Shalom,
Sering kali ketika mengalami permasalahan, kita maunya cepat dan segera terlewat dari permasalahan tersebut. Misal: ketika mengalami kesakitan, kita mau agar Tuhan segera menyembuhkan kita. Namun kita lupa bahwa di tengah kesesakan, kesulitan dan impitan berat, Tuhan juga memberikan kita berkat di dalamnya.
Bagaimana kita menemukan Tuhan dalam pergumulan dan kemenangan menurut pengalaman Daud di Mazmur 144?
- Kita menyadari siapa TUHAN dan siapa diri kita. (ay. 1-4).
Daud menulis mazmur ini ketika dia sudah dalam posisi sebagai raja (ay. 2b, 10). Walau Daud berkedudukan tinggi, apa yang dia sadari tentang TUHAN (YHWH) yang mahakuasa dengan janji-Nya? IA adalah gunung batu, yang mengajarnya bertempur, tempat perlindungan, kubu pertahanan.
Istilah “gunung batu” menunjukkan keadaan yang stabil sementara “perlindungan” bicara tentang pengayoman dan “batu karang” dalam konteks dunia Timur Dekat Kuno menyimbolkan kekuatan dan permanensi/tetap selamanya.
Janji perlindungan Tuhan menjadi pengalaman pribadi Daud saat dia dikejar-kejar oleh Saul, mertuanya, untuk dibunuh. Tuhan juga menjadi tempat perlindungan Daud dalam persembunyian di gua Adulam bahkan saat tinggal selangkah dia tertangkap oleh Saul, Tuhan menggagalkannya.
Tuhan juga mengajar tangan Daud untuk berperang dan jarinya bermain senjata sehingga dia skillfull menggunakan senjata perang. Singkatnya, Daud memperoleh kemenangan dalam setiap pertempuran oleh sebab Tuhan. Contoh: saat melawan Goliat, Daud menggunakan umban/ketapel menyebabkan musuh mati (1 Sam. 17:40, 48,49). Hebat, sekali lemparan tepat sasaran mengenai dahi Goliat yang berpakaian perang lengkap! Kalau bukan Tuhan yang mengajari tangan dan jari-jari Daud, tidak mungkin batu ini akan tepat sasaran. Ilustrasi: pemain piano harus rajin latihan dan melatih jari-jarinya menekan chords dengan tepat supaya tidak sumbang.
Ternyata di masa pergumulan, Daud menemukan Tuhan mengaruniakan berkat perlindungan dan kemampuan sehingga dia beroleh kemenangan. Berkat apa yang kita terima saat berada dalam kesesakan dan tekanan berat? Di dalam kesengsaraan (seizin Tuhan) timbul ketekunan – tahan uji – pengharapan – menerima kemuliaan Allah (Rm. 5:1-5).
Daud yang mengalami kemenangan demi kemenangan menyadari siapa dirinya. Dia menganggap dirinya seperti angin dan hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat → manusia rapuh yang sewaktu-waktu habis lenyap.
Ketika seseorang menyadari siapa Tuhan yang berkarya luar biasa dalam hidupnya, secepatnya dia akan menyadari betapa tidak berdayanya dia jika Tuhan tidak memerhatikan dan memperhitungkannya (mindful, think = memikirkannya).
Terbukti Tuhan memerhatikan dan memikirkan kita! Sehebat-hebatnya orang tua, suami/istri, anak memikirkan dan memerhatikan kita, tindakan ini masih kalah jauh dibandingkan dengan bagaimana Tuhan memikirkan kita demi kebaikan kita. Buktinya, Yesus membuktikan kasih-Nya kepada kita dengan rela mati disalib demi menebus kita dari ancaman hukuman mati kekal oleh sebab dosa kita.
- Kita menyadari dan mengakui Tuhan sebagai satu-satunya Penolong (ay. 5-11).
Daud memohon kepada Tuhan sebab dia mengenal Tuhan yang berkuasa membalaskan kepada para musuhnya.
Istilah “tekukkanlah langit-Mu dan turunlah” juga “ulurkanlah tangan-Mu dari tempat tinggi” menunjukkan posisi Tuhan di atas dan Daud di bawah. Daud menyadari kondisinya yang tidak berdaya mengharapkan Tuhan yang di atas untuk turun menolong masalahnya. Ingat, Tuhan yang di atas, lebih tinggi dari segala pergumulan yang Tuhan izinkan untuk kita alami dan Ia mampu serta berkuasa memberikan pertolongan.
Daud percaya bahwa tidak ada hal yang terlalu sukar bagi Tuhan, Penguasa alam semesta, melakukan pertolongan bagi umat-Nya dengan cara-Nya sendiri.
Heran, di tengah keterpurukan dan meminta pertolongan kepada Tuhan, Daud kemudian mengatakan hendak menyanyikan nyanyian baru dan bermazmur bagi-Nya. Daud melakukan pujian syukur tidak sambil lalu tetapi mengambil waktu khusus bermazmur dengan kesungguhan hati.
Introspeksi: di tengah pergumulan yang kita hadapi, adakah kita menyanyikan nyanyian baru sebagai luapan terima kasih kepada Tuhan? Bagi mereka yang punya keahlian musik, saat mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan, dia akan mengambil gitar kemudian bersenandung bagi Tuhan; bagi kita yang tidak dapat memainkan musik, kita menggunakan pita suara untuk bernyanyi bagi-Nya. Jadi, di tengah penderitaan sakit tidak sembuh-sembuh atau tekanan berat, tetaplah memuji Tuhan bukan mengomel dan menyalahkan keadaan atau orang lain. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk mengucap syukur di dalam segala hal (1 Tes. 5:18).
- Menaruh pengharapan hanya di dalam Tuhan (ay. 12-15).
Setiap orang pasti menginginkan kondisi penuh kelimpahan, kemakmuran dan keberhasilan (ay. 12-14). Bahkan orang di luar Tuhan nekat menghalalkan segala sesuatu untuk meraih kondisi semacam itu. Namun ingat, kondisi keberhasilan diperoleh bukan dengan kekuatan dan cara manusia. Daud sadar bahwa keberhasilan, kejayaan, kebaikan diperolehnya karena perkenanan Tuhan. Ketika orang tua memercayakan dan mengandalkan Tuhan di dalam mendidik anak-anaknya, kelak mereka bertumbuh seperti tanaman bertunas yakni kehidupan yang menjadi berkat. Mereka bagaikan pilar yang menopang kehidupan orang tua yang sudah tidak kuat digerus usia. Orang tua yang takut akan Tuhan akan mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan bertumbuh menjadi kehidupan yang berdampak bukan yang egois hanya hidup untuk diri sendiri.
Daud menegaskan tentang peran Tuhan yang mendatangkan keberhasilan dan dia tidak melupakan-Nya bahkan dengan bangga mengatakan, “Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!”
Sungguh kita akan berbahagia bila menjadikan Tuhan sebagai Penopang dan Pemelihara kita sehingga kita tidak perlu khawatir menghadapi masa depan yang makin tidak menentu ini (Mat. 6:25-30).
Marilah kita menjadikan setiap momen dalam hidup kita entah dalam pergumulan atau kemenangan untuk menyadari siapa Tuhan dan siapa kita, mengakui Dia sebagai satu-satunya Penolong dan menaruh pengharapan hanya di dalam Dia. Kita juga menemukan Tuhan yang besar kuasa-Nya, dahsyat perbuatan-Nya dan indah rancangan-Nya bagi kita. Amin.