datang ke dunia dan mati di atas kayu salib untuk penebusan dosa. Dan untuk memahami salib, kita tidak mampu menggunakan akal pikiran kita tetapi Roh Kudus yang memberikan pencerahan. Kita melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani. Tanpa pengertian dari Roh Kudus, kita tidak dapat memahami maksud dan tujuan Allah di balik salib itu.
Apa kaitan salib dengan Tabernakel?
Mezbah Kurban Bakaran → tempat penghapusan dosa
Di era Perjanjian Lama, kurban persembahan di atas Mezbah Kurban Bakaran merupakan tipologi atau gambar bayang pengurbanan Yesus di kayu salib.
-
- Di atas Mezbah Kurban Bakaran ada binatang yang disembelih dan dibakar untuk menghapus dosa. Pendamaian terjadi melalui kurban di atas mezbah. Kayu salib menjadi tempat Yesus mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban penghapus dosa (Ibr. 9:26).
- Kurban yang dipersembahkan di Mezbah Kurban Bakaran harus tidak bercela (Im. 1:3). Yesus, Anak Domba Allah, adalah kurban sempurna, tidak bercacat cela (1 Ptr. 1:18-19). Kita ditebus dengan harga sangat mahal itulah darah Kristus.
- Kurban harus dibakar habis (Im. 1:9). Yesus mengurbankan diri sepenuhnya di atas kayu salib (Flp. 2:8).
Pintu gerbang → pintu masuk ke Mezbah Kurban Bakaran. Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan (Yoh. 14:6).
Mezbah adalah awal pendekatan kepada Allah sedangkan salib adalah satu-satunya jalan keselamatan. Mezbah dan salib sama-sama berkaitan dengan darah pendamaian (Ibr. 9:22). Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan. Artinya, kita harus menerima pengurbanan darah Kristus untuk beroleh pengampunan, penebusan, keadilan, damai sejahtera dan sukacita.
Yesus mati satu kali untuk memutus mata rantai kurban. Yesus menjadi kurban terakhir untuk menebus dosa manusia dengan sempurna sampai selama-lamanya.
- Menerima salib sebagai anugerah kasih karunia Allah (ay. 11-12).
Kita menerima Roh yang berasal dari Allah supaya kita mengetahui apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Berita salib merupakan karunia Allah sehingga kita dapat mengerti rencana dan program Allah bagi kita, manusia berdosa. Melalui salib Kristus kita mempunyai pengharapan untuk beroleh penebusan.
Hanya Roh Allah yang mengetahui pikiran Allah karena Roh Allah dan Allah adalah satu. Untuk itu Roh Allah diberikan kepada kita agar kita dapat memahami pikiran Allah dalam anugerah melalui salib.
- Menghidupi salib di dalam kuasa Roh (ay. 13).
Bagaimana respons kita terhadap rencana dan program Allah? Kita menghidupi salib oleh kuasa Roh dalam kehidupan kita. Perhatikan, salib dan Roh tidak dapat dipisahkan. Bagi dunia, salib adalah kebodohan tetapi bagi kita salib adalah hikmat dan kekuatan Allah. Untuk dapat memahami salib, kita harus ada Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, kita melihat salib dengan cara dunia yaitu sekadar sejarah penderitaan Yesus yang mati “sia-sia” karena bagaimana mungkin Allah yang mahakuasa tidak dapat menolong diri-Nya sendiri. Namun, kalau kita memahami salib dengan Roh, salib menjadi kuasa yang mampu mengubah hidup kita.
Kalau begitu bagaimana kita menghidupi salib di dalam kuasa Roh? Pola hidup yang ditandai dengan kerendahan hati, ketaatan, pengurbanan dan pengampunan. Selain itu kita tidak memperkatakan hal yang sia-sia tetapi menjaga perkataan agar menjadi berkat. Kita membiarkan Roh mengubah karakter kita sesuai dengan makna salib yakni terus berproses berubah menjadi baik dan semakin baik.
Introspeksi: mengapa kita tidak mengerti Firman Tuhan yang disampaikan dengan alasan Si Pembicara tidak pintar menjelaskannya? Mengapa kita tidak memperoleh Firman yang menguatkan dan memberi solusi terhadap masalah kita? Sebenarnya persoalan terberat dalam kehidupan manusia ialah dosa itu sendiri. Kalau dosa manusia yang begitu berat saja dapat diselesaikan oleh Tuhan, masakan Ia tidak mampu menyelesaikan persoalan yang kita anggap sangat berat? Masalahnya, sudahkah kita mengenal Yesus tersalib yang menyelesaikan hubungan kita dengan Allah? Ini menjadi kunci atau jawaban atas semua persoalan hidup kita. Manakala kita kembali kepada Tuhan dan salib-Nya, dosa kita diampuni dan relasi kita dengan-Nya diperdamaikan maka persoalan kita akan terselesaikan.
Seperti pengalaman murid-murid Yesus menghadapi taufan keras yang menyerang perahu mereka sementara Yesus tidur di buritan kapal. Mereka sangat ketakutan perahunya tenggelam dan mereka binasa. Masalah menakutkan ini dapat diselesaikan oleh Yesus yang berkuasa menghardik angin dan air yang mengamuk, membuat danau kembali menjadi teduh (Mrk. 4:36-40). Ironis, setelah ditolong Yesus, mereka malah bertanya siapakah orang ini sehingga angin dan danau taat kepada-Nya (ay. 41), berarti mereka tidak sepenuhnya mengenal Yesus. Di kisah lain, waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Yesus melihat mati-Nya, berkatalah ia, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.” (Mrk. 15:39)
Waspada, jangan mukjizat yang kita terima malah membuat kita tidak mengenal Tuhan seperti dialami oleh para murid. Hendaknya kematian Yesus di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia justru membuka mata kita untuk mengenal Dia sebagai Anak Allah. Jadi, masalah terbesar dalam kehidupan kita ialah dosa yang harus kita selesaikan di hadapan Yesus tersalib. Bila kita mengandalkan salib-Nya dan mengenal Dia adalah Anak Allah, masalah kita akan terselesaikan.
Jelas sekarang, Roh Kudus memberikan kita pengertian akan makna salib yang tidak dipahami oleh dunia. Terbukti salib oleh kuasa Roh adalah pengungkapan rahasia penebusan Allah yang tersembunyi ribuan tahun, merupakan anugerah kasih karunia Allah dan kita harus menghidupi salib dalam keseharian hidup agar tutur kata dan perilaku kita menjadi berkat bagi sesama. Amin.