Shalom,
Pada bulan Maret, 2026, Indonesia kehilangan seorang penyanyi cukup terkenal, Vidi Aldiano, di usia 35 tahun. Awalnya ketika dia tampil menyanyi di atas panggung tiba-tiba suaranya hilang. Dia kemudian pergi ke dokter dan mengira masalahnya paling berkaitan dengan tenggorokan atau pita suara. Namun betapa terkejutnya saat mendengar ada benjolan ± 5 cm di ginjal kirinya dan didiagnosa kanker stadium 3. Ternyata sesuatu yang tampak terlihat kecil di luar dapat menunjukkan hal yang jauh lebih besar dan serius di dalam. Demikian pula dengan kehidupan rohani kita, sungguhkah luar dan dalam baik-baik saja?
Bagaimana memeriksa kehidupan rohani di hadapan Tuhan agar mawas diri sebagai orang Kristen?
- Standar hidup orang Kristen adalah kebenaran Allah (ay. 9a).
Frasa “atau tidak tahukah kamu....” diulang hingga 6 kali menunjukkan seriusnya Paulus mengingatkan jemaat Korintus yang seharusnya sudah mengetahui cara hidup di dalam diri mereka berbeda dengan penampilan luar. Jemaat Korintus bukanlah jemaat yang kekurangan informasi. Namun mereka tertipu di dalam pola berpikir sehingga merasa menghidupi sebagai orang Kristen bukanlah masalah. Itu sebabnya Paulus mengingatkan supaya orang percaya hidup dalam kebenaran yang sudah mereka terima melalui pembacaan Alkitab dan ibadah-ibadah yang diikuti.
“Atau tidak tahukah kamu bahwa orang yang tidak adil (bhs. Yun. adikos = unrighteous = tidak benar) tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?” Orang yang tidak benar menunjuk kepada mereka yang tidak tunduk atau berpadanan dengan standar kebenaran dan kekudusan Allah. Buktinya, Paulus menegur cara hidup jemaat Korintus dalam memperkarakan orang, menunjukkan bahwa mereka belum mengetahui bagaimana hidup di dalam Kristus. Mungkinkah gereja dapat dikatakan sehat jika sesama jemaat atau anggota saling menggigit, menerkam dan melukai? Jika beberapa anggota tubuh Kristus yang sakit dan rusak dibiarkan, bukankah ini merusak seluruh tubuh Kristus?
- Dipanggil untuk hidup berbeda dari dunia (ay. 9b-10).
Daftar dosa yang ditulis menunjukkan bahwa dosa dapat muncul dalam pelbagai bentuk untuk terus-menerus menolak pimpinan Tuhan dan tidak mau menaati kebenaran. Untuk itu Paulus mengingatkan jemaat supaya tidak sesat sebab dia melihat cara pikir mereka keliru karena menganggap sudah menjadi orang Kristen maka cara hidupnya tidak lagi menjadi persoalan. Ilustrasi: setelah “sembuh” dari kanker, pola tidur dan pola makan tidak diperhatikan alias tidak berubah karena merasa badan fit dan sehat. Apakah pola hidup seperti ini (di)benar(kan)?
Introspeksi: sudahkah kita hidup sesuai dengan standar kebenaran Allah? Atau standar media sosial yang menerapkan jumlah pengikut yang banyak? Atau standar budaya yang berbeda-beda karena banyaknya suku di Indonesia? Kita harus mengikuti standar Firman Tuhan karena Yesus Kristus tetap sama selamanya (Ibr. 13:8) sedangkan dunia terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab itu jangan tertipu dengan cara dunia yang berpikir terbalik dengan cara Allah berpikir. Jangan memberi batasan “pagar” kehidupan rohani di dalam gereja yang tampak begitu rohani namun jauh beda ketika di luar gereja dengan perilaku duniawi! Pelayanan dan kegiatan rohani di dalam gereja tidak ada hubungannya dengan siapa kita di luar gereja. Marilah kita tetap berada di jalur kebenaran Firman di mana pun kita berada. Waspada, dosa tidak hanya menarik seseorang untuk berbuat salah tetapi juga menyeretnya untuk berpikir bahwa semua baik-baik saja.
10 daftar dosa yang ditulis oleh Paulus bukan untuk membanding-bandingkan berat ringannya nilai dosa kemudian menuduh orang lain lebih berat dosanya daripada kita dan kita merasa lebih baik dari yang lain. Rasul Paulus menuliskan daftar dosa seks, pemberhalaan, tentang ekonomi dan perkataan agar jemaat Korintus (juga kita) tidak melakukan satu pun dosa terhadap Allah, sesama juga diri sendiri sebab tidak ada seorang pun kebal terhadap dosa. Buktinya, pemerintah bekerja keras memberantas judi online juga prostitusi yang berpotensi menyebabkan AIDS tetapi masih banyak orang tidak berhenti melakukan dosa tersebut padahal mereka tahu konsekuensinya. Dosa yang dipelihara dapat berkembang menjadi kebiasaan dan kebiasaan buruk merusak kehidupan rohani yang sehat. Ingat, tidak ada satu dosa pun yang tidak memiliki konsekuensi. Kalau hari ini masih aman tidak menerima teguran Tuhan, ini berarti Ia masih berkemurahan memberi kita kesempatan untuk bertobat. Sebagai orang Kristen, kita harus mawas diri karena kita dipanggil untuk tampil beda dari dunia. Orang percaya bukan berarti tidak pernah jatuh, dia dapat jatuh tetapi berusaha bangkit dan datang kepada Allah.
- Hidup sebagai ciptaan baru (ay. 11).
Tidak ada pilihan lain untuk mawas diri sebagai orang Kristen selain hidup sebagai ciptaan yang baru. Perlu diketahui ada perbedaan besar dan mendasar antara orang yang bergumul melawan dosa dengan orang yang terus menerus memelihara dosa dalam dirinya. Orang yang bergumul melawan dosa berusaha bangkit ketika mengalami kegagalan berulang kali. Beda dengan orang yang memelihara dosa karena ini sudah menjadi tabiat hidup dalam dosa. Bersyukur, Injil tidak berhenti hanya menelanjangi dosa tetapi juga membawa kita kepada pengharapan untuk hidup di dalam terang Kristus. Semakin besar dosa yang kita lakukan, semakin besar kita bergantung pada anugerah Allah. Dengan demikian kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri tetapi makin menyerahkan hidup kita kepada Tuhan sebab berita Injil berkuasa mengubahkan kita bahkan dosa homoseksualitas pun dipatahkan.
Aplikasi: kita, orang percaya, harus yakin telah diubahkan dan tidak lagi hidup dengan pola lama betapapun rumitnya hidup yang kita jalani hari-hari ini. Injil bukan hanya mengubah status seseorang di hadapan Allah tetapi juga mengubah cara hidupnya, terlihat dari tutur kata, sikap dan perilaku dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
Harus diakui keubahan (pola) hidup tidak dapat terjadi secara instan tetapi melalui proses keubahan pola pikir dikerjakan oleh Firman Tuhan yang berkuasa membenarkan dan menguduskan kita. Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan juga jangan sibuk memeriksa kehidupan orang lain! Sebaliknya, hendaknya kita mawas diri sebagai orang Kristen untuk hidup menurut standar kebenaran Allah di dalam Kristus Yesus, hidup beda dari dunia serta hidup sebagai ciptaan baru di dalam Dia. Amin.