• Disucikan, Dikuduskan, Dibenarkan
  • 1 Korintus 6:11
  • Johor
  • 2026-08-23
  • Pdm. David Wellyanto
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI

Shalom, 

Dalam kehidupan sehari-hari, kalau mau jujur, kita lebih mudah mengingat kesalahan seseorang daripada melihat perubahan positif yang terjadi di dalam hidupnya. Ketika seseorang pernah melakukan kesalahan besar, kita selalu ingat pada kesalahannya daripada pertobatannya. Bagaimana dengan Tuhan? Apakah Ia hanya melihat siapa kita dahulu atau siapa kita sekarang setelah hidup di dalam Kristus. Paulus, setelah memperingatkan bahwa orang yang tetap hidup dalam dosa tidak akan mewarisi Kerajaan Allah (1 Kor. 6:9-10), mengingatkan jemaat bahwa setelah bertobat, masa lalu bukan lagi cap atau identitas mereka. Mereka adalah orang-orang yang hidup di dalam Kristus. 

Perubahan ini bukan karena jemaat berhasil memperbaiki diri sendiri tetapi karya Allah semata. Karya besar apa yang dilakukan oleh Allah dalam kehidupan orang percaya?

  • Kita telah disucikan. Allah membersihkan/menyucikan/membasuh/memandikan kita dari dosa.
ARTI SIFAT PENJELASAN
Penghapusan noda dan kuasa dosa dari masa lalu Pembersihan radikal pada awal pertobatan

Darah Yesus menyucikan hati nurani dan hidup seseorang dari kenajisan dosa lama, sehingga identitas lama sebagai hamba dosa diputus

 

Beberapa dari jemaat Korintus sebelumnya telah melakukan dosa yang menjijikkan (ay. 9-10) tetapi Allah membersihkan dan menyucikan dosa masa lalu mereka. Penyucian tidak dapat dipisahkan dari belas kasihan Allah melalui karya Yesus disalib juga pekerjaan dari Firman Allah. Pelbagai macam dosa yang dahulu menjadi bagian hidup jemaat Korintus telah dibersihkan oleh Allah dan Firman-Nya tanpa campur tangan manusia siapa pun. Demikian juga kita ketika datang kepada Tuhan dalam kondisi berdosa tetapi oleh kasih karunia-Nya, Allah membersihkan dan menyucikan kita. Yang harus diperhatikan, orang yang sudah dibersihkan dosanya tidak boleh sengaja kembali bermain-main dengan kekotoran dosa yang dahulu. Bayangkan seseorang dengan pakaian yang sudah dicuci bersih kemudian dengan sengaja mengambil lumpur untuk mengotori bajunya lagi, tentu tindakan ini tidak waras bukan? 

Kehidupan kita tidaklah sempurna dalam sekejap, kita masih dapat jatuh bangun berbuat dosa dan perlu bertobat tetapi arah hidup kita berubah. Label, cap, atau identitas kita juga berubah. Kalau dahulu dosa menjadi tempat kita tinggal, sekarang dosa harus kita lawan dan jauhi. Kalau sebelumnya kita menikmati dosa dan mengambil keuntungan-keuntungan darinya, sekarang kita berduka ketika jatuh ke dalam dosa. Inilah tanda bahwa Kristus sedang bekerja menyucikan hidup kita.

Aplikasi: Allah telah membersihkan serta menghapus noda dan kuasa dosa kita masa lalu. Pembersihan/penyucian itu bersifat menyeluruh dan mendasar saat kita bertobat; darah Yesus menyucikan semua dosa, hati nurani kita diubahkan sehingga tidak lagi condong melakukan perbuatan dosa lama. Dengan demikian Allah tidak lagi memandang kita sebagai hamba dosa tetapi orang yang telah disucikan. 

  • Kita telah dikuduskan. Allah menjadikan kita milik-Nya dan terus mengubah hidup kita.

Kata “dikuduskan (sanctification)” berarti dikhususkan, dipisahkan dari dunia untuk dikhususkan bagi Allah.

ARTI SIFAT PENJELASAN
Dipisahkan dari dunia untuk menjadi milik Allah dan meng-alami pembaruan hidup setiap hari. Bersifat seketika (posisional) sekaligus proses seumur hidup (praktis/progresif).

Roh Kudus bekerja secara terus-menerus dalam diri orang percaya.

Tujuannya agar karakter kita semakin serupa dengan Yesus Kristus dalam tindakan sehari-hari.

 

Kata “kudus” tidak hanya bersih dari dosa tetapi menjadi milik Allah dan dipakai untuk mencapai tujuan-Nya.  Pengudusan memiliki dua sisi, yaitu: 

-    Pengudusan posisional → ketika percaya kepada Kristus, kita menjadi milik Allah dan dipisahkan bagi-Nya. Hidup kita tidak lagi menjadi milik. Oleh anugerah Allah, kita diambil dari kekotoran dosa untuk dibersihkan, dicuci, lalu dipisahkan dan ditempatkan di tempat lain. Allah mempunyai maksud dan tujuan tertentu bagi hidup kita yang telah dipisahkan dari dunia. Secara posisi, kita bukan lagi orang dunia dengan dosa-dosanya tetapi orang kudus. 

-     Pengudusan praktis atau progresif → proses pengudusan yang dilakukan seumur hidup oleh karya Roh Kudus yang terus mengubah dan mengerjakan karakter kita supaya menyerupai Kristus. 

Ilustrasi: gelas yang tadinya dipakai untuk minum, menakar beras dan maksud lainnya sekarang dibersihkan dan dikhususkan untuk kepentingan istana dan kebutuhan raja. Fungsi gelas itu sekarang berubah. Begitu pula dengan hidup kita, Tuhan tidak hanya mengampuni/membersihkan dosa-dosa kita tetapi juga menjadikan kita milik-Nya untuk dikuduskan hingga terjadi keubahan hidup yang berlangsung terus-menerus setiap hari. Kita menjadi lebih sabar, suka mengampuni, jujur, dapat mengendalikan perkataan, mampu mengasihi orang yang sulit dikasih dan belajar meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Di sini Firman Tuhan (Yoh. 17:17) dan Roh Kudus (Yoh. 16:8) berperan mengingatkan dan menyadarkan kita untuk hidup dalam kekudusan. Roh Kudus terus menerus bekerja dalam diri orang percaya dengan tujuan agar karakter kita makin serupa dengan Yesus Kristus dalam tindakan sehari-hari. Kini kita hidup bukan untuk diri sendiri tetapi untuk Allah.

  • Kita telah dibenarkan dan ini adalah dasar pengharapan kita. Allah menyatakan kita benar di dalam Kristus. 
ARTI SIFAT PENJELASAN
Allah menyatakan orang berdosa sebagai orang yang benar. Terjadi seketika saat seseorang percaya kepada Yesus.

Status hukum kita di hadapan Allah diubah. 

Dosa kita diampuni dan kebenaran Kristus dikenakan pada kita.

Ini bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena kasih karunia.


Orang boleh memandang kita rendah, tetapi Allah menyatakan kita (orang berdosa) sebagai orang benar di hadapan-Nya sendiri. Status kita berubah dari pelaku dosa menjadi orang benar di hadapan Allah. Bayangkan ketika orang bersalah secara perbuatan dan moral kemudian berdiri di depan (Hakim) Allah dinyatakan sebagai orang benar oleh sebab dia percaya kepada Kristus. Pelaku dosa ini dibenarkan bukan karena dia telah melakukan banyak perbuatan baik tetapi karena percaya kepada Kristus maka kebenaran Kristus diperhitungkan untuk membenarkan orang berdosa.

Pandangan kita terhadap orang berdosa harus memakai pandangan Kristus. Mungkin faktanya orang ini sedang menjalani hukuman pidana sebagai konsekuensi kelakuannya yang melanggar hukum pemerintah tetapi kita memandang dia sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah sebab manusia dibenarkan karena iman bukan karena melakukan hukum Taurat (Rm. 3:28). Oleh karena itu keselamatan kita tidak didasarkan pada prestasi moral atau karena banyak berbuat baik dan dikenal sebagai orang beramal banyak tetapi sesungguhnya dasar penerimaan kita di hadapan Allah bukan karena kehebatan dan kebaikan kita melainkan karena Allah memandang kesempurnaan Yesus Kristus.

Jujur, kita masih bergumul dengan dosa dan tidak memiliki kesempurnaan tetapi kita telah dibersihkan dan dikuduskan maka Allah memandang kita bukan lagi sebagai orang berdosa tetapi memandang Kristus yang ada di dalam kita. Bagaimanapun juga kita yang sudah dicucikan, dikuduskan dan dibenarkan tidak boleh hidup sembarangan. Sebaliknya, kita yang telah menerima kasih karunia Allah yang besar harus hidup bagi Dia. Kita harus membuktikan karya Allah dalam keseharian hidup kita melalui: kebiasaan, tingkah laku dan tutur kata kita. Konsep semacam ini tidak dijumpai dalam iman di luar Kristen bahwa Allah memiliki inisiatif atas kehidupan kita untuk pribadi-Nya bukan karena kita baik dan banyak beramal. Perhatikan, kita berbuat baik bukan untuk diselamatkan tetapi karena sudah diselamatkan. 

Selama mengikuti pola dari Tabernakel, kita belajar urutannya dimulai dari dibenarkan – dibasuh/disucikan – dikuduskan. Apakah pembahasan 1 Korintus 6:11 ini berarti pembenaran terjadi setelah pengudusan? Tidak. Dalam karya keselamatan, urutan logisnya ialah kita dibenarkan oleh iman kepada Kristus berlanjut pada pengudusan.

Dalam konteks ayat 11 ini Paulus tidak sedang menyusun urutan secara kronologis tetapi lebih menunjukkan betapa radikalnya perubahan yang Allah kerjakan di dalam jemaat di Korintus. Dia mau menekankan karya Allah di dalam Yesus Kristus yang telah membersihkan, menguduskan dan membenarkan jemaat sehingga mereka dinyatakan benar di hadapan Allah. 

Paulus tidak berhenti pada kata disucikan, dikuduskan, dibenarkan tetapi dilanjutkan dengan “dalam Nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita”. Maksudnya, tanpa Kristus tidak akan ada penyucian, pengudusan dan pembenaran; dan ketiganya dikerjakan melalui karya Kristus dan diterapkan di dalam kehidupan kita oleh pekerjaan Roh Kudus.

Jadi, perubahan yang terjadi atas kehidupan kita bukan sekadar perubahan moral yang terjadi atas kemauan sendiri tetapi Allah di dalam Kristus Yesus mengubahkan kita menjadi ciptaan baru. 

Kita melihat keajaiban kasih karunia Tuhan yang bekerja atas kehidupan kita – dulunya penuh dosa amoral dan kejahatan sekarang kita dipandang benar oleh Allah. Semua ini terjadi hasil karya Allah dalam hidup kita melalui Kristus. Dahulu kita hidup dalam dosa sekarang kita hidup dalam Kristus; dahulu kita jauh dari Allah sekarang kita menjadi milik-Nya. Kita disucikan dari dosa, dikuduskan bagi Allah dan dibenarkan oleh iman kepada Kristus bertujuan untuk kemuliaan Nama-Nya. Amin.

  • Video Youtube Ibadah: