Shalom,
Ketika semangat seseorang dalam menjalani hidup sudah hilang maka dapat dipastikan 90% kehidupan yang dijalaninya akan berat dan makin sulit ke depan.
Apa yang harus kita perbuat saat kekuatan kita habis menurut pengalaman Daud yang tertulis di Mazmur 143?
- Tetap berdoa kepada Tuhan (ay.1-4).
Dalam doanya tampak Daud mempunyai relasi akrab dengan Tuhan. Bagi Daud, Tuhan merupakan tempat curahan isi hati dalam menyampaikan pergumulan dan kesesakannya.
Perlu diketahui kitab Mazmur merupakan curahan gejolak hati seseorang kepada Tuhan yang ditulis dalam bentuk lagu dan syair. Daud memberikan contoh yang baik menjadikan Tuhan sebagai tempat menyatakan semua permasalahannya. Beda dengan zaman now, ketika suntuk dan hati galau sementara permasalahan datang bertubi-tubi, mereka tidak datang kepada Tuhan namun update status di media sosial menyampaikan unek-uneknya. Memang tidak masalah tetapi sebagai orang percaya ketika mengalami pergumulan, datanglah kepada Tuhan bukan kepada ‘bestie’.
Daud tidak dalam kondisi baik-baik saja tetapi dalam keadaan terjepit tidak berdaya dikejar-kejar musuh dan nyawanya sedang terpijak oleh seteru. Semangatnya lemah lesu dan hatinya tertekan. Kondisi yang dialami oleh Daud ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena akan memperburuk keadaan sebab semangat yang habis akan sulit untuk pulih dan bangkit. Daud senantiasa datang kepada Tuhan sebab dia mengenal siapa Tuhannya. Dia mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan.
Aplikasi: betapapun beratnya pergumulan kita, jangan lupa berdoa minta pertolongan Tuhan. Firman Tuhan menasihati agar kita tetap berdoa tanpa berkeputusan (unceasingly), tertulis di 1 Tesalonika 5:17. Marilah kita menjalin relasi yang dekat dengan Tuhan. Bila kita mempunyai relasi akrab dengan seseorang, kita tidak akan jemu-jemu untuk komunikasi dengannya. Juga dalam konteks suami istri, jika relasi mereka kurang baik maka dipastikan komunikasinya tidak baik juga.
- Tetap mengingat Tuhan (ay 5-8).
Dalam tulisannya, Daud mengekspresikan apa yang Tuhan sudah perbuat dalam hidupnya. Dia teringat (remember) kepada hari-hari dahulu kala, merenungkan (meditate) segala pekerjaan-Nya dan memikirkan (muse) perbuatan tangan-Nya. Terlihat adanya peningkatan kegiatan yang dilakukan Daud dalam mengingat karya Tuhan.
Daud sengaja membawa pikirannya untuk mengingat hari-hari lampau saat Tuhan berkarya baginya. Daud tidak membiarkan pikirannya dikuasai oleh permasalahan walau saat itu dia dalam tekanan berat. Ibarat kita tidak dapat melarang burung terbang di atas kepala tetapi kita dapat melarangnya menclok di atas kepala kita. Faktanya, sering kali yang membuat hidup kita makin ruwet, runyam nan pelik ialah kita lebih memberi tempat permasalahan bercokol dalam pikiran kita daripada memberikan Tuhan menempati hati kita.
Daud juga merenungkan dan bergumam memperkatakan Firman Tuhan dalam pengaguman akan segala pekerjaan-Nya.
Introspeksi: pernahkah Anda mengalami jalan buntu kemudian hati memperkatakan “pertolonganku datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi”? Acap kali semangat kita bangkit dan bergerak ketika kita memperkatakan Firman Tuhan dan memikirkan perbuatan tangan-Nya yang nyata dalam hidup kita seperti dilakukan oleh Daud. Ini menjadi dasar baginya untuk tetap menyembah dan mengandalkan Tuhan dalam kejujuran dan kerendahan hati (ay. 6).
Tampak Daud benar-benar membutuhkan Tuhan sebab semangatnya sudah habis serasa mau mati turun ke liang kubur (ay. 7). Terkadang Tuhan mengizinkan kita melalui lembah “kematian” bukan untuk membinasakan kita. Belajar dari Daud yang dalam kondisi “mau mati rasanya”, kita disadarkan bahwa kebutuhan utama kita bukan uang, kekayaan, gelar, dll. tetapi kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
Daud sengaja mengondisikan hidupnya untuk mendengar kasih setia Tuhan di setiap pagi (ay. 8). Apa makna “setiap pagi”? Yeremia meratapi kondisi keruntuhan Yerusalem yang menjadi kebanggaan orang Israel. Dalam kesesakan dia menulis, “Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu...!” (Rat. 3:21–23) Selama mentari pagi masih terbit, selama itu pula masih ada pengharapan untuk mengalami pemulihan.
Aplikasi: hendaknya kita menghargai kasih setia Tuhan yang tercurah bagi kita dengan memberikan matahari terbit dan napas kehidupan. Biarlah terbitnya mentari pagi mendorong kita untuk selalu bersyukur atas kasih setia Tuhan.
- Tetap mengandalkan Tuhan (ay. 9-12).
Daud memohon dengan sangat agar Tuhan melepaskan dirinya dari musuh-musuhnya. Dia sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan yang berkuasa melepaskan dirinya dari para musuh.
Daud sangat mengandalkan Tuhan dan menganalogikan relasinya dengan Tuhan sebagai gembala dan domba (Mzm. 23). Kehadiran gembala membuat domba terjamin kebutuhannya, kenyamanannya, ketenangan jiwanya, keamanannya yang terjamin sepanjang masa.
Sebagai orang yang mengandalkan Tuhan, Daud tetap mau diajar untuk melakukan kehendak Tuhan juga dituntun oleh Roh-Nya di tanah yang rata (ay. 10). Daud sengaja memosisikan diri sebagai seorang murid yang mau diajar bukan malah menolak ajaran Tuhan.
Selain itu Daud rindu supaya Tuhan menghidupkan (semangat, kekuatan) dia oleh karena nama Tuhan (ay. 11). Bicara tentang nama Tuhan, Daud teringat memakai kuasa nama Tuhan saat mengalahkan Goliat, orang Filistin (1 Sam. 17:45-47).
Daud mengakhiri tulisannya dengan doa berserah kepada Tuhan (ay. 12) dan menyerahkan balasan kepada Tuhan.
Introspeksi: saat dalam kesesakan seperti mau mati rasanya, siapa yang kita andalkan? Masihkah kita suka mendengarkan Firman Tuhan dan menurut tuntunan Roh Kudus? Juga ingat akan Nama Tuhan yang berkuasa memberikan kekuatan baru?
Apa yang harus kita lakukan saat habis kekuatan kita? Jangan mencari pertolongan manusia tetapi tetaplah datang kepada Tuhan dalam doa, tetap mengingat Tuhan serta mengandalkan-Nya maka semangat dan kekuatan kita dipulihkan bahkan kita menjadi suami/istri/anak yang berkemenangan. Kalaupun kita masih dalam kondisi lembah air mata oleh karena pergumulan hidup yang berat, tetaplah memohon kepada Tuhan untuk melawat kita sebab kuasa-Nya tidak tersembunyi untuk menolong kita. Amin.