• HIDUP BERPUSAT PADA KRISTUS
  • 1 Korintus 3:18-23
  • Johor
  • 2026-05-31
  • Pdt. Paulus Budiono
  • Video Ibadah (Youtube): KLIK DISINI
hidup_berpusat_pada_kristus

Shalom, 

Bagaimana hidup berpusat kepada Kristus? Siapakah Kristus yang kita kenal? Tentu anak-anak dan remaja diperkenalkan kepada Kristus melalui orang tua dan Sekolah Minggu. Juga kita beribadah untuk mengenal Dia lebih dalam tetapi begitu keluar gereja – di sekolah, di tempat kerja dll. – siapa yang memimpin (pandangan) hidup kita? Jangan berpijak pada dua kaki, maksudnya kita fokus kepada Kristus hanya di gereja tetapi di luar gereja kita fokus dengan kesibukan diri sendiri dan melupakan Dia!

Mengapa kita harus menjadikan hidup berpusat pada Kristus? Sebab kita adalah Bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita (1 Kor. 3:16-17). Jika ada orang membinasakan Bait Allah yang kudus, Allah akan membinasakan dia. 

Introspeksi: bagaimana kita memperlakukan “rumah Allah” itulah tubuh kita? Apakah kita menjaga dan merawatnya dengan baik sebab tahu Roh Allah berdiam di dalam kita? Atau kita melalaikan bahkan merusaknya karena menganggap rumah/tubuh ini milik kita sepenuhnya sehingga kita dapat memperlakukan semau gue? Atau karena bukan miliknya maka dirusak seenaknya seperti terjadi perusakan rumah ibadah yang dilakukan oleh mereka yang membenci Kristus?

Tuhanlah Pemilik tubuh kita, masalahnya, apakah kita mengenal Dia juga mendengar suara Firman-Nya seperti Saulus mendengar suara panggilan Tuhan? Kita boleh bangga bahwa gereja Tuhan menjadi rumah-Nya dan Roh Allah berdiam di dalamnya. Bagaimana penghakiman Tuhan jatuh kepada mereka yang merusak dan menghancurkan bait Allah baik yang fisik maupun rohani ketika Ia datang kembali? Kalau Tuhan berkemurahan, mereka akan bertobat dan beroleh keselamatan oleh kurban Kristus.  

Kita adalah bait Allah dan di dalamnya ada perabot Mezbah Pembakaran Ukupan (kehidupan doa), Kandil Emas (kesaksian hidup), Mezbah Kurban Bakaran (pertobatan dan pengampunan) dst. berdampak kehidupan pribadi dan rumah tangga ada damai tidak terus menerus berselisih/bertikai sebab Roh Kudus berdiam di dalam kita kapan pun dan di mana pun kita berada. 

Sungguh pikiran kita harus dipusatkan pada Kristus sebab kita adalah rumah Allah dan ada aktivitas keimamatan di dalamnya tidak bergantung pada bangunan bait Allah fisik yang hancur pascapemerintahan Raja Salomo dan bangsa Israel dibuang ke Babel. Allah di tempat mahatinggi (transenden) juga imanen karena Roh-Nya berdiam dalam kita. 

Namun perhatikan peringatan ini, “Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh supaya ia berhikmat.” (1 Kor. 3:18) 

Ternyata hikmat dunia adalah kebodohan bagi Allah. Mengapa? Allah adalah Pencipta alam semesta termasuk manusia di dalamnya. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk bekerja melestarikan dunia, beranak cucu memenuhi bumi tetapi jatuh ke dalam dosa gara-gara tidak menuruti perintah Sang Pencipta tetapi lebih mendengarkan “hikmat’ dari ular, ciptaan Allah yang paling licik. Akibatnya, mereka jatuh dalam dosa dan melahirkan anak dalam kondisi dosa.  

Kita sebagai keturunan Adam-Hawa juga dalam keadaan berdosa tetapi ketika bertobat kita menjadi rumah Allah dan Roh Kudus ada di dalam kita. Dampaknya, Roh Kudus mampu menyadarkan kita, suami-istri, untuk tidak tersulut emosi ketika menghadapi perselisihan dalam hidup nikah. Roh Kudus adalah Pribadi yang memiliki emosi sehingga dapat sedih, gembira dll.; itu sebabnya jangan kita mendukacitakan Roh Kudus (Ef. 4:30) apalagi menghujat Roh Kudus yang tidak ada ampun untuk selama-lamanya (Mrk. 3:29). 

Jelas sekarang hikmat dunia adalah suatu kebodohan tetapi hikmat Tuhan adalah Kristus – Firman menjadi manusia. Keyakinan kita akan Firman Allah mungkin berbeda-beda oleh sebab masing-masing mempunyai latar belakang sendiri tetapi harus (di)satu(kan) seperti fungsi anggota tubuh yang beda-beda (tangan, kaki, mata, telinga dll.) tetapi bekerja sama dan saling melengkapi. Dengan demikian tidak ada seorang pun memegahkan diri sebab kita semua adalah milik Kristus dan Kristus itu milik Allah (ay. 21-23).

Siapa Kristus yang memiliki kita? Kristus adalah Yang diurapi, Mesias, Raja di atas segala raja. Kristus ini milik Allah berarti Allah Bapa – Kristus, Sang Firman – Roh Kudus (yang berdiam dalam kita) adalah Allah Tritunggal. 

Marilah kita hidup berpusat pada Kristus, kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri tetapi Kristus dan Roh-Nya hidup dalam kita. Kita menjadi saksi hidup membawa berita keselamatan kepada jiwa-jiwa yang belum/tidak mengenal Kristus agar mereka juga beroleh keselamatan di dalam Dia dan bersama-sama kita satu kali kelak dijemput oleh-Nya, Mempelai Pria Surga, untuk tinggal di dalam Yerusalem baru selamanya. Amin.

  • Video Youtube Ibadah: