• Hidup yang Dikendalikan Oleh Kristus
  • 1 Korintus 6;12-14
  • Johor
  • 2026-08-30
  • Pnt. S.Wahyu Widodo
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
hidup_yang_dikendalikan_oleh_Kristus

Shalom,

Sesuai dengan tema “hidup yang dikendalikan oleh Kristus”, apakah hidup kita sudah dikendalikan oleh Kristus? Apakah perbuatan kita memuliakan Tuhan atau beribadah semaunya sendiri? Percayalah Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Masalahnya justru kita yang sering tidak menyadari dan tubuh jasmani menjadi penghambat terhadap janji Tuhan tentang keselamatan kekal. 

Masalah krusial apa yang berpengaruh sangat besar terhadap hidup kita?

  • ·Perut (ay. 12). 

Hari-hari ini terjadi kekacauan dan demo dengan masalah utama menyangkut “perut” sebagian masyarakat Indonesia. Jika masalah perut diselesaikan/dikenyangkan, rakyat tidak akan bergejolak. 

Namun kita harus mawas diri bahwa segala sesuatu yang halal tidak berarti semuanya berguna/bermanfaat. Buktinya, sekarang timbul pelbagai macam penyakit (obesitas, kolestrol, diabetes, asam urat dll.) akibat pola makan yang salah. Bukankah manusia pertama jatuh ke dalam dosa juga akibat memilih makan buah larangan padahal dapat memakan buah-buah lain yang tidak kalah lezatnya. Jelas sejak dahulu hingga sekarang manusia sulit mengendalikan makanan yang masuk ke dalam perutnya. 

Kalau perut terganggu, seluruh tubuh kita akan terganggu karena mengonsumsi makanan/minuman yang tidak berguna. Misal: mengonsumsi obat-obatan terlarang yang masuk ke dalam perut sehingga mengganggu bahkan merusak kesehatan. Lebih parah lagi baik pengedar maupun penggunanya dikenai hukuman penjara. 

Introspeksi: sadarkah kita  bahwa tubuh lebih penting daripada makan minum yang tidak berguna? Kalau ingin tubuh sehat dan kuat perhatikan pola makan sehat penuh nutrisi dan vitamin. Pola makan yang benar menghasilkan sehat jasmani maupun rohani untuk dapat senantiasa memuji serta memuliakan Tuhan. 

Selain mengonsumsi makanan yang berguna, jangan biarkan diri diperhamba oleh kenikmatan suatu makanan. Misal: suka makan soto jeroan tiap hari (diperhamba oleh perut) akan berdampak pada kesehatan tubuh. Tubuh kita membutuhkan berbagai macam vitamin dan nutrisi bukan hanya satu jenis makanan favorit kita. Kita harus bersyukur atas pemeliharaan Tuhan yang menyediakan aneka ragam tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan berbiji (Kej. 1:29) juga binatang yang bergerak dan hidup menjadi makanan kita (Kej. 9:2-3). 

Strategi yang dipakai ular kepada Hawa tetap sama sampai sekarang yakni berusaha menyesatkan pikiran dari kesetiaan sejati kepada Kristus (2 Kor. 11:3-4). Hawa salah makan karena ketidaktaatan terhadap Firman Allah. Hawa memilih makan buah pengetahuan baik dan jahat yang tidak memberinya kehidupan. Ternyata manusia lebih memikirkan sesuatu yang diinginkan dan dianggap akan memuaskan. Buktinya, banyak orang menjadi korban dari kejahatan gara-gara diiming-imingi oleh sesuatu (uang, makanan, jabatan, perempuan dll.). Terlebih zaman sekarang orang makin pandai dan ahli dalam menjerat seseorang untuk diperhamba hingga melakukan kejahatan dan hal-hal yang tidak berguna.

Memang makanan untuk perut dan perut untuk makanan tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah sebab mereka bersifat sementara/fana. Terlebih lagi apabila makanan dan perut ini dimanfaatkan untuk berbuat dosa kenajisan dan percabulan menjelang kedatangan Anak manusia (Mat. 24:37-38). Waspada jangan bertuhankan perut karena berakhir degan kebinasaan (Flp. 3:19). Jauh berbeda dengan makanan yang ditawarkan Yesus, itulah tubuh dan darah-Nya (Mat. 26:26).  

Aplikasi: hendaknya kita tidak sibuk memikirkan urusan makan minum pengisi perut tetapi lebih baik banyak berdoa dan puasa untuk penguasaan diri tidak diperhamba oleh perut. Memang makanan dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi dan pertumbuhan sel tetapi jangan kita menyalahgunakan kekuatan tubuh untuk melakukan perbuatan yang malah melawan Firman Tuhan. 

Kita harus setia pada kesepakatan kita dengan Firman Tuhan dengan menjaga pola makan sehat sementara Tuhan telah sepakat menjamin ketahanan hidup kita. Marilah kita membiarkan Tuhan mengendalikan hidup kita dan Roh Kudus memimpin perjalanan hidup kita. Jujur, terkadang kita tidak menyadari campur tangan Tuhan dalam menyelesaikan segala masalah kita. Padahal Ia mengajar dan mendidik kita untuk memercayai janji-Nya dalam menjalani hidup dan ini adalah kekuatan hidup orang percaya. 

Perhatikan, Tuhan sanggup memelihara kita dan berkat kecukupan telah diatur oleh-Nya. Oleh sebab itu jangan mengutamakan apa yang menjadi kepuasan tubuh/perut karena ini adalah kesia-siaan sebab pada akhirnya dunia akan mengalami kelaparan besar akan Firman Tuhan (Am. 8:11). 

Pola Tuhan tetap konsisten sama; apa yang diperbuat-Nya di masa lalu sama dengan apa yang diperbuat-Nya sekarang maupun ke depan. Ia mendatangkan berbagai macam bencana bukan karena kebencian tetapi mau mendidik kita agar mengandalkan Dia yang sanggup memuaskan kelaparan rohani akan Firman Tuhan yang hidup. Firman Tuhan menegaskan manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (Mat. 4:4). Masih ingatkah kisah anak bungsu yang menghabiskan harta warisan hanya untuk berfoya-fonya menuruti nafsu perut yang berakhir tragis makan ampas makanan babi (Luk. 15:12-16)? 

Ingat, tubuh kita untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh kita sebab Ia menebus kita dengan darah-Nya yang mahal (1 Ptr. 1:18-19) untuk menjadi milik-Nya. Waspada terhadap ajaran penyesat yang berusaha memecah belah dengan kata-kata muluk nan manis bukan untuk melayani Kristus tetapi melayani perut mereka sendiri (Rm. 16:17-18). Untuk itu kita perlu memerhatikan sasaran dari suatu pengajaran, apakah kita diarahkan kepada kehidupan yang dikuduskan dan disempurnakan sesuai awal penciptaan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa? Atau malah mengarahkan kita menjadi seteru salib Kristus yang berakhir dengan kebinasaan sebab pikirannya semata-mata tertuju pada perkara duniai (Flp. 3:17-19)?

Aplikasi: hendaknya kita tidak mudah menukarkan warisan kehidupan sesungguhnya oleh Firman Tuhan dengan makanan fana untuk memuaskan perut yang berakhir dengan kebinasaan. Juga membiarkan hidup kita dikendalikan oleh Kristus bukan dikendalikan oleh perut. Berdoalah memohon untuk dijauhkan dari kekayaan berlebihan sehingga kita menyangkal Dia atau kemiskinan parah hingga mencuri dan mencemarkan Nama Tuhan (Ams. 30:8-9).

  • Dipimpin oleh Roh Kudus sebab hidup kita tidak berhenti di dunia ini tetapi berlanjut sampai kepada kekekalan (ay. 14). 

Bila kita hidup oleh Roh, kita tidak akan menuruti keinginan daging sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh (Gal. 5:16-17). Apa saja perbuatan daging yang harus ditolak? Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dsb. (ay. 19-21). Hati-hati, kalau kita tidak dipimpin oleh Roh, roh lain akan menghinggap dan memengaruhi hidup kita untuk berbuat dosa.

Aplikasi: marilah kita menjaga hidup dalam kekudusan serta mengalami keubahan hidup karena Tuhan berjanji akan membangkitkan kita saat Ia datang kembali. 

Sungguhkah kita ingin hidup kita dikendalikan oleh Kristus? Tidak ada jalan lain kecuali tidak fokus pada kepentingan perut apalagi diperhamba olehnya karena persoalan perut bersifat fana yang berakhir kepada kebinasaan. Sebaliknya, relakan hidup kita dipimpin Roh Kudus yang mengarahkan kita untuk hidup kudus dan satu kali kelak Ia akan membangkitkan kita dengan kuasa-Nya untuk tinggal bersama-Nya dalam kekekalan selama-lamanya. Amin.  

  • Video Youtube Ibadah: